Bupati SBS; Terkait Pilkada Malaka 2020, Masyarakat Jaga Kerukunan dan Kekeluargaan

oleh -436 views
Bupati Malaka Stef Bria Seran

MALAKA, suluhdesa.com – Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran (SBS) mengingatkan seluruh elemen masyarakat Malaka agar dalam menghadapi Pilkada 2020 tetap menjaga tatanan kehidupan bermasyarakat yang sudah baik.

Bupati juga meminta, masyarakat supaya tetap menciptakan suasana yang damai , aman, penuh kekeluargaan dan persaudaraan.

Bupati Malaka Stefanus Bria Seran mengatakan hal itu kepada Wartawan di kediamannya di Haitimuk, Kota Malaka pada Rabu pagi (05/02/2019).

Baca Juga:  Pilkada Ngada; Paket GUD-ATR Sengaja Dibubarkan?

Bupati SBS mengatakan jika, sebagai Kepala Daerah dirinya berkewajiban menyiapkan dan mengingatkan masyarakat untuk menghadapi Pilkada Malaka tahun 2020 ini.

”Sebagai Kepala Daerah Malaka, saya himbau kepada masyarakat supaya terus menciptakan suasana yang damai, aman, kekeluargaan dan persaudaraan. Karena Bapak Presiden selalu berpesan pilih pemimpin itu lima tahun sekali. Jadi jangan moment lima tahunan ini merusak tatanan kehidupan kemasyarakatan. Itu tidak boleh,” tegas SBS.

Baca Juga:  Kades Bone Tasea Maki Warga yang Terlambat Berikan Uang Usai Terima BLT

Bupati SBS berpesan “kepada para kandidat mari bersaing dengan cara-cara yang fair. Tidak boleh menyebarkan isu-isu hoax, tidak boleh black campaign, tidak boleh menjelekkan satu satu sama lain, tidak boleh takut-takuti rakyat, tidak boleh ancam mengancam, bersaing yang bagus, tawarkan program-program bagus untuk mengatasi persoalan yang dihadapi rakyat dan untuk memenuhi kebutuhan yang dibutuhkan rakyat. Tawarkan itu dengan baik sehingga rakyat bersimpati untuk memilih anda,” himbau Bupati SBS.

Baca Juga:  Kristiana Muki Maju di Pilkada TTU Tidak untuk Meneruskan Dinasti Politik

Dirinya juga meminta kepada seluruh masyarakat Malaka untuk menjaga kedamaian, menjaga kekompakan, menjaga persaudaraan dan kekeluargaan.

“Tidak boleh karena pilih dua orang pemimpin satu Bupati dan satu Wakil Bupati merusak semua tatanan yang sudah ada. Kalau ada hal yang berhubungan dengan soal pidana silahkan dilaporkan karena ada ranahnya. Asalkan dilakukan dengan benar dan tidak menyebarkan hoax karena laporannya tidak benar dan hanya memfitnah maka bisa dilaporkan kepada aparat berwajib karena sangat merugikan orang lain,” tutup Bupati SBS. (edi.s/edi.s)