Orang yang Bisa Melepas Ban di Leher Buaya, BKSDA Sulteng akan Beri Imbalan

oleh -495 views
Ban bekas pada leher buaya. Foto; Istimewa.

PALU, suluhdesa.com – Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar sayembara yang cukup menantang dan berbahaya. Siapa yang bisa mengeluarkan ban bekas pada leher buaya liar di Sungai Palu, akan diganjar imbalan.

“Sayembara ini dimaksudkan untuk mengeluarkan ban bekas yang terlilit di leher buaya,” kata Kepala BKSDA Sulteng Hasmuni Hasmar di Palu, Selasa (28/01/2020).

Buaya besar dengan ban di lehernya itu kerap muncul di Sungai Palu. “Jika ada masyarakat berhasil melepas ban bekas di leher buaya itu, kami akan berikan imbalan,” kata Hasmar tanpa menyebut bentuk dan nilai imbalan yang akan diberikan.

Baca Juga:  Persit KCK Koorcabrem 143 PD XIV/Hasanuddin Gelar Doa Bersama

Seperti dilansir Antara, Hasmar menjelaskan, BKSDA menggelar sayembara tersebut karena tidak punya cukup personel untuk menemukan buaya liar yang terlilit ban di sepanjang aliran sungai.

Menurut dia, sebelumnya beberapa pemerhati satwa liar sudah berupaya menolong buaya yang lehernya terlilit ban bekas tersebut, termasuk Muhammad Panji alias Panji Petualang pada awal Januari 2018. Namun upaya-upaya tersebut belum membuahkan hasil.

“Kami juga beberapa waktu lalu bekerja sama dengan NGO asal Australia namun upaya mereka menyelamatkan buaya itu gagal,” katanya, menambahkan organisasi itu sudah dua kali berupaya menolong si buaya yang terlilit ban bekas.

Baca Juga:  Persit KCK Koorcab Rem 143 PD XIV/Hasanuddin Berbagi Kasih di Panti Asuhan Amaliyah

Sesuai instruksi Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola untuk membebaskan buaya itu dari lilitan ban bekas pada 2020, BKSDA menyelenggarakan sayembara.

“Banyak pekerjaan rumah yang harus di selesaikan BKSDA, salah satunya sampai hari ini buaya berkalung ban belum bisa tertangkap. Tahun ini harus bisa ditangkap supaya ban bekas yang terlilit di leher satwa itu bisa dilepas,” kata Longki.

Buaya yang berkalung ini nampaknya akan segera berakhir bahagia. Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah akan segera menembak bius sang buaya demi menyelamatkannya dari jeratan ban di lehernya. Keputusan itu diambil lantaran belum ada seorang pun yang mengikuti sayembara yang digelar BKSDA. Karena itu, keputusan untuk menembak bius sang buaya demi membebaskannya dari lilitan ban bekas motor di lehernya pun diambil.

Baca Juga:  Korem 143/HO Gelar Penyuluhan Kesehatan Terpadu Tentang Penyakit Corona

“Belum ada yang mendaftar setelah pengumuman sayembara disampaikan. Namun, sejumlah kalangan merespons dengan baik apabila dilakukan penembakan bius terhadap buaya berkalung ban itu, mengingat ukuran badannya yang semakin hari semakin besar, sehingga terjepit pada bagian leher. Dan itu sangat berbahaya,” ungkap Kepala BKSDA Sulteng Hasmuni Hasmar kepada detikcom Minggu (2/2/2020).

Penyelamatan menggunakan tembak bius membutuhkan waktu sekitar 15 menit. Nantinya, jika upaya ini berhasil, pihaknya akan membawa buaya tersebut ke kandang karantina untuk menjalani sejumlah perawatan. Sebab, berdasarkan pantauan, ban itu telah melukai leher buaya. (dtk/usi)