Komisi Kitab Suci KAK Lakukan Sharing Kitab Suci Bersama OMK Nasipanaf

oleh -477 views
Selain dari Komisi Kitab Suci, yang hadir dalam kegiatan ini adalah Orang Muda Katolik wilayah Nasipanaf Paroki St Yosef Pekerja-Penfui, para Suster PI dan beberapa orang dari Agama Protestan.

KUPANG, suluhdesa.com – Hari Rabu (29/01/2020) bertempat di Susteran PI ‘Divina Providentia’ Nasipanaf, Komisi Kitab Suci Keuskupan Agung Kupang melaksanakan diskusi Kitab Suci sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Minggu Sabda Allah.

RD Sipri Senda Ketua Komisi Kitab Suci KAK hadir bersama dua orang relawan, yakni; Lidwina Seran dan John Bahy.

Selain dari Komisi Kitab Suci, yang hadir dalam kegiatan ini adalah Orang Muda Katolik wilayah Nasipanaf Paroki St Yosef Pekerja-Penfui, para Suster PI dan beberapa orang dari Agama Protestan.

Usai doa pembuka, RD Sipri Senda melakukan sesi tanya jawab dengan peserta tentang seperti apa mereka mengenal Kitab Suci secara pribadi, tentang seberapa pentingkah Kitab Suci bagi mereka, tentang sejauh mana mereka membaca Kitab Suci selama ini.

Baca Juga:  Siswa SDK Waiwadan Belajar di Rumah, Wali Kelas Datangi Murid

Masing-masing dari mereka menjawab tentang kedekatan mereka dengan Kitab Suci. Bahkan mereka mengakui bahwa mereka jarang sekali membuka dan membaca Kitab Suci. Sabda Tuhan lebih sering didengar saat Misa.

Ketika ditanya adakah ayat Kitab Suci yang mereka sukai, yang menjadi inspirasi hidup, beberapa di antaranya menjawab.

Rofina Aleksandria, OMK Nasipanaf menyukai ayat  “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku (Fil 4:13).

Baca Juga:  Maryana Ose, Gadis Muslim Masuk PMKRI Kupang Untuk Bangun Toleransi

Seorang OMK yang lain mengatakan bahwa ia suka kata-kata Yesus “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu” (Mat 7:7).

Sr Laurensia Suharsih mensharingkan keprihatinannya tentang mundurnya semangat ‘membolak-balik’ Kitab Suci di kalangan umat maupun biarawan biarawati.

“Dahulu orang katolik membaca, membolak-balikan Kitab Suci untuk menemukan sendiri pesan Sabda Tuhan. Sekarang, karena sudah dimanjakan dengan buku-buku renungan yang banyak beredar, maka orang jadi malas membaca Kitab Suci. Saya secara pribadi suka ayat ‘Duc In Altum’ bertolaklah ke tempat yang dalam. Kata-kata ini sangat menginspirasi saya secara pribadi,” sharingnya.

Baca Juga:  Oknum Wartawan TVRI dan PT. PP Dilaporkan ke Polda NTT Terkait Dugaan Gratifikasi

Dalam sesi diskusi, para peserta menanyakan banyak hal tentang Kitab Suci, Liturgi, Hukum Gereja dan sebagainya.

Mereka bertanya tentang perumpamaan, tentang Injil Apokrif, tentang makanan yang haram dan tidak haram menurut Kitab Suci, tentang Yohanes Pembabtis, tentang gaya cerita ‘petang dan pagi’ dalam kitab Kejadian, tentang liturgi, tentang perkembangan Gereja dan masih banyak lagi. RD Sipri Senda menjawab semuanya satu persatu dan mereka merasa dipuaskan keingintahuan mereka selama ini.

Di akhir kegiatan, OMK wilayah Nasipanaf meminta agar kegiatan seperti ini tetap dilanjutkan pada waktu-waktu mendatang.

“Saya bersama para relawan selalu siap. Kalian atur waktunya, kami akan datang,” ujar RD Sipri Senda. (yohanesbahy/red.)