RD Sipri Senda Ajak Mahasiswa STIPAS Kupang Menggali Kekayaan Sabda Tuhan

oleh -569 views
RD Sipri Senda mengajak para mahasiswa STIPAS untuk mensharingkan pandangan dan pengalaman mereka tentang bagaimana arti Kitab Suci bagi keseharian hidup mereka.

KUPANG, suluhdesa.com – Minggu Sabda Allah terus bergema. Bertempat di aula Sekolah Tinggi Ilmu Pastoral (STIPAS) Kupang, Komisi Kitab Suci Keuskupan Agung Kupang (KAK) menggelar kegiatan pendalaman Kitab Suci bersama para mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pastoral, Kamis (30/01/2020).

Di awal kegiatan RD Sipri Senda mengajak para mahasiswa STIPAS untuk mensharingkan pandangan dan pengalaman mereka tentang bagaimana arti Kitab Suci bagi keseharian hidup mereka.

“Saya seorang yang suka mendendam. Susah sekali bagi saya untuk mengampuni orang yang telah menyakiti saya. Tetapi dengan mengambil inspirasi dari kisah Yesus di Injil, saya perlahan mulai bisa mengampuni dan saya rasakan kedamaian hati ketika saya mampu mengampuni,” tutur seorang mahasiswi STIPAS.

Dalam penjelasannya, RD Sipri Senda yang sering disapa Rosi ini memaparkan metode pendalaman teks Kitab Suci secara sederhana.

Baca Juga:  KBPP Polri Resort Kupang Kota dan PD NTT Gelar Bakti Sosial

Dengan metode 5W 1H RD Sipri Senda mengajak peserta untuk membuat sendiri pertanyaannya dan menjawabnya.

“Secara pengetahuan Kitab Suci kalian sudah mendapatkannya di dalam kuliah. Tetapi kalian harus terus menerus melatih diri dalam pendalaman teks agar dapat menggali kekayaan Sabda Tuhan yang akan membantu kalian dalam berpastoral,” ungkap Dosen Kitab Suci ini.

Baca Juga:  Cegah Corona, Korem 161/Wira Sakti Semprot Disinfektan

Teks Kitab Suci yang dipakai dalam pendalaman di antaranya “Perumpamaan tentang pelita dan tentang ukuran” (Mrk 4:21-25), “Yesus menyembuhkan Bartimeus” (Mrk 10:46-52), dan “Yesus pada umur dua belas tahun dalam Bait Allah” (Luk 2:41-52).

Para peserta mengungkapkan kegembiraan mereka dalam mengikuti setiap proses pendalaman sesuai yang diajarkan. Mereka diperkaya oleh banyak hal baru yang tidak pernah mereka ketahui sebelumnya.

Baca Juga:  Satgas Pamtas RI-RDTL Gelar Karya Bakti Bangun Dapur Gereja

Hal itu juga diungkapkan oleh dua Suster Canossa dan para relawan yang hadir dalam kegiatan pendalaman Kitab Suci ini.

“Saya baru tahu banyak hal meski sudah sering baca teks-teks itu. Semoga para pastor juga mempersiapkan diri dengan baik dalam menyusun kotbah dengan melakukan pendalaman teks seperti ini sehingga umat-umat yang sederhana dapat memperoleh kekayaan Sabda Tuhan,” ungkap Itha Sengkoen, seorang relawan komisi Kitab Suci yang hadir. (yohanesbahy/red.)