Komisi Kitab Suci KAK Selenggarakan Talkshow Kitab Suci di Paroki Naikoten

oleh -412 views
Umat mengikuti talkshow Kitab Suci yang diselenggarakan oleh Komisi Kitab Suci Keuskupan Agung Kupang Hari Selasa (28/01/2020), bertempat di aula Paroki St. Yoseph Naikoten.

KUPANG, suluhdesa.com – Dalam Surat Apostolik “Aperuit Illis” Paus Fransiskus menekankan bahwa hari Minggu biasa ketiga yang diperuntukkan bagi Sabda Allah atau Kitab Suci semestinya tidak terjadi hanya satu kali dalam setahun, tetapi satu kali untuk seluruh tahun. Artinya selama satu tahun, segenap umat Katolik hendaknya terus menerus merayakan, mendalami dan menyebarkan Sabda Allah dalam hidup. Meskipun perayaan meriah Minggu Sabda Allah telah dilewati, tetapi aspek pendalaman dan penyebarluasan Sabda Allah harus tetap dilakukan.

Hari Selasa (28/01/2020), bertempat di aula Paroki St. Yoseph Naikoten, Komisi Kitab Suci Keuskupan Agung Kupang menyelenggarakan kegiatan Talkshow Kitab Suci bersama umat dari berbagai paroki dalam kota Kupang yang juga merupakan anggota Legio Maria dan Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI).

Kegiatan diawali dengan kuis Kitab Suci. Siapa yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar pengetahuan Kitab Suci mendapat hadiah berupa buku ‘Mengenal Kitab Suci’ dan buku ‘Inspirasi Sabda’ yang telah disediakan.

Baca Juga:  Maryana Ose, Gadis Muslim Masuk PMKRI Kupang Untuk Bangun Toleransi

John Bahy, pemantik dalam kegiatan talkshow ini membuka kegiatan dengan mengangkat kembali kisah Rasul Filipus dan Sida-sida dari Ethiopia dalam Kisah Para Rasul 8 untuk memberikan penggambaran bahwa umat awam membutuhkan bimbingan dan pendampingan untuk mempelajari Kitab Suci dan RD. Sipri Senda sebagai seorang pengajar Kitab Suci yang menyelesaikan study Kitab Suci di Roma adalah orang yang kompeten dalam hal ini.

Baca Juga:  Puskopdit Bekatigade Timor Gelar RAT ke 31 Tahun Buku 2019

RD. Sipri Senda memberikan pencerahan tentang banyak hal, di antaranya tentang Minggu Sabda Allah, LAI dan LBI, tentang jumlah kitab dalam Kitab Suci Katolik, pengelompokan kitab dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, penggunaan sarana patung dalam Gereja Katolik, berdoa melalui perantaraan Bunda Maria, dan sebagainya.

Umat yang hadir juga semangat memberikan pertanyaan beranjak dari pengalaman mereka di dalam KUB, wilayah maupun paroki. Pertanyaan tentang sikap Liturgi yang benar ketika lektor atau imam membaca Sabda Tuhan, tentang doa Rosario dan ibadat Rosario, tentang penggunaan garam yang diberkati sebagai Sakramentali, tentang bahasa roh, tentang teks ‘Yesus mengutuk pohon Ara’ yang membingungkan, dan sebagainya dijawab tuntas oleh RD. Sipri Senda sebagai nara sumber.

Baca Juga:  KBPP Polri Resort Kupang Kota dan PD NTT Gelar Bakti Sosial

Di akhir kegiatan, John Bahy kembali mengajak semua yang hadir untuk terus membaca Kitab Suci dan menyebarkannya dalam kehidupan keluarga terlebih kepada anak-anak.

“Rasul Petrus dalam 1 Ptr 3:15 mengatakan kepada kita agar selalu siap sedia di segala waktu untuk memberikan pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab tentang iman dan pengharapan kita. Bagaimana kita bisa mengetahui, mengenal,mencintai dan mempertanggung jawabkan iman kita secara baik kalau kita tidak akrab dengan Kitab Suci? Mari terus membaca Kitab Suci,” jelasnya. (yohanes bahy/red.)