Pilkada Ngada: Warga Belum Terima Informasi Siapa yang Bakal Dipilih

oleh -615 views
Pelipus Wungo Kaka, M.Pd (Dosen Bahasa Indonesia STKIP Citra Bakti Ngada)

OPINI, suluhdesa.com – Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Ngada sudah dekat waktunya. Para elit politik dan kader independen telah mempersiapkan diri untuk menjadi calon Bupati-Wakil Bupati Ngada.

Kondisi demikian memang cukup menggelisahkan dan meresahkan kita semua, terutama warga Ngada atau calon wajib pilih yang kelak turut meramaikan Pilkada melalui kehadiran secara sukarela di berbagai Tempat Pemungutan Suara atau TPS yang ada di tempat mereka masing-masing.

Sebagai warga biasa pun kita seperti belum mendapatkan informasi yang utuh mengenai siapa yang akan kita pilih kelak dalam pertarungan politik lima tahunan ini periode 2020-2025.

Kita kadang hanya mendapatkan informasi nama orang dan foto mereka dalam beragam bentuknya, namun tidak memperoleh informasi tentang visi-misi dan program unggulan para bakal calon pemimpin Ngada pekan lima tahun ke depan.

Kondisi semacam ini tentu tak layak dibiarkan berlarut begitu saja. Mesti ada desakan dari kita semua sebagai warga Ngada agar para politisi itu tak sibuk menegasikan dan menafikan sesama politisi.

Baca Juga:  Telah Siapkan Diri, Bupati SBS Akan Maju Lagi di Pilkada Malaka

 Alangkah ajaibnya manakala mereka, para politisi dan pendukungnya, menjadi pencerah sekaligus mencerdaskan publik atau pemilih yang mungkin saja kelak bakal pemilih nanti.

Pilkada Ngada 2020 sejatinya adalah kompetisi ide-ide baik berupa visi-misi dan program unggulan yang mungkin diwujudkan dan mampu dipahami pemilih bahwa penebar atau pembuatnya adalah pasangan yang layak memimpin Ngada selama 5 tahun Periode 2020-2025.

Salah satu bakal calon bupati melalui jalur independen Bapak Wilfridus Muga, M.Pd, menyatakan dirinya sangat optimis untuk bertarung dalam pilkada Ngada 2020. Dirinya adalah sosok jiwa muda yang mengedepankan pembangunan dan pemberdayaan Sumber Daya Manusia yakni Pendidikan, Pertanian dan Peternakan untuk menunaikan ekonomi rakyat. Hal ini dioptimalkan pelayanan pemerintah dari terendah hingga tertinggi.

Atas dasar itu, para bakal calon Bupati dan Wakil Bupati serta pendukung, alangkah baiknya untuk fokus menebar ide-ide baik tersebut, agar pemilih semakin paham tentang siapa yang pantas didukung dan siapa yang perlu dimenangkan kelak di bilik suara.

Baca Juga:  Rayakan HUT Ke 52, OMK Paroki Ruto Gelar Berbagai Perlombaan

Calon pemilih tak boleh lagi dibombardir oleh ujaran-ujaran kebencian, isu-isu picisan dan diskriminasi latar belakang. Karena aksi semacam itu sangat tidak bermutu.

Tua-muda, usungan parpol dan independen adalah tiga klasifikasi yang kerap muncul di Pilkada Ngada dan tentu saja masih sangat relevan dalam Pilkada Ngada 2020. Karena itu, pemunculan diksi pasangan tua-muda, misalnya, sangat wajar saja. Bahkan itu lebih relevan agar suasana menjelang Pilkada semakin hangat, asal tetap dalam bingkai keharmonisan dan kedamaian. Nalarnya sederhana saja, Politisi tua bisa mengambil semangat, kreatifitas dan jejaring dari politisi muda; sementara politisi muda bisa mengambil kebijaksanaan, pengalaman dan nasehat politisi tua.

Baca Juga:  Selain Cantik, Ibu Kristiana Muki Juga Cerdas dan Berintegritas

Kolaborasi semacam ini akan menjadi sumber kekuatan yang bisa saja memenangkan kompetisi lima tahunan ini. Ini tentu masih praduga yang bisa saja salah dan bisa jadi benar. Tapi saya optimis dan percaya bahwa bakal calon yang mampu menggunakan pola ini bakal meraih kemenangan dalam Pilkada Ngada nanti.

Tentu lagi-lagi, tetap mengedepankan proses pendidikan politik secara positif kepada masyarakat.

Sebagai rakyat, saya ingin dan berharap agar para politisi dan pendukungnya tetap fokus pada kompetisi politik dengan menebar ide-ide baik berupa visi-misi dan program unggulan yang mungkin diwujudkan kelak bila mendapatkan mandat sebagai pemimpin Ngada 2020-2025 mendatang.

Mari bersama kita mewujudkan perdamaian dan menunaikan kompetisi Pilkada Ngada 2020 secara damai, elegan, santun dan tetap menghormati perbedaan sikap sekaligus pilihan politik. Inilah cara paling sederhana kita dalam mencintai politik.

 Jadikanlah politik sebagai pemimpin yang berorientasi akuntabel, integritas, damai untuk rakyat tetapi jangan jadikan politik sebagai ruang pribadi dan kekuasaan. (*)

Oleh Pelipus Wungo Kaka, M.Pd (Dosen Bahasa Indonesia STKIP Citra Bakti Ngada)