Melalui Gitar Tunggal Klasik, Yusril Wahidy dan Lisa Nova Rahmawati Melestarikan Kesenian Lampung

oleh -617 views
Yusril Wahidy (18) bersama Lisa Nova Rahmawati asal Desa Canti, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Provinsi Lampung saat mengisi salah satu acara di desanya.

LAMPUNG, suluhdesa.com – Yusril Wahidy (18) pemuda asal Desa Canti, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Provinsi Lampung memiliki bakat bermain gitar tunggal klasik Lampung.

Anak pertama pasutri Mahiyar dan Kus Daryanti ini mulai menunjukan skill dan bakatnya memetik gitar bersama Lisa Nova Rahmawati (18) rekannya sebagai vokalis ini saat mengisi salah satu acara di di desanya.

Keduanya terlihat kompak dan memiliki potensi yang perlu dilakukan pembinaan dan dikembangkan bakatnya sebagai putera-puteri daerah Lamsel, generasi penerus yang mencintai kesenian adat budaya Lampung.

Orang tua Yusril, Mahiyar kepada Media SULUH DESA mengatakan, sebagai orang tua, dirinya mendukung potensi dan bakat yang dimiliki anaknya, sebab kesenian khas Lampung perlu dilestarikan sehingga jangan sampai punah.

“Yang jelas kami sebagai orang tua sangat mendukung. Upaya ini juga untuk melanjutkan tradisi kesenian adat budaya Lampung khususnya di Lampung Selatan,” ujarnya saat ditemui media ini di kediamannya pada Minggu (19/01/2020).

Baca Juga:  Cegah Stunting di Desa Tanjung Sari, Puskesmas Palas Tanam Katuk dan Kelor

Menurut Mahiyar, kesenian adat budaya Lampung seperti gitar tunggal saat ini sudah mulai jarang didengar. Oleh karena itu, dirinya mendukung bakat yang dimiliki anaknya untuk terus belajar dan melestarikan budaya Lampung melalui kesenian.

“Kita sepenuhnya mendukung, kita ketahui seni adat budaya Lampung semakin hari semakin pudar terkikis oleh kemajuan zaman,” jelasnya.

Dia menambahkan, Desa Canti, Kecamatan Rajabasa ini merupakan salah satu tempat wisata dengan keragaman adatnya.

“Mudah-mudahan adanya seni musik gambus ini bisa meningkatkan minat wisatawan dan kelestarian adat budaya Lampung,” harapnya.

Kepala Desa Canti Jahidin mengatakan bahwa, Pemerintahan Desa Canti sangat mendukung penuh kesenian adat budaya Lampung.

“Semoga bakat yang dimiliki Yusril dan Lisa bisa terus dikembangkan. Kita sebagai Aparatur Desa Canti sangat mendukung, sebab kegiatan ini juga merupakan salah satu cara untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia melalui kesenian,” katanya.

Baca Juga:  Para Ketua RT Pertanyakan Jumlah Insentif Mereka Kepada Kades Palas Jaya-Lampung

Jahidin menjelaskan, di Desa Canti saat ini memiliki Sanggar yang diberi nama Sanggar Way Biyah serta alat musik yang dapat mendukung kegiatan para pemuda-pemudi dalam hal kesenian seperti yang dilakukan Yusril dan Lina.

“Kita akan support semaksimal mungkin pemain gitar dan vokalis ini untuk meningkatkan potensi yang dimiliki serta menumbuhkembangkan potensi lain yang ada di desa. Tentunya hal positif akan kami dukung sepenuhnya asalkan tidak bertentangan dan menyalahi aturan yang ada, dengan harapan ketika mereka maju jangan sampai lupa dari mana asal mereka,” tegasnya.

Sementara itu, Yusril Wahidy pemain gitar klasik Lampung mengatakan dirinya belum lama ini belajar memainkan gitar klasik Lampung dan berencana akan terus belajar dan meningkatkan bakat yang ada.

“Kalau main gitar sudah lama, dari dulu saya suka dengan gitar gambus ini akan tetapi bingung ingin belajar ke mana dan dengan siapa. Namun saat ini saya belajar dan bergabung bersama Al Muktarom pemain gitar muda asal Desa Pauh Tanjung Iman,” tuturnya.

Baca Juga:  Gubernur NTT: Gedung Sasando Bisa Digunakan Orang Muda Untuk Kreasi Musik

Bahkan, kata dia, dirinya bersama rekan vokalisnya Lisa Nova Rahmawati berencana akan mengikuti perlombaan di Bandar Lampung.

“Kalau tidak ada halangan kami tanggal 21 sampai 24 Januari ikut lomba seni budaya Lampung petik Gitar Tunggal di Provinsi Lampung,” tukas pria ini yang juga Mahasiswa Fakultas Unila Bandar Lampung.

Kemudian sang vokalis, Lisa Nova Rahmawati menceritakan jikalau bakat yang dimilikinya merupakan rasa kecintaannya kepada adat, seni dan budaya yang ada di Lampung Selatan.

Kata pelajar MA Al-Khaoriyah Waylahu ini, dirinya menyukai lagu daerah Lampung sudah lama dan hobby mendengarkan musik dan lagu-lagu khas daerah Lampung.

“Sukanya sudah lama, kami sudah 3 kali tampil dalam mengisi acara yang ada di desa. Tujuan saya untuk melestarikan kesenian budaya adat Lampung melalui lagu-lagunya,” tutup anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Andi Hendrawan dan Nurhayati ini. (aan/saf)