Kabupaten Rote Ndao Siap Benahi Data Stunting

oleh -518 views
Rapat koordinasi diarahkan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Rote Ndao, Ir. Untung Harjito dan bertempat di aula Bapelitbang Kabupaten Rote Ndao, Jumat (10/01/2020)

ROTE, suluhdesa.com – Kabupaten Rote Ndao kembali menggelar rapat koordinasi perdana untuk pencegahan dan penanganan stunting terintegrasi dengan melibatkan tim percepatan pencegahan dan penanganan stunting lintas sektor.

Rapat koordinasi ini digelar pada hari Jumat (10/01/2020) bertempat di aula Bappelitbang Kabupaten Rote Ndao. Rapat ini dibuka di bawah arahan Asisten Pemerintahan dan Kesra Ir. Untung Harjito dan dijalankan dibawah koordinasi Bappelitbang Kabupaten Rote Ndao.

Hadir pada rapat ini tim percepatan pencegahan dan penanganan stunting terintegrasi yang terdiri dari perangkat daerah seperti Dinas Kesehatan, Dinas PMD, Dinas Dukcapil, Dinas PKO, Dinas Sosial, Dinas P3AP2KB, Dinas PKPLH, Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Pangan, serta para kepala Puskesmas se-Kabupaten Rote Ndao dan tenaga pengelola gizi Puskesmas.

Saat rapat dibuka, Ir. Untung Harjito Asisten Pemerintahan dan Kesra Rote Ndao menekankan pentingnya data, ‘’masalah pembangunan adalah masalah data.” Karena itu mewakili Bupati Rote Ndao ia berharap seluruh sektor dapat saling bersinergi untuk memperkuat data dan stunting perlu ditangani dari hulu ke hilir, dimulai dari pembenahan data di tingkat Pustu dan desa.

Baca Juga:  Garam Dapur Dan Teknologi Pertanian

Rapat ini dilakukan untuk menyelesaikan Aksi 8 dari 8 aksi konvergensi yang dipedomani dari Bappenas, yaitu review kinerja tahunan. Dalam rapat peserta disajikan dengan target dan capaian aksi konvergensi di tahun 2019, capaian data stunting di tahun 2019 serta agenda baru tim percepatan dan pencegahan stunting Kabupaten Rote Ndao di tahun 2020.

Tahun 2020, tim percepatan pencegahan dan penanganan stunting Kabupaten Rote Ndao menargetkan untuk peningkatan akurasi data untuk pelaksanaan aksi konvergensi tahun 2020. Agar data lebih akurat maka seluruh sasaran yakni masyarakat yang memiliki anak Balita akan digerakkan untuk hadir di Posyandu.

Tim percepatan dan penanganan stunting Kabupaten akan bekerja sama dengan aparat desa, kelurahan dan kecamatan untuk memobilisasi masyarakat ke Posyandu terdekat. Penimbangan dan pengukuran Balita pada bulan Februari direncanakan untuk dilaksanakan bersama dalam tim yang terdiri dari tenaga gizi, tim kabupaten dan provinsi. Ini dilakukan untuk memastikan hasil penimbangan lebih akurat.

Selain itu tim percepatan juga mendorong Gerakan Menanam Marungga (Mai Ita Fo’a Fo Sele Aifo), mensosialisasikan Gerakan ROTE CERDAS serta melaksanakan penilaian kinerja desa lokus dan Puskesmas.

Rapat koordinasi pencegahan dan penanganan stunting menghasilkan 8 (delapan) poin kesepakatan, yakni:

  1. Seluruh OPD terkait antara lain Dinas Kesehatan, Dinas PMD, Dinas PKPLH, Dinas Pangan, Dinas P3AP2KB dan Dinas Sosial akan mempersiapkan data-data 25 indikator tahun 2019 dan melaporkan ke Bappelitbang paling lambat hari Jumat, 24 Januari 2020.
  2. Tim percepatan pencegahan dan pananganan stunting terintegrasi akan menyiapkan laporan dan rekomendasi ke Bupati agar pencairan dana BOK Stunting dikedepankan dan formasi pengadaan tenaga pengelola gizi Puskesmas demi tercapainya target kinerja stunting.
  3. Dinas Dukcapil akan mempersiapkan data Balita dan remaja putri tahun 2020. Data tersebut dipergunakan untuk penentuan target timbang Balita dan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD).
  4. Dinas PMD akan memasukkan penilaian kinerja desa terkait stunting pada saat lomba desa sebagai bentuk komitmen desa mengatasi stunting.
  5. Dinas Kesehatan bekerjasama dengan Dinas PMD untuk segera menyiapkan surat edaran Bupati terkait bulan penimbangan Balita.
  6. Dinas Peternakan berkoordinasi dengan Satpol PP akan menyiapkan penegakkan Perda tentang penertiban ternak agar masyarakat dapat menggunakan lahannya untuk menanam.
  7. Mendorong Gerakan Menanam Marungga (Mai Ita Foa Fo Sele Aifo) dibawah kerjasama Dinas PMD, TP PKK Kabupaten, Dinas Pangan, Dinas Pertanian dan Dinas Kesehatan dan di bawah koordinasi Tim Percepatan dan Penanganan Stunting Terintegrasi Tingkat Kabupaten
  8. Dinas Perikanan akan mendorong masyarakat memanfaatkan potensi pengembangan budidaya ikan untuk memastikan akses mengkonsumsi ikan yang memadai di desa lokus stunting agar Gerakan Makan Ikan (Gemari) bisa tercapai. (fwl/red.)
Baca Juga:  Satgas Pamtas RI-RDTL, Buatkan Jamban Warga Perbatasan