OMK Paroki St. Familia Wae Nakeng-Lembor Tanam 5000 Bibit Palem

oleh -595 views
Bibit-bibit pohon palem dikoker di dalam gelas bekas air mineral oleh OMK Paroki St. Familia Wae Nakeng-Lembor

LEMBOR, suluhdesa.com –  Orang Muda Katolik (OMK) Paroki St. Familia Wae Nakeng-Lembor memanfaatkan musim hujan yang sedang terjadi di Flores secara seluruhnya dengan melakukan penanaman bibit pohon palem dalam koker gelas bekas air mineral pada hari Rabu (08/01/2020) pagi di lingkungan Gereja Paroki St. Familia Wae Nakeng-Lembor.

Ketua OMK Paroki St. Familia Wae Nakeng-Lembor  Eltris Gibun kepada Media SULUH DESA lewat pesan Whatsapp pada hari Rabu (08/01/2020) pukul 18.00 wita menyampaikan bahwa, dalam menghadapi musim hujan ini, Orang Muda Katolik  berinisiatif melakukan penanaman bibit bunga palem yang ditargetkan mencapai 5000 koker bibit bunga Palem.

Arto Huntar, salah satu tokoh masyarakat yang sempat hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi OMK Paroki St. Familia Wae Nakeng-Lembor yang peduli terhadap lingkungan.

“Kegiatan ini juga bertujuan mengarahkan orang muda tentang betapa pentingnya menanam apa saja untuk lingkungan yang hijau dan sehat. Ini juga mengajarkan orang muda untuk mencintai pertanian, bertani, dan menanam,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Romo Benditus Jehadun, Pr, Pastor Paroki St. Familia Wae Nakeng-Lembor mengucapkan terima kasihnya atas kerja keras Orang Muda Katolik yang antusias menanam bibit  bunga palem sehingga nantinya  bisa menghiasi lingkungan Gereja dan akan bisa membantu umat pada saat dibutuhkan untuk kegiatan-kegiatan di Gereja.

Baca Juga:  Resmi Ditutup, Sayembara Logo dan Mars Pesparani 2020 Diikuti 94 Peserta Lintas Agama

Dion, seorang OMK Paroki St. Familia Wae Nakeng-Lembor mengatakan bahwa pada awalnya bibit palem yang ada hendak dibagikan ke umat. Hal itu dilakukan untuk realisasi pelaksanaan program yang pernah disampaikan dalam sidang pleno DPP Paroki St. Familia Wae Nakeng-Lembor awal tahun 2019 lalu.

“Tetapi karena musim hujan yang terlambat makanya kegiatan ini agak telat. Ya ini program sangat bersifat ekologis, ekonomis dan liturgis. Ekologis karena akan memperindah lingkungan dan membuat udara segar. Ekonomis karena ke depannya kita tak perlu buang uang lagi untuk biaya transportasi mencari daun palem. Liturgis karena daun palem akan kita pakai atau gunakan saat Liturgi Minggu Palma menjelang Hari Raya Paskah setiap tahun,” pungkasnya. (gd/red.)