Penipuan Perumahan Syariah, Polisi Akan Panggil Ustaz Yusuf Mansur

oleh -626 views
Pada gambar atau foto Ustaz Yusuf Mansur tampak tampil menghiasi brosur-brosur pemasaran perumahan

SURABAYA, suluhdesa.com – Terkait dengan permasalahan kasus penipuan Perumahan Syariah Multazam Islamic Residence, Polisi akan memanggil Ustaz Yusuf Mansur sebagai saksi. Pemanggilan dilakukan untuk dimintai keterangan terkait peran Yusuf Mansur sebagai motivator saat diundang pengelolanya.

“Pada saat ekspos tahun 2016 lalu, sempat mengundang Ustaz Yusuf Mansur sebagai motivator. Yang bersangkutan menyatakan, bahwa Multazam itu bagian dari kelompok bisnis yang akan berkembang di Surabaya,” ujar Kapolrestabes Surabaya Kombes Sandi Nugroho kepada wartawan, Senin (6/1/2020).

Saat ini pihaknya telah berupaya memanggil Yusuf Mansur. Pemanggilan itu dianggap penting karena akan diketahui sejauh mana peran tersangka atau pengelola dalam penipuan yang dilakukannya.

Baca Juga:  Gubernur Jatim: Sungai-Sungai Di Wilayah Jatim Perlu Pengerukan

“Sampai saat ini, kami akan mencoba menghubungi Ustaz Yusuf Mansur untuk menggali informasi terkait yang dilakukan tersangka dan perumahan,” terangnya.

“Kami sedang koordinasikan, mudah-mudahan beliau Ustaz Yusuf Mansur berkenan hadir untuk diperiksa,” tambahnya. 

Pada gambar atau foto Ustaz Yusuf Mansur tampak tampil menghiasi brosur-brosur pemasaran perumahan. Brosur itu ditampilkan saat rilis bersama dengan sejumlah barang bukti dan tersangka pengelolanya. 

Baca Juga:  Seorang Pria Ditemukan Membusuk Dalam Sebuah Kamar Kost di Surabaya

Polisi membongkar penipuan berkedok perumahan syariah Multazam Islamic Residence yang dijalankan PT Cahaya Mentari Pratama. Satu orang tersangka selaku Direktur Utama berinisal MS ditahan. 

Sedangkan tanah perumahan yang dijanjikan, itu merupakan tanah milik orang lain. 

“Ternyata tanah orang bukan milik tersangka atau PT. Cahaya Mentari Pratama. Dari data paguyuban korban perumahan itu, ada 32 orang menjadi korban. Terus ada laporan lain di Polda Jatim dan Polres Sidoarjo, itu belum terdata berapa orang korbannya,” kata Sandi.

Baca Juga:  Menpora Kunjungi Evan Dimas di Kediamannya

Kapolrestabes Surabaya Kombes Sandi Nugroho mengatakan setidaknya ada 32 orang lebih yang menjadi korban perumahan fiktif itu dengan kerugian mencapai ratusan miliar. (sum/sum)