Tahukah Anda Tentang Bahaya Merokok, Berikut Penjelasannya!

oleh -3.103 views
Ilustrasi: Rokok Membunuhmu.

PENGETAHUAN, suluhdesa.com – Rokok adalah lintingan atau gulungan tembakau yang digulung /dibungkus dengan kertas, daun, atau kulit jagung, sebesar kelingking dengan panjang 8-10 cm, biasanya dihisap seseorang setelah dibakar ujungnya. Rokok merupakan pabrik bahan kimia berbahaya. Hanya dengan membakar dan menghisap sebatang rokok saja, dapat diproduksi lebih dari 4000 jenis bahan kimia. 400 diantaranya beracun dan 40 diantaranya bisa berakumulasi dalam tubuh dan dapat menyebabkan kanker.

Rokok juga termasuk zat adiktif karena dapat menyebabkan adiksi (ketagihan) dan dependensi (ketergantungan) bagi orang yang menghisapnya. Dengan kata lain, rokok termasuk golongan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, Alkohol, dan Zat Adiktif).

Alasan Pertama Kali Merokok

Alasan pertama kali merokok dari berbagai hasil penelitian antara lain: coba-coba, agar terlihat gaya (gengsi, ikut-ikutan, meniru orang tua, sekedar ingin merasakan, iseng, kesepian, menghilangkan ketegangan, biar tidak dikatakan banci, lambang kedewasan, mencari inspirasi, sebagai penghilang stress.

Baca Juga:  Mahasiswa FKM Undana Kupang dan Panti Asuhan Sonaf Maneka Lakukan Ketahanan Pangan

Bagi kebanyakan pelajar, mulai merokok disebabkan oleh dorongan lingkungan. Contohnya, pelajar tersebut merasa tidak enak kepada teman-temannya karena dia tidak merokok. Sehingga dia pun mulai merokok dan akhirnya menikmati rokok tersebut. Kebanyakan pelajar juga beranggapan bahwa dengan merokok dirinya merasa sangat hebat, punya gaya, dan ditakuti. Padahal, jika dia tidak pandai-pandai menjaga dirinya, rokok adalah awal dari terjerumusnya seseorang kepada obat-obatan terlarang. Penikmat  rokok terbagi menjadi dua, yaitu: Perokok Aktif dan Perokok Pasif.

Perokok Aktif dan Perokok Pasif

Perokok Aktif adalah seseorang yang dengan sengaja menghisap lintingan atau gulungan tembakau yang dibungkus biasanya dengan kertas, daun, dan kulit jagung. Secara langsung mereka juga menghirup asap rokok yang mereka hembuskan dari mulut mereka. Tujuan mereka merokok pada umumnya adalah untuk menghangatkan badan mereka dari suhu yang dingin. Tapi seiring perjalanan waktu pemanfaatan rokok disalah artikan, sekarang rokok dianggap sebagai suatu sarana untuk pembuktian jati diri bahwa mereka yang merokok adalah keren.

Baca Juga:  Viktorinus Salu, Menjadi MC Adalah Panggilan Hidup

Perokok Pasif adalah seseorang atau sekelompok orang yang menghirup asap rokok orang lain. Telah terbukti bahwa perokok pasif mengalami risiko gangguan kesehatan yang sama seperti perokok aktif, yaitu orang yang menghirup asap rokoknya sendiri.

Bahan-Bahan Rokok yang Berbahaya Bagi Kesehatan

Setiap batang rokok mengandung lebih dari 4000 jenis bahan kimia berbahaya bagi tubuh. 400 diantaranya bisa berefek racun, sedangkan 40 diantaranya bisa mengakibatkan kanker. Ini adalah sebagaian dari contoh-contohnya: nikotin, karbon monoksida (CO), tar, DDT (Dikloro Difenil Trikloroetana)/racun serangga, aseton, formaldehid, kadmium, arsenik, ammonia, polonium-210, hidrogen sianida, vinil klorida, dan naftalena.

Kebiasaan merokok dapat menyebabkan berbagai penyakit dan bahkan bisa menyebabkan kematian. Berikut beberapa penyakit yang ditimbulkan oleh rokok, yaitu: rambut rontok, katarak, kulit keriput, hilangnya pendengaran, kanker kulit, caries, enfisema, kerusakan paru, berisiko tinggi terkena kanker paru-paru dan jantung, osteoporosis, penyakit jantung, tukak lambung, diskolori jari-jari, kanker uterus, kerusakan sperma, enyakit Buerger.

Baca Juga:  Cara SMART dan SMALL untuk Cegah DBD di Kota Kupang

Cara Menghentikan Kebiasaan Merokok dan Cara Menghindarinya

Agar terhindar dari kebiasaan merokok, maka sepatutnya kita menanamkan keyakinan yang kuat bahwa kebiasaan merokok tidak akan pernah menguntungkan diri sendiri dan orang lain. Kita harus terbiasa untuk bersikap asertif, untuk tetap mengatakan tidak pada rokok. Apabila telah mampu kita terapkan, maka teman sebaya atau kelompok kita bisa dijadikan kader pendidik sebaya.

Bagi para perokok, khususnya remaja, untuk berhenti dari kebiasaan merokok bukanlah suatu hal yang mustahil. Apabila remaja meninggalkan kebiasaan merokok hari ini, maka badan akan terbebas dari nikotin dalam masa 8 jam. Setelah satu minggu efek dari kebiasaan merokok tersebut akan hilang. Lama-kelamaan, tubuh akan memperbaiki kerusakannya akibat tembakau dan bahan kimia lain yang pada rokok. (*)

Oleh Manasie Nompetus (Mahasiswa Semester V, Jurusan Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Nusa Cendana)