Mari Belajar Menulis Berita di Media Suluh Desa

oleh -623 views
Frids Wawo Lado (Pemimpin Redaksi Media SULUH DESA/www.suluhdesa.com)

REDAKSI, suluhdesa.com – Dewasa ini dengan kemajuan teknologi yang amat canggih telah memberikan peluang besar bagi tumbuhnya media-media dalam jaringan (baca : Media Daring, Red.). Menjamurnya berbagai media daring diantara media-media berita lainnya tidak serta merta menimbulkan persaingan untuk mendapatkan fakta dan data lapangan sebagai konten berita yang menarik, tetapi media daring justru mampu menemukan sendiri kekayaan informasi dari lapangan kepada masyarakat atau penikmat berita.

Kemajuan peradaban pada multidimensi kehidupan secara holistik justru menambah kekayaan informasi yang perlu diketahui olah khalayak ramai. Hal inilah yang memberikan peluang besar bagi tumbuh berkembangnya media daring. Semakin banyak media justru semakin banyak isu yang dapat diangkat.

Meski demikian, kekayaan fakta-fakta lapangan yang dapat diangkat sebagai konten oleh media bukan berarti tidak menimbulkan persaingan antar media yang satu dengan media yang lain, termasuk media daring. Persaingan itu selalu nampak dan ditunjukkan dengan besarnya minat masyarakat yang mengaksesnya.

Dalam kaitannya dengan kehadiran media daring, masyarakat cenderung mengakses informasi atau muatan berita hanya pada media daring tertentu yang secara konsisten menyajikan konten-konten informasi unik,  menarik,  dan edukatif. Untuk itu diperlukan kemasan media yang memiliki kekhasan tersendiri untuk dapat eksis di tengah persaingan yang ada.

SULUH DESA sebagai media daring hadir dengan spirit baru melalui tagline “Membangun Bangsa Dari Desa” menjadi pembeda dengan media-media daring pada umumnya. Terdapat dua esensi mendasar yang sekaligus menjadi visi besarnya.

Arti “suluh” adalah sebagai alat atau barang yang digunakan untuk menerangi. Sedangkan tagline “Membangun Bangsa Dari Desa” memberikan makna bahwa Media SULUH DESA atau www.suluhdesa.com mengemban misi untuk turut memajukan pembangunan dan peradaban desa lewat tulisan dan karya jurnalistik lainnya.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, media daring “Suluh Desa” melaksanakan misi sebagai penyedia informasi tentang berbagai isu-isu objektif baik nasional maupun lokal,  khususnya yang berkaitan dengan peristiwa, potensi dan permasalahan yang berada di desa, sekaligus menampung dan menyalurkan informasi-informasi edukatif kepada masyarakat desa dalam mendukung kemajuan desa.

Di sini terlihat jelas bahwa selain memperkenalkan desa kepada dunia, Media SULUH DESA juga membawa pengalaman-prngalaman atau pristiwa global kepada desa atau terjadi tukar tambah informasi antara desa dan dunia luas.

Visi besar tersebut merupakan keunikan atau ciri yang membedakan Media SULUH DESA dengan media-media berita bada umumnya. Visi ini sekaligus mendukung terobosan gagasan Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo yang menempatkan desa sebagai teras Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Terobosan besar membangun bangsa melalui peningkatan pembangunan mulai dari tingkat desa perlu dikontrol, diawasi dan dipublikasikan secara konsisten dan continue agar gagasan besar tersebut tidak hanya habis pada tataran ide,  melainkan sampai pada implementasi yang akuntabel dan transparan. Pada titik inilah Media SULUH DESA hadir sebagai media berita yang menjawab semua kebutuhan itu.

Melalui visi besar serta ciri khas yang inovatif ini,  kita percaya bahwa Media SULUH DESA akan menjadi media yang terdepan dan paling diminati.

Baca Juga:  Media Suluh Desa/www.suluhdesa.com Hadir Membangun Bangsa Dari Desa

Oleh karena itu sebagai bentuk dukungan terhadap literasi di masyarakat maka Redaksi SULUH DESA memberikan kesempatan kepada seluruh pembaca media ini untuk dapat menuliskan informasi atau peristiwa apa pun yang terjadi di sekitarnya.

Untuk semua masyarakat yang ada di desa-desa, para mahasiswa yang baru saja menjadi sarjana atau siapa pun silakan mengirimkan tulisan anda yang mengangkat inovasi-inovasi program desa dan kejadian lainnya supaya dapat diketahui publik dengan mengikuti aturan penulisan berita berikut ini;

Apa Itu Berita ?

Berita adalah informasi baru atau informasi mengenai sesuatu yang sedang terjadi, disajikan lewat bentuk cetak, siaran, Internet, atau dari mulut ke mulut kepada orang ketiga atau orang banyak.

Laporan Berita

Laporan berita merupakan tugas profesi wartawan, saat berita dilaporkan oleh wartawan laporan tersebut menjadi fakta/ide terkini yang dipilih secara sengaja oleh redaksi pemberitaan/media untuk disiarkan dengan anggapan bahwa berita yang terpilih dapat menarik khalayak banyak karena mengandung unsur-unsur berita.

Pentingnya 5 W + 1 H dan Piramida Terbalik

Menulis berita bukan sekadar mencurahkan isi hati. Sebab, sebuah berita harus dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, aktual, dan informatif.

Tidak seperti menulis karangan yang mendayu-dayu. Kualitas berita tentu harus memenuhi kriteria umum penulisan, yaitu 5W+1H.

Selain syarat tersebut, sebenarnya ada juga syarat yang juga wajib dimengerti oleh seorang jurnalis, yaitu persyaratan bentuk. Dalam jurnalistik syarat bentuk ini lebih sering dikenal dengan sebutan ‘Piramida Terbalik’. Mengapa disebut piramida terbalik, Karena bentuknya memang mirip dengan piramida mesir namun posisinya terbalik.

Mengapa kedua hal ini disebut sebagai dasar menulis bagi wartawan? Karena kedua teknik ini juga bisa, dan memang efektif, dipakai oleh penulis non-wartawan, termasuk blogger.

Mengapa harus menggunakan metode Piramida Terbalik?

Maksudnya adalah agar pembaca dapat segera mengetahui inti dari berita yang ingin diketahuinya. Apalagi disaat seperti sekarang yang serba cepat.

Ketika menulis di media daring/online/ ketika berita yang disajikan via media online misalnya, sebaiknya dalam membuat berita langsung ke pokok beritanya. Informasi- informasi penting (inti) disajikan pada awal paragraf, selanjutnya informasi pendukung mengikuti paragraf berikutnya.

Alasannya Apa Ya….?

Pembaca.

Bagi pembaca, artikel piramida terbalik akan memudahkannya menangkap inti cerita, karena informasi yang paling pokok langsung dibeberkan sejak alinea-alinea awal.

Tak Hanya Itu,

Bagi wartawan maupun redaktur, akan memudahkan dalam penulisan dan editing berita, karena mereka lebih fokus pada pokok pikiran berita yang mereka tuliskan. Sedangkan redaktur pun akan sangat mudah dalam menyunting atau pun memotong berita, tinggal menghapus paragraf-paragraf akhir yang dianggap tidak terlalu penting.

Sementara, bagi media dengan penulisan piramida terbalik ini, akan menghemat space halaman.

Sifat Berita

1. Aktual (baru).

– Hal-hal yang baru lebih memiliki nilai berita dibandingkan hal-hal yang terjadi sudah lama.

2. Jarak (jauh/ dekat).

– Khalayak lebih tertarik akan kejadian yang terjadi di sekitar mereka dibandingkan dengan kejadian di tempat yang lebih jauh.

Baca Juga:  Dikunjungi Kapolda NTT, Ketua KPU Malaka; Ini Dukungan Bagi Kami

3. Penting.

– Sesuatu menjadi berita saat dianggap penting, karena berpengaruh pada kehidupan langsung, contoh: UU larangan merokok.

4. Akibat.

Sesuatu menjadi berita karena memiliki dampak yang besar, contoh: penayangan film Fitnah di situs YouTube.

5. Pertentangan/ konflik.

6. Seks.

Contohnya seperti perceraian, perselingkuhan, dan lain sebagainya.

7. Ketegangan.

– Contohnya seperti saat-saat pelantikan presiden.

8. Kemajuan-kemajuan.

– Inovasi baru atau perubahan.

9. Emosi,

Segala sesuatu yang apabila dikabarkan akan membuat marah, sedih, kecewa.

Contohnya: pemberitaan tentang bayi baru lahir yang ditemukan di tempat sampah.

10. Humor,

Hal-hal unik dan konyol yang menimbulkan tawa atau kelucuan. Misalnya seorang nenek yang menarik-narik tangan Presiden Jokowi lantaran mendapat hadiah sepeda dalam suatu pertemuan. Dan lain sebagainya.

Catatan; Tidak semua peristiwa itu layak dijadikan sebagai berita. Kadang Karena tingginya kebutuhan akan berita, ada saja penulis berita yang kemungkinan beranggapan bahwa trafick sebagai yang terpenting.

Jika hal itu yang terlintas tentunya, dalam menulis berita mereka lebih mementingkan bagaimana meningkatkan trafick daripada isi berita.

Lantas 5W+ 1H Apa ?

5W+1H adalah singkatan dari :

what,

who,

when,

where,

why,

how.

Bahasa Indonesia menjadi :

apa,

siapa,

kapan,

di mana,

mengapa,

bagaimana.

Semua unsur inilah yang harus terkandung dalam sebuah artikel biasa atau berita biasa.

Artikel Berbentuk Berita Memiliki Struktur Unik, Benarkah ?

Inti informasi ditulis pada alinea awal (disebut sebagai “Lead” atau “Teras Berita”; biasanya satu hingga dua paragraf).

Data-data penting menyusul pada alinea-alinea selanjutnya, lalu penjelasan tambahan, dan diakhiri dengan informasi lain yang bukan bersifat informasi utama. Inilah yang disebut sebagai piramida terbalik.

Lantas Apa Solusinya ?

Ketika ingin menulis berita, ada baiknya yang pertama kali diperhatikan bagi penulis berita, yakni bagaimana menulis sebuah berita yang baik, menarik, dan sesuai aturan.

Contohnya Apa ?

Berikut beberapa tips menulis berita bagi pemula:

A. Tips Ketika Menemukan Peristiwa Untuk Dijadikan Berita

Berita berisi peristiwa yang sifatnya aktual dan penting untuk disebarluaskan.

Misalnya; Peristiwa kebakaran, bencana alam, dan kejadian mendadak lainnya yang menarik perhatian umum.

Jika tidak ada, bagaimana ?

Perlu dilakukan pencarian kegiatan-kegiatan atau peristiwa unik yang muncul di masyarakat. Misalnya; berita mengenai pejabat pemerintah yang masuk ke pasar tradisional, orang biasa yang naik angkutan umum kurang menarik untuk dijadikan berita, tetapi jika hal tersebut dilakukan oleh publik figure tentu layak menjadi sebuah berita. Contoh lain misalnya; Berita mengenai adat istiadat di suatu daerah, dsb.

B. Pencarian sumber berita

Ketika penulis menemukan peristiwa yang akan dijadikan sebagai berita, maka penulis berita perlu mencari sumber irformasi yang yang tepat, agar isi berita akurat. Misalnya: berita tentang perampokan, maka informasi bisa didapatkan dengan melakukan wawancara dengan pihak kepolisian terkait, saksi mata perampokan, atau warga sekitar.

Catatan: jangan Lupa di catat, direkam atau sebutan lainnya.

Baca Juga:  LPMP NTT Dan Media Cakrawala Gelar Seminar Pendidikan

C. Wawancara, Observasi, dan Dokumentasi

Wawancara

Wawancara perlu dilakukan untuk mendapatkan fakta mengenai peristiwa perampokan yang terjadi, data korban serta proses kejadian. Wawancara dilakukan melalui tanya jawab dengan sumber informasi.

Observasi

Observasi dilakukan dengan mengamati gejala yang tampak di lokasi kejadian.

Dokumentasi

Dokumentasi dilakukan dengan mencari dan mengumpulkan data yang bersumber dari buku, majalah, arsip, atau dokumen lainnya.

D. Catat Hal-Hal Penting

Dalam proses pencarian informasi, perlu dilakukan pencatatan hal-hal penting berkenaan dengan berita yang akan ditulis.

Pencatatan dapat dipandu dengan pertanyaan 5W1H yaitu:

– What : peristiwa apa yang terjadi,

– Who: siapa yang terlibat dalam peristiwa tersebut,

– Where: di mana peristiwa tersebut terjadi,

– When: kapan peristiwa tersebut terjadi,

– Why: mengapa peristiwa tersebut terjadi, dan

– How: bagaimana proses terjadinya peristiwa.

Catatan: ingat, satu pertanyaan yang diajukan maka akan dapat menciptakan ribuan pertanyaan lainnya. Intinya Fokus.

E. Membuat Kerangka Berita

Apa itu kerangka berita ?

Kerangka berita merupakan gambaran kasar bagaimana informasi yang telah dikumpulkan tersebut akan diramu dalam sebuah laporan berita.

Berita terdiri dari 3 unsur yaitu;

1. Judul,

2. Teras, serta

3. Kelengkapan atau penjelasan berita.

Model berita yang ditulis juga bisa berupa berita langsung, yang mengemukakan unsur 5W + 1H pada awal paragraf (biasanya alinea kesatu dan kedua) atau berita tidak langsung yang mengemukakan unsur 5W + 1H pada pertengahan hingga akhir paragraf.

F. Menulis Teras Berita

Teras berita merupakan alenia pertama sebuah berita. Teras berita sebaiknya ringkas (maksimal 35 kata), dan sebaiknya diawali dengan unsur “who” (siapa) dan “what” (apa).

Sesuaikan struktur penulisan dengan kaidah bahasa Indonesia yaitu SPOK (Subjek, Predikat, Objek, dan Keterangan).

Untuk berita mengenai peristiwa yang akan terjadi, unsur waktu dan tempat biasanya ditempatkan di bagian akhir paragraf.

Catatan: gunakan seminim mungkin kutipan atau pertanyaan pada teras berita.

Bagaimana Menulis Berita di Media SULUH DESA?

1.JUDUL

Penulisan judul kiranya cukup dengan menggunakan 5 – 8 kata saja (10 kata maksimal).

Penulisan judul harus menggunakan huruf kapital huruf besar pertama dan dilarang menggunaan tanda titik pada akhir judul dan penggunaan titik (.) atau (,) berlebihan.

contoh; 

KPK Menangkap Ketua DPRD.

Benar

KPK Menangkap Ketua DPRD

2.TERAS BERITA

Penulisan alinea pembuka diawali dengan nama (daerah). Daerah di maksud adalah di mana berita dituliskan dengan huruf kapital dan di tambahkan nama media online suluhdesa.com, serta dituliskan dengan menggunakan huruf miring.

Contoh ;

KUPANG, suluhdesa.com – ………..

(biasanya untuk ini masing-masing media memiliki perbedaan dan gaya sesuai yang telah redaksi media tersebut sepakati).

3.MENULIS TERAS BERITA

Sebagaimana teras berita adalah bagian terpenting dalam sebuah berita dan dapat mencerminkan sebuah judul.

Bagi rekan-rekan, berkenan belajar cara penulisan teras berita (paragraf pembuka). Berikut rumusnya agar mudah di pahami sebagai berikut ;

RUMUS

KUPANG, suluhdesa.com – (Kegiatan) …….. (Siapa) ………. (Dimana) ……….. (Hari), ……….(Tanggal/bulan) ……  (Pukul)

Contoh penulisan

KUPANG, suluhdesa.com  – Dalam rangka hari raya Natal 25 Desember 2019, Gubernur NTT Viktor Laiskodat dan keluarga menggelar open house di rumah jabatan Gubernur NTT, Rabu (25/12/2019) Pukul 11.00 wita.

Atau

KUPANG, suluhdesa.com – Gubernur NTT Viktor Laiskodat dan keluarga menggelar open house hari raya Natal 25 Desember 2019 di rumah jabatan Gubernur NTT, Rabu (25/12/2019) Pukul 11.00 wita.

(Kegiatan) Open House hari raya Natal

(Siapa) Gubernur NTT Viktor Laiskodat

(Dimana) di rumah jabatan Gubernur NTT

(Hari) Rabu.

(Tanggal/bulan) (25/12/2019)

(Pukul) Pukul 11.00 wita.

Selanjutnya penulisan dapat dikembangkan dengan gaya penulisan masing-masing. Pada intinya penulisan teras berita harus singkat dan padat. tidak mesti harus memenuhi 5 W + 1 H, tetapi paling sedikit memuat 2 unsur.

Sekian, semoga bisa dapat di pahami dan bermanfaat untuk kebaikan bersama. Terima kasih. (*)

Oleh: Frids W Lado (Pemimpin Redaksi Media SULUH DESA/www.suluhdesa.com)