Potongan Tubuh Manusia Ditemukan Dalam Perut Buaya di Desa Hai-Maluku Utara

oleh -964 views
Setelah beberapa hari berjaga-jaga disekitar sungai, buaya yang diduga menerkam Tekira berhasil ditemukan dan dibunuh dengan menggunakan tombak yang telah disiapkan oleh warga.

TALIABU, suluhdesa.com – Sebelumnya, seorang Nenek bernama Sarah Olie atau Tekira (70) warga Desa Hai, Kecamatan Taliabu Utara, Maluku Utara Dinyatakan hilang oleh keluarga saat hendak buang air di sungai pada Sabtu (14/12/2019).

Atas kejadian tersebut pihak keluarga serta warga setempat segera melakukan pencarian terhadap korban di sekitar sungai.

Upaya keluarga dan warga berhasil menemukan Tekira dalam keadaan kondisi tubuh yang tidak utuh lagi yakni berupa kepala, potongan kaki kiri dan kanan, serta organ tubuh bagian perut.

Atas kondisi demikian keluarga dan warga meyakini bahwa korban telah diterkam oleh buaya yang menghuni sungai di pinggir Desa Hai, sebab kerap kali warga melihat beberapa ekor hewan buas tersebut berada di sekitar sungai tempat terakhir kalinya Tekira berada.

Baca Juga:  Orang yang Bisa Melepas Ban di Leher Buaya, BKSDA Sulteng akan Beri Imbalan

Dari kejadian mengenaskan itu, pihak keluarga dibantu warga Desa Hai akhirnya segera melakukan penjagaan untuk mengetahui keberadaan hewan pemangsa yang diduga telah menelan korban.

Alhasil setelah beberapa hari berjaga-jaga disekitar sungai, buaya yang diduga menerkam Tekira berhasil ditemukan dan dibunuh dengan menggunakan tombak yang telah disiapkan oleh warga.

Salah satu warga yang menghunus tombak ke tubuh buaya yakni Edo, mengaku jika dia dan warga lainnya sengaja memancing kedatangan buaya dengan bangkai rusa. Sehingga empat ekor buaya sekaligus muncul di sekitar sungai untuk memakan bangkai hewan yang sengaja dijadikan umpan tersebut. Setelah melihat situasi yang tepat, segera warga menyerang buaya dengan tombak yang sudah disiapkan sebelumnya sehingga 2 ekor buaya dapat dibunuh.

Baca Juga:  Imakom Kupang Kecam Pernyataan Anggota DPRD Maluku yang Diskriminasi Warga NTT

“kita pancing dengan bangkai hewan, jadi ada 4 ekor yang naik, tapi kita hanya berhasil bunuh 2 ekor, makanya kita masih terus berjaga-jaga, karena masih sekitar 3 ekor lagi yang sering dilihat,” tuturnya.

Kecurigaan warga tentang penyebab meninggalnya Sarah atau Tekira dengan kondisi yang tidak wajar akhirnya terungkap. Saat dibelah, dalam salah satu perut buaya ditemukan potongan organ tubuh manusia yakni tulang tangan kiri dan kanan, tulang rusuk dan organ lainnya yang dipastikan bagian dari tubuh yang ditemukan oleh warga sebelumnya.

Baca Juga:  Orang yang Bisa Melepas Ban di Leher Buaya, BKSDA Sulteng akan Beri Imbalan

Kepala Desa setempat yakni Yonas Sumbawa membenarkan kejadian tersebut, saat dikonfirmasi wartawan di kediamannya kemarin, Sabtu (04/01/2020).

Yonas menuturkan bahwa beberapa ekor buaya yang menghuni sungai di pinggir kampung telah meresahkan warga, sehingga dia menyetujui permintaan warga jika binatang buas tersebut harus dibunuh.

“Jadi buaya-buaya itu harus dibunuh, karena sudah ada korban, jangan sampai ada lagi warga yang jadi korban,” tegasnya. (deni/red.)