Polda Jatim Bongkar Kasus Penipuan Investasi MeMiles Senilai 50 Miliar

oleh -689 views
Kasus penipuan investasi MeMiles yang dilakukan oleh PT Kam and Kam, telah dibongkar oleh jajaran Kepolisian Daerah Jawa Timur dan menyita sejumlah uang senilai 120 miliar rupiah diantaranya pecahan Rp 50 ribu rupiah dan 100 ribu rupiah.

SURABAYA, suluhdesa.com – Kasus penipuan investasi MeMiles yang dilakukan oleh PT Kam and Kam, telah dibongkar oleh jajaran Kepolisian Daerah Jawa Timur dan menyita sejumlah uang senilai 120 miliar rupiah diantaranya pecahan Rp 50 ribu rupiah dan 100 ribu rupiah.

Kapolda Jatim Irjen Lukih Hermawan mengatakan, pihaknya telah mengamankan dua orang tersangka KP dan FS.

“Polda Jatim yaitu Satgas Waspada Investasi melakukan pengungkapan kasus kejahatan. Kasus ini dilakukan oleh korporasi yaitu memanfaatkan kebijakan pemerintah terkait dengan iklim investasi untuk masyarakat kelas bawah sampai menengah. Ini dimanfaatkan oleh korporasi PT Kam and Kam, yakni dengan menggunakan aplikasi online MeMiles,” ucap Luki di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, pada Jumat (3/1/2020).

Baca Juga:  87 Rumah Di Sidoarjo yang Hancur Akibat Angin Kencang Mulai Diperbaiki

Kapolda Jatim Irjen Lukih Hermawaenen menyebut aplikasi ini telah memiliki 264 ribu member. Bahkan, omzet yang didapat selama 8 bulan mencapai 750 miliar. 

Namun, MeMiles ini tak memiliki izin operasi dari perbankan. Untuk itu, investasi ini tak memiliki jaminan dan membahayakan masyarakat. Terlebih, iming-iming bonus yang ditawarkan tersebut cukup menggiurkan.

“Mereka memiliki 264 ribu member dari selama 8 bulan dengan nilai omset hampir 750 miliar dan kami sudah melakukan penahanan dan menetapkan tersangka 2 orang inisial KP dan FS. Ini salah satu direktur utamanya dan salah satu orang kepercayaannya dan juga sudah mengamankan atau memblokir rekening atas nama PT Kam and Kam,” imbuhnya.

Investasi ini menggunakan aplikasi. Dari aplikasi tersebut, member bisa melakukan top up dana minimal Rp 50 ribu hingga Rp 200 juta. Dari top up sejumlah uang tersebut, pihak MeMiles memberikan bonus yang fantastis. Mulai dari mobil, motor, hingga barang elektronik lainnya.

Bahkan, bonusnya melebihi besaran uang yang ditop up. Misalnya top up Rp 400 ribu mendapatkan handphone, top up Rp 5 juta bisa mendapatkan mobil. Para member juga merekrut member lain dan mendapatkan poin. 

Baca Juga:  Ribuan Massa Mengatasnamakan Aliansi Umat Islam Datangi Konjen RRC di Surabaya

“Kami menyelamatkan aset-aset masyarakat yang sudah masuk ke dalam investasi yang memberikan harapan ini. Itu nanti secara teknis ada makanya kami membuat posko pengaduan khusus melalui SPKT mungkin banyak masyarakat yang akan mengadu,” lanjutnya.

Lebih lanjut Lukih menyampaikan, tidak ada izinnya, yang jelas ini kasus-kasus dan pasal-pasal yang dikenakan akan banyak sekali, ini akan terkait dengan perbankan atau terkait dengan perdagangan money laundry dan semua akan terkait dan prosesnya akan sangat panjang.

Baca Juga:  Satgas Covid-19 Probolinggo Operasi Masker di Pasar Sebaung

“Kami sudah bentuk tiga tim untuk melakukan pemeriksaan ini, yang jelas dan tersangka baru pasti ada ini baru dua tersangka,” pungkasnya. 

Lukih menambahkan ada juga beberapa public figur yang terlibat. Nantinya, public figur ini akan dipanggil ke Mapolda Jatim untuk dimintai keterangan. (sum/sum)