Kemenag Belu Gelar HAB Ke 74: Pelayanan untuk Semua Agama

oleh -613 views
Kementerian Agama Kabupaten Belu selaku tuan rumah menggelar upacara bersama Hari Amal Bakti (HAB) Ke-74 Kementerian Agama Republik Indonesia se-daratan Timor yakni yang bertempat di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belu di Jalan Laksamana R. E Martadinata, Kelurahan Umanen, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu, Provinsi NTT pada Jumat (03/01/2020).

BELU, suluhdesa.com – Kementerian Agama Kabupaten Belu selaku tuan rumah menggelar upacara bersama Hari Amal Bakti (HAB) Ke-74 Kementerian Agama Republik Indonesia se-daratan Timor yakni Kementerian Agama Kabupaten Belu, Kementerian Agama Kabupaten Malaka, Kementerian Agama Kabupaten TTU dan Kementerian Agama Kabupaten TTS yang bertempat di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belu di Jalan Laksamana R. E Martadinata, Kelurahan Umanen, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu, Provinsi NTT pada Jumat (03/01/2020).

Tema upacara kali ini adalah Umat Rukun Indonesia Maju.

Dalam Upacara Hari Amal Bakti Ke -74 Kementerian Agama RI (Timor bersaudara) tahun 2020 yang bertindak sebagai Pembina Upacara yakni Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belu Drs. Ope Ravael.

Peserta upacara diperkirakan mencapai 1200-an orang yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN), Guru Agama, Penyuluh Agama, penghulu dan pengawas dari 4 (empat) kabupaten, yakni Kementerian Agama Kabupaten TTU Kementerian Agama Kabupaten TTS, Kementerian Agama Kabupaten Malaka, Kementerian Agama Kabupaten Belu.

Tujuan digelar upacara bersama itu adalah untuk membangun komitmen bersama guna menjalin tali persaudaraan sejati untuk bekerja keras demi terwujudnya masyarakat Timor yang taat beragama, rukun, cerdas dan sejahtera lahir batin dalam rangka mewujudkan NTT yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong.

Perayaan HAB Ke-74 tahun 2020 Timor bersaudara ini juga merupakan momentum semua anggota keluarga Kementerian Agama se-daratan timor untuk meningkatkan konsolidasi dan sinergitas dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat beragama. Dengan kebersamaan ini memberi warna tersendiri bagi semangat persatuan dan kerukunan di tengah masyarakat beragama yang di layani.

Selaku pembina upacara HAB Ke-74 Tahun 2020 Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belu Drs. Ope Ravael membacakan Amanat Menteri Agama Republik indonesia.

AMANAT MENTERI AGAMA RI PADA PERINGATAN HARI AMAL BAKTI KE-74 TANGGAL 03 JANUARI 2020

Assalamu’alaikum wr. wb. Salam sejahtera bagi kita semua, Para pejabat dan seluruh pegawai Kementerian Agama

Hadirin peserta upacara yang berbahagia

Hari ini, kita memperingati tonggak peristiwa penting yang mempunyai arti khusus bagi bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi kaidah dan nilai-nilai kehidupan beragama, yaitu Hari Amal Bakti Kementerian Agama.

Peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama merefleksikan rasa syukur kita kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, dan penghargaan terhadap jasa-jasa para perintis dan pendiri Kementerian Agama. Kita semua bisa berdiri di tempat ini tidak lepas dari perjuangan dan pengorbanan generasi terdahulu.

Kementerian Agama dibentuk pada 3 Januari 1946 dengan Menteri Agama pertama Haji Mohammad Rasjidi. Kementerian Agama lahir di tengah kancah revolusi fisik bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaan dari penjajahan. Sebagai bagian dari perangkat bernegara dan pemerintahan, Kementerian Agama hadir dalam rangka pelaksanaan pasal 29 Undang-Undang Dasar 1945.

Saudara-saudara yang berbahagia

Undang-Undang Dasar negara kita, pasal 29, menegaskan: “Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa.” dan “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.” Ketentuan tersebut mengandung pengertian dan makna sebagai berikut:

Baca Juga:  Bupati Malaka; Pemandangan di Desa Sisi Sangat Indah, Cocok Jadi Tempat Wisata

Pertama, dasar Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan fundamen moral yang harus melandasi penyelenggaraan negara, pemerintahan dan pembangunan serta menyinari seluruh ruang kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Kedua, negara secara aktif melindungi hak dan kewajiban beragama dalam masyarakat serta kemerdekaan beribadat bagi setiap pemeluk agama.

Dalam negara Pancasila, siapa pun dengan alasan apa pun tidak diperkenankan melakukan propaganda anti agama, penistaan terhadap ajaran agama dan simbol-simbol keagamaan, menyiarkan agama dengan pemaksaan, ujaran kebencian dan kekerasan terhadap pemeluk agama yang berbeda. Demikian pula segala kebijakan pemerintah tidak boleh bertentangan dengan kaidah agama dan ideologi negara.

Saudara-saudara sekalian

Agama dan Negara saling membutuhkan dan saling mengokohkan untuk kebahagiaan hidup manusia. Sejarah dunia sampai abad kedua puluh hanya mengenal dua teori menyangkut hubungan agama dan negara, yaitu “teori integrasi”, penyatuan agama dengan negara, dan “teori sekularisasi”, pemisahan agama dengan negara. Para founding fathers negara kita dengan bimbingan Allah Yang Maha Kuasa mengenalkan teori alternatif, yaitu “teori akomodasi” menyangkut hubungan agama dan negara yang belum dikenal saat itu di negara mana pun.

Saya perlu menegaskan di sini bahwa penguatan identitas keagamaan dan penguatan identitas kebangsaan tidak boleh dipisahkan, apalagi dipertentangkan, tetapi harus dalam “satu kotak” untuk melahirkan moderasi beragama dan bernegara. Penguatan identitas keagamaan bila dipisahkan dari spirit bernegara dapat melahirkan radikalisme beragama. Sebaliknya penguatan identitas bernegara bila dipisahkan dari spirit beragama dapat memberi peluang berkembangnya sekularisme dan liberalisme.

KesaIehan beragama dan loyalitas bernegara harus saling mendukung satu sama lain. Kita dapat menjadi umat beragama yang saleh sekaligus menjadi warga negara yang baik. Saya ingin mengutip pesan Pahlawan Nasional almarhum Jenderal Besar TNI Dr. Abdul Haris Nasution yang sangat relevan dengan misi yang dijalankan oleh Kementeian Agama, yakni, “Sebagai negara baru kita tidaklah sekadar ingin mengejar ketertinggalan terhadap negara-negara maju, melainkan sebagai orang beriman kita ingin membangun kehidupan bermartabat spiritual dan material dengan ridho Allah.”

Saudara-saudara sekalian

Sejalan dengan tema Hari Amal Bakti Kementerian Agama tahun 2020 ialah, “Umat Rukun, Indonesia Maju”, saya mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama di Pusat dan di Daerah, agar menjadi agen perubahan dalam memperkuat kerukunan antar umat beragama di Tanah Air. Kerukunan antar umat beragama merupakan modal kita bersama untuk membangun negara dan menjaga integrasi nasional.
Kementerian Agama hadir untuk melindungi kepentingan agama dan semua pemeluk agama.
Untuk itu, seluruh jajaran Kementerian Agama harus bisa mengawal dan mengembangkan peran strategis Kementerian Agama secara kontekstual di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Kerja Kebun, Bupati TTU Selalu Gunakan Pupuk Kompos

Dalam Iagu kebangsaan Indonesia Raya ditegaskan, “Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya, untuk Indonesia Raya.” Pembangunan jiwa disebut lebih dahulu daripada pembangunan raga atau fisik. Tugas utama Kementerian Agama adalah membangun jiwa manusia sebagai Iandasan terbentuknya mental bernegara yang baik. Meski pembangunan infrastruktur fisik juga dilakukan oleh Kementerian Agama, namun itu dalam rangka menunjang pembangunan jiwa. Kementerian Agama menyelenggarakan dua fungsi strategis, yaitu fungsi agama dan fungsi pendidikan.

Selama tujuh dekade perjalanan sejarah Kementerian Agama banyak perubahan dan kemajuan yang dicapai dalam spektrum tugas yang begitu luas, seperti dalam fungsi bimbingan masyarakat beragama, pelayanan nikah, pembinaan pengelolaan zakat dan wakaf serta dana sosial keagamaan lainnya, penyelenggaraan ibadah haji, pendidikan agama dan keagamaan di semua jenjang, penelitian dan pengembangan serta kediklatan, pembinaan kerukunan antar umat beragama, penyelenggaraan jaminan produk halal serta penguatan tata kelola manajemen dan organisasi sesuai dengan agenda Reformasi Birokrasi.

Seiring dengan agenda Reformasi Birokrasi, Restrukturisasi dan Penyederhanaan Birokrasi, kita semua dituntut untuk terus beradaptasi dengan tuntutan perubahan dan percepatan pelayanan publik yang mengedepankan prinsip efisiensi, transparansi dan akuntabilitas serta bebas dari KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme).

Saudara-saudara sekalian,

Dalam kesempatan memperingati Hari Amal Bakti Ke-74 Kementerian Agama, secara khusus saya mengajak jajaran Kementerian Agama di seluruh’ Indonesia untuk memperhatikan 6 (enam) hal sebagai berikut:

  1. Pahami sejarah Kementerian Agama serta regulasi, tugas dan fungsi kementerian ini dalam konteks relasi agama dan negara;
  2. Jaga idealisme, kejujuran, integritas dan budaya kerja Kementerian Agama di tengah arus kehidupan yang serba materialistis, selaraskan antara kata dengan perbuatan, sesuaikan tindakan dengan sumpah jabatan;
  3. Tanamkan selalu bahwa bekerja adalah ibadah dan melayani masyarakat adalah sebuah kemuliaan;
  4. Perkuat ekosistem pembangunan bidang agama antar sektor dan antar pemangku kepentingan, baik sesama institusi pemerintah, tokoh agama,
    organisasi keagamaan dan segenap elemen masyarakat;
  5. Rangkul semua golongan dan potensi umat dalam semangat kebersamaan, kerukunan, persatuan dan moderasi beragama sejalan dengan fatsafah Pancasila yang mempersatukan anak bangsa walau berbeda ras, etnik, keyakinan agama dan golongan.
  6. Implementasikan Visi dan Misi Pemerintah ke dalam program kerja Kementerian Agama di semua unit kerja pusat, daerah dan Perguruan Tinggi Keagamaan.

Saudara-saudara sekalian,

Selanjutnya, pada kesempatan ini perkenankan saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh mitra kerja Kementerian Agama, terutama DPR-Rl dan DPD-RI, BPK, Kementerian/Lembaga Pemerintah Non Kementerian, Para Gubernur dan Bupati/Walikota se-Indonesia, majelis-majelis agama, organisasi kemasyarakatan, lembaga dakwah, serta rekan-rekan media, atas dukungan dan kerjasamanya membantu kelancaran tugas dan program Kementerian Agama. Utamanya, tentu tidak lupa saya sampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada seluruh aparatur ‘ Kementerian Agama, baik yang masih aktif maupun yang telah purna bakti atas segala dedikasi dan pengabdiannya.

Baca Juga:  Masyarakat Lakekun Utara Terima BLT, Kades; Jangan Judi

Akhirnya, saya meminta kepada segenap aparatur Kementerian Agama, berikanlah seluruh kemampuan yang saudara-saudara miliki untuk semakin dekat melayani umat dan menjaga nama baik Kementerian Agama.

Semoga pengabdian saudara-saudara kepada negara, bangsa dan agama selalu mendapat ridho Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa.

Selamat memperingati Hari Amal Bakti Kementerian Agama. Sekian dan terima kasih.

Wabillahit taufiq wal hidayah Wassalamu’alaikum wr. wb

Jakarta, 3 Januari 2020
Menteri Agama RI

Sedangkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belu Drs. Ope Ravael selaku tuan rumah usai Upacara dengan didampingi ke 3 Kepala kantor Kementerian Agama se-daratan Timor bersaudara ketika diwawancarai media terkait kegiatan tersebut mengatakan,
“hari ini merupakan hari puncak dari sebuah ringkasan kegiatan panjang yang sudah dimulai dari bulan Agustus lalu yang ditandai dengan pembukaan juga bertepatan dengan hari jadi Kementerian Agama Kabupaten Belu ke 50 dan hari ini merupakan puncak Perayaan Hari Amal Bakti Kementerian Agama RI yang ke 74 di mana hari ini dihadiri oleh 4 Kantor Kemenag se-daratan Timor yaitu Kemenag Belu sebagai tuan rumah Kementerian Agama Malaka, TTU dan TTS.”

Menurut Ope Ravael bahwa, semua yang hadir di sini adalah seluruh anggota berupa staf yaitu ASN dan berjumlah 1200 orang. Namun menurutnya jumlah ini kecil karena waktu pembukaan kegiatan, ASN yang hadir mencapai 1600 orang.

“Ini kita bentuk kebersamaan dan kita bangun persaudaraan yang lebih luas dengan masyarakat. Hal ini ditandai dengan kami beranjangsana ke tempat-tempat seperti panti sosial, panti asuhan di semua kabupaten di Pulau Timor. Kegiatan seperti ini dihadiri oleh seluruh aparat dari kabupaten dan kita membangun kerjasama dengan masyarakat. Dengan demikian yang kita lakukan selama ini mudah-mudahan dapat menjadi motivasi buat Kementerian Agama untuk maju membangun tugas, pelayanan dan tanggung jawabnya sebagai Kementerian Agama bagi masyarakat umum, serta untuk semua agama bukan untuk agama tertentu. Tujuannya untuk membuat masyarakat bisa hidup rukun,” ujar Ope Ravael.

Usai Upacara HAB KE-74 Kemenag RI (Timor Bersaudara), acara dilanjutkan dengan pembagian hadiah Lomba HUT Kemenag Kabupaten Belu ke 50, hiburan dan ramah tamah bersama.

Dalam Acara tersebut juga, selain dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belu Drs. Ope Rafael, MM beserta jajaran ASN lingkup Kemenag Belu, hadir pula Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten TTU Drs. Yosef Akoit beserta jajaran ASN lingkup Kemenag TTU, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malaka Dra. Matilda Yosefina Neonbeni, M. Hum beserta jajaran ASN lingkup Kemenag Malaka, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten TTS Agus Niku Spd, MM, beserta jajaran ASN lingkup Kemenag TTS, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat serta Insan Pers. (edi.s/red.)