Haul Gus Dur ke-10 Di Ciganjur, Banyak yang Tidak Kenal

oleh -437 views
Putri bungsu Gus Dur, Inayah Wahid.

JAKARTA, suluhdesa.com – Acara Haul Abdur Rahman Wahid (Gus Dur) digelar oleh keluarganya di Jalan Warung Sila, Kompleks Al Munawarah, Ciganjur, Jakarta Selatan, pada Sabtu (28/12/2019).

Keluarga Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang diwakili oleh putri bungsu Gus Dur, Inayah Wahid, menceritakan soal sifat jenaka sang ayah semasa hidupnya.

Joke yang baik bagi Gus Dur bukan joke yang menjatuhkan orang lain tapi yang bisa menertawakan diri sendiri,” kata Inayah di Kediamannya.

Inayah Wahid bercerita tentang kisah humoris sang ayah saat didampingi seorang pelawak senior yaitu Cak Kartolo, dan menjelaskan mengapa sang ayah selalu mengucapkan salam disaat membuka suatu ceramah di mana pun.

Baca Juga:  Pilkada Malaka, DPP Golkar Resmi Berikan SK Kepada Pasangan SBS-WT

“Gus Dur sering bercerita kepada kami. Salah satu alasan beliau setiap kali mau ceramah. Selalu mulai dengan salam ‘Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh’, bukan karena beliau adalah Kyai tapi beliau butuh tahu ini ada yang datang apa nggak. Ini beliau sendiri yang cerita,” ucap Inayah.

Menurut istri Gus Dur, Sinta Nuriyah Wahid, selama ini tidak banyak orang-orang atau masyarakat yang benar-benar mengenal Gus Dur. Namun, banyak orang yang mengenal Gus Dur sebatas sebagai Presiden atau pun Kyai.

Baca Juga:  Cara Merajut Keberagaman Dengan Memanusiakan Setiap Orang

“Gus Dur, selama ini orang hanya mengenalnya sebagai Presiden dan Kyai. Lebih dari itu banyak tidak ada yang mengenal Gus Dur itu siapa,” kata Sinta dalam sambutannya.

Sinta Nuriyah Wahid memberikan contoh di waktu dirinya datang ke Haul Gus Dur di Kota Pahlawan. Gus Dur disebutnya merupakan politikus, orang yang humanis, humoris serta budayawan.

Baca Juga:  Bangsa Indonesia Beruntung Mempunyai Pancasila

“Bisa saya buktikan kemarin saya hadiri haulnya Gus Dur di Surabaya. Selain sebagai Presiden dan Kyai dia siapa? Orang-orang tidak ada yang tahu. Masyarakat tahunya dia Presiden Republik Indonesia yang ke empat dan seorang Kyai,” cerita Sinta.

“Padahal Gus Dur juga seorang politikus, seorang demokratis, humanis, humoris dan satu lagi Gus Dur adalah seorang budayawan. Terbukti dulu Gus Dur pernah menjabat sebagai Dewan Kesenian Jakarta (DKJ). Itu menunjukkan Gus Dur seorang budayawan,” tutupnya. (Sum/Tim)