Paket John-John Akan Kembangkan Potensi Pemuda Sumba Barat lewat Program Unggulan

oleh -674 views
Melki Hadi Tokoh Muda Sumba Barat (paling kiri) bersama Calon Bupati Sumba Barat Johanes Dade dan Calon Wakil Bupati John Lado Bora Kabba

WAIKABUBAK, suluhdesa.com – Memasuki tahun 2020 Paket John-John dan Tim telah menyiapkan program unggulan sebagai program kerja Tahun 2020 jika Tuhan dan masyarakat mengijinkan. Ada pun tujuannya ialah untuk meningkatkan daya saing dan kualitas para pemuda, khususnya dalam menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Melkianus Pote Hadi, salah satu Inisiator Pemuda Paket John-John saat dikonfirmasi Media SULUH DESA pada Sabtu (23/12/2020) pukul 13.00 wita lewat pesan WhatsApp membenarkan bahwa paket John-John bukan Pemberi Harapan Palsu (PHP) agar anak muda memilihnya namun konsen untuk pemuda sehingga menjadi garda terdepan dan agen perubahan.

Baca juga: https://suluhdesa.com/2019/11/25/melki-hadi-paket-jhon-jhon-pendekatan-empatik-ke-masyarakat-bukan-pencitraan/

Melki menyebutkan program-program unggulan itu yakni, Pemuda Relawan Antisipasi Bencana Alam, Pemuda Tani, Pemuda Pelopor, Pemuda Kreatif, Sarjana Penggerak Pedesaan, Pemimpin Muda, Wirausaha Muda, Pemuda Relawan Anti Narkoba, Pusat Pelatihan Pemuda, Pemuda Cinta Damai Lintas Agama, dan Bank Musik.

Melki menjelaskan, beberapa program tersebut merupakan wahana dan fasilitas anak muda untuk tampil sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Baca Juga:  Bupati Malaka; Terima Kasih Para Wartawan Karena Telah Membuat Malaka Terkenal

Ia mencontohkan beberapa program, seperti program Pemuda Relawan Anti Narkoba. Program tersebut dicanangkan sebab pihaknya melihat Indonesia tengah mengalami darurat narkoba. Melalui program ini, nantinya para pemuda akan dijadikan kader
antinarkoba, berperan aktif berada di garda terdepan untuk melawan narkoba.

“Kami fasilitasi, kami latih mereka, kami beri edukasi bahwa ini sindikasi narkoba, dan seterusnya, sampai ke efeknya narkoba seperti apa. Sasaran program adalah 2.000 pemuda di semua desa. Dengan begitu, program ini diharapkan bisa mereduksi minat dari pemuda terhadap penyalahgunaan narkoba dan menjadikan pola hidup sehat tanpa narkoba. Bantu aparat hukum agar narkoba tidak menjadi momok dan penyakit yang akan menghabisi
potensi anak muda Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga:  Konawe Kepulauan Bakal Jadi Sasaran TMMD 2020 Kodim 1417/Kendari

Contoh program lainnya adalah Pemuda Kreatif. Melki menyampaikan kalau ia melihat dengan adanya bonus demografi yang dimiliki Indonesia, potensi kreativitas pemudanya bisa dijadikan modal untuk meningkatkan usaha, membangkitkan ekonomi, dan menyejahterakan masyarakat.

“Paket John-John telah berkomitmen mencetak ribuan pemuda kreatif yang bergerak di berbagai bidang di antaranya musik, kuliner, seni, dan lain sebagainya,” kata Melki.

Menurut Paket ini, akar Sumba Barat yang kuat, Bhinneka Tunggal Ika dan sejarahnya, kebudayaan dan kesenian budaya sangat beragam. Semua daerah pun memiliki kekhasan masing-masing dan itu bisa dijadikan modal untuk melestarikan nilai-nilai budaya Sumba.

“Tugas kita adalah bagaimana menjadikan hal-hal yang sifatnya kedaerahan atau budaya lokal menjadi brand nasional,” tandasnya.

Baca Juga:  FPLT-Kupang Bagikan Sembako, Anggotanya Menangis Haru

Melki memberi contoh seperti Tarian Kataga asal Wanokaka. Ia mengungkapkan bahwa ada sejumlah pemuda mengajak kerja sama dengan Pemda Sumba Barat untuk melestarikan budaya lokal tersebut.

“Ini suatu bentuk kreativitas yang patut diapresiasi,” ujar Melki.

Ia memberi contoh program Wirausaha Muda. Diakuinya Indonesia masih kekurangan jumlah pengusaha lantaran mereka masih berorientasi untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Melalui Program ini, pihaknya menargetkan ratusan pemuda dengan usaha-usaha rintisan, dan telah mempersiapkan sentra kewirausahaan di daerah. Namun, program itu tidak berjalan mulus akibat minimnya dana. Kendati begitu, minimnya anggaran tidak boleh dijadikan alasan agar program-programnya tidak berjalan.

“Kita mesti melihat hal tersebut bukan sebagai hambatan, melainkan tantangan untuk bagaimana meningkatkan daya saing pemuda Sumba Barat dengan anggaran yang efisien,” pungkasnya. (melki/red.)