Lantik Para Kades, Bupati Ende Bangga Banyak Anak Muda Jadi Kades

oleh -590 views
Pelantikan para kades di kabupaten Ende (foto: Nando)

ENDE, suluhdesa.com – Bupati Ende, Djafar Achmad, Kamis (19/12/19) melantik 153 kepala desa terpilih hasil pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak tahun 2019 tanggal 2 Desember lalu.

Acara pelantikan para kades tersebut digelar di Aula Graha Ristela, jalan El Tari Ende.

Dalam sambutan, Bupati Djafar mengatakan bahwa momentum pelantikan para Kades tersebut bukan sebatas seremonial semata, melainkan bagian dari tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Ende agar roda pemerintahan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan di desa dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan.

“Para Kades yang terpilih merupakan kepercayaan dari masyarakat. Sudah tentu masyarakat menaruh harapan besar di pundak kalian untuk menciptakan perubahan yang luar biasa bagi desa dan masyarakat,” kata Djafar.

Menurut Djafar, mekanisme pilkades sampai pada tahap penetapan kades terpilih merupakan bagian dari demokrasi.

“Harus diakui bahwa saat ini proses demokrasi itu sudah mengalami kemajuan, di mana masyarakat semakin cerdas dalam memilih para kades meskipun ada beberapa desa yang masih mengalami kendala teknis, administrasi maupun prosedural,” kata Bupati.

Baca Juga:  Gubernur Laiskodat Lantik Alex Riwu Kaho Jadi Direktur Utama Bank NTT

Kepala daerah Kabupaten Ende ini mengaku bangga karena banyak generasi muda yang ikut mencalonkan diri dan terpilih sebagai kepala desa. Menurutnya, hal itu membuktikan bahwa masyarakat menginginkan adanya perubahan serta percaya akan kemampuan dan inovasi brilian generasi muda.

“Saya tantang para kades yang kebanyakan anak-anak muda ini untuk bisa menjadikan desanya sebagai desa yang maju dan mandiri. Buktikan kepada masyarakat bahwa mereka tidak salah menentukan pilihan kepada kalian (para kades muda, red) pada pilkades lalu,” tantang Bupati.

Penataan SDM Birokrasi

Bupati Djafar juga mengingatkan para Kades untuk memilih perangkat desa yang memiliki kemampuan dan berkualitas sehingga dapat membantu mereka dalam menerjemahkan UU Desa.

“Ada banyak anggaran yang masuk ke desa. Lebih dari itu, pemilihan perangkat desa harus sesuai dengan regulasi. Jangan angkat hanya karena dia termasuk tim sukses atau keluarga, tapi kemampuannya terbatas. Apabila ada perangkat desa yang selama ini telah mengabdi dan memiliki kemampuan, sebaiknya dipertahankan,” pesan Djafar.

Baca Juga:  PKK Sememi Kidul Surabaya Adakan Silaturrahmi

Khusus mengenai dana desa, Djafar menyebutkan, dana tersebut digulirkan pemerintah pusat dengan satu tujuan yakni untuk kemajuan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

“Sasaran utam dana desa adalah peningkatan sumber daya manusia dan kesejahteraan rakyat. Kepala desa harus transparan dan paham regulasi dalam menggunakan dana desa. Dorong peran serta masyarakat untuk sama-sama mengawal penggunaan dana desa,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Djafar berharap para kades membuat perencanaan pembangunan berdasarkan kebutuhan prioritas masyarakat serta sesuai dengan karakteristik desa.

“Harus mampu menempatkan skala prioritas baik pembangunan fisik maupun pemberdayaan (SDM). Jangan habiskan anggaran desa berdasarkan keinginan pribadi, namun terutama dapat membawa manfaat dan menjawabi kebutuhan vital masyarakat sehingga tepat sasaran dan efisien,” tandas Bupati.

Butuh Dukungan Masyarakat

Saat dikonfirmasi media ini, salah satu Kades muda Desa Detusoko Barat, Kecamatan Detusoko, Nando Watu mengaku bangga dan bersyukur atas kepercayaan masyarakat kepada generasi muda.

Baca Juga:  Tanggap Covid-19, Pemdes Detusoko Barat Gagas "Dapur Kita"

“Kepercayaan ini merupakan berkah sekaligus tantangan bagi kaum muda untuk ikut terlibat secara aktif dalam membangun desa dengan terobosan kebijakan yang kreatif dan inovatif. Tentu setiap kebijakan di desa harus didukung oleh segenap masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan. Masyarakat adalah penggerak utama pembangunan dan kemajuan desa,” ungkap Nando.

Pria yang sudah terlibat aktif dalam berbagai kegiatan kewirausahaan dan kepariwisataan ini mengatakan bahwa salah satu jembatan strategis yang akan menjadi fokus pemberdayaan yakni pengelolaan BUMDes sesuai potensi yang ada di desa.

“Desa Detusoko Barat memiliki potensi kewirausahaan dan kepariwistaan berbasis pertanian. Melalui BUMDes, kami akan mendorong hal itu melalui Detusoko Ecotourism (Decotourism) yang selama ini sudah dirintis. Prinsipnya, pembangunan di desa dari, oleh dan untuk masyarakat. Diharapkan dukungan dan kerjasama masyarakat dan semua pihak,” harap alumni STFK Ledalero dan mantan aktivis PMKRI ini. (gm/red.)