Doakan 24 Korban Tsunami, Ratusan Masyarakat Waymuli Gelar Dzikir

oleh -487 views
Pemerintah Desa Waymuli, Kecamatan Rajabasa, Lamsel gelar Khoul Korban Tsunami Selat Sunda dan Khoul Syeikh Abdul Qodir Jaelani, pada Minggu (22/12/2019).

LAMPUNG, suluhdesa.com – Dalam rangka mengenang satu tahun terjadinya tsunami yang melanda pesisir Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung serta mendoakan 24 korban tsunami yang meninggal dunia, Pemerintah Desa Waymuli, Kecamatan Rajabasa, Lamsel gelar Khoul Korban Tsunami Selat Sunda dan Khoul Syeikh Abdul Qodir Jaelani, pada Minggu (22/12/2019).

Acara doa bersama Pemerintah Desa Waymuli bersama ratusan masyarakat tersebut digelar di Dusun I desa setempat serta dihadiri Rohaidi Kades Waymuli beserta aparatur, BPD, LPM, Serma Irham Babinsa Waymuli, Aipda Wawan Kapospol, Brigpol Nody. M Babinkamtibmas Waymuli, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat.

Rohaidi Kades Waymuli dalam sambutannya mengungkapkan, pihaknya sebagai Pemerintah Desa Waymuli mengajak kepada masyarakat untuk mendoakan 24 korban tsunami dan mendoakan imam besar Syeikh Abdul Qadir Jaelani.

Baca Juga:  12 Poin Dokumen Abu Dhabi; Dokumen Persaudaraan dan Perdamaian Dunia

“Di tempat ini tepatnya pada 22 Desember 2018 akibat tsunami sebanyak 24 orang saudara kita telah meninggal dunia. Saya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk mendoakan saudara-saudara kita yang telah meninggalkan dunia ini dan juga hari ini tepatnya Khoul imam besar kita Syeikh Abdul Qadir Jaelani maka mari kita semua mendoakan agar Almarhum dan saudara korban tsunami dapat di terima di sisi Tuhan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Ribuan Massa Mengatasnamakan Aliansi Umat Islam Datangi Konjen RRC di Surabaya

Usai sambutan, Doa bersama dipimpin Ustadz Lip Syaifullah serta penceramah diisi Ustadz Abi Nurhasan

Terpisah, Rohaidi Kades Waymuli mengatakan, Peristiwa tsunami yang terjadi di Pesisir Kecamatan Rajabasa harus menjadi bahan reflaksi bagi kehidupan manusia, sekaligus meningkatkan ilmu pengetahuan dalam menghadapi peristiwa bencana.

“Bencana harus membuat semua manusia menjadi lebih pintar dan mengembangkan ilmu pengetahuan dalam menghadapi kemungkinan bencana selanjutnya,” Pungkasnya. (Saf/AR)