BNNP NTT: Sebelas Desa di NTT Bersih Narkotika

oleh -542 views
Teguh Iman Wahyudi SH., MM saat memimpin kegiatan Press Release Akhir Tahun 2019 idampingi Kepala Bagian Umum Anwar Gemar, S.Sos, Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Hendrik J. Rohi, SH., M. Hum, Kepala Bidang Rehabilitasi Stef Joni Didok, SH, Plt Kabid Pemberantasan Yuliana Lito Beribe SH, dan Kasi Pemberdayaan Masyarakat Lia Novika Ulya, S.KM.

KUPANG, suluhdesa.com – Sebelas desa di Provinsi Nusa Tenggara Timur oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi NTT masuk kategori Bersinar (Bersih Narkotika).

Sebelas desa tersebut yaitu, 3 di Desa di Kabupaten Rote Ndao (Desa Oenitas, Desa Oenggaut, Desa Oelolot), 4 desa di Kabupaten Kupang (Desa Mata Air, Desa Tanah Merah, Desa Noelbaki, Desa Oebelo), 4 desa di Kabupaten Belu (Desa Tula Kadi, Desa Silawan, Desa Naekasa, Desa Sadi)

Hal ini disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi NTT Brigjen Pol Teguh Iman Wahyudi, SH., MM, pada saat jumpa pers di aula kantor BNNP NTT kamis (19/12/2019), dan didampingi Kepala Bagian Umum Anwar Gemar, S.Sos, Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Hendrik J. Rohi, SH., M.Hum, Kepala Bidang Rehabilitasi Stef Joni Didok, SH, Plt Kabid Pemberantasan Yuliana Lito Beribe SH, dan Kasi Pemberdayaan Masyarakat Lia Novika Ulya, S.KM.

Baca Juga:  Kadis P dan K NTT: Gaji Guru Dibayar Minggu Ini, Nanti Akan Ditransfer

Dijelaskan Teguh Iman bahwa pedesaan tidak boleh diintervensi oleh narkoba. Dengan penguatan modal dana desa yang ada di pedesaan harusnya mampu menanggulangi serta mampu membersihkan pengaruh dari luar yang membawa narkoba ke desa.

“Kalau kita membuat proteksi untuk penyebaran narkoba, proteksi yang paling efektif adalah di tingkat pedesaan dan ini akan menjadi contoh bagi desa yang lain,” jelas Teguh.

Baca Juga:  Pasien 01 Covid-19 NTT Sembuh, Penerbangan Tetap Beroperasi

Lebih lanjut, Teguh mengatakan bahwa dana desa juga bisa digunakan untuk pencegahan narkoba melalui pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

“Ketika dana desa bisa diarahkan untuk pemberdayaan masyarakat, pemberdayaan salah satunya adalah bagaimana memberikan pengetahuan kepada masyarakat akan bahaya dari narkoba, bagaimana menguatkan keluarga, sosial, agar mereka mengatakan say no to narkotics. Dana desa bisa digunakan untuk itu,” katanya.

Teguh mengatakan narkoba sudah masuk ke pedesaan sehingga diperlukan ketahanan yang kuat dari desa untuk menangkal ancamannya. Ia berharap agar desa mampu memiliki daya tangkal yang kuat terhadap godaan narkoba.

Baca Juga:  Hasil Jagung, Petani NTT Bisa Terima Bersih 10 Juta Rupiah Per Bulan

“Ketika desa ini sudah menyatakan komitmennya untuk perang melawan narkoba, maka tidak menutup kemungkinan bandar bisa menguji apakah desa ini benar-benar bersih dari narkoba dengan melakukan segala cara,” imbau Teguh

Oleh karena itu desa-desa harus sebagai benteng pertahanan yang efektif, sehingga peredaran narkoba bisa ditekan dengan melaksanakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). (vrg/vrg)