BNN Provinsi NTT Menangkap 14 Tersangka Narkotika Selama 2019

oleh -486 views
Teguh Iman Wahyudi SH., MM saat memimpin kegiatan Press Release Akhir Tahun 2019 idampingi Kepala Bagian Umum Anwar Gemar, S.Sos, Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Hendrik J. Rohi, SH., M. Hum, Kepala Bidang Rehabilitasi Stef Joni Didok, SH, Plt Kabid Pemberantasan Yuliana Lito Beribe SH, dan Kasi Pemberdayaan Masyarakat Lia Novika Ulya, S.KM.

KUPANG, suluhdesa.com – BNN Provinsi Nusa Tenggara Timur berhasil menangkap 14 tersangka pengguna Narkotika dari jumlah 10 Laporan Kasus Narkotika (LKN) selama tahun 2019.

Hal ini disampaikan Kepala BNNP NTT, Teguh Iman Wahyudi SH., MM saat Press Release dengan sejumlah awak media pada hari Kamis (19/12/2019) di Aula kantor BNNP NTT.

Teguh Iman Wahyudi SH., MM saat memimpin kegiatan Press Release Akhir Tahun 2019 idampingi Kepala Bagian Umum Anwar Gemar, S.Sos, Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Hendrik J. Rohi, SH., M. Hum, Kepala Bidang Rehabilitasi Stef Joni Didok, SH, Plt Kabid Pemberantasan Yuliana Lito Beribe SH, dan Kasi Pemberdayaan Masyarakat Lia Novika Ulya, S.KM.

Dijelaskan Teguh Iman bahwa tersangka yang diproses ada di Pengadilan Negeri Kabupaten Sikka 2 orang dan Kabupaten Manggarai Barat sebanyak 3 orang.

Dua orang diproses di Pengadilan Negeri Sikka yaitu I alias A melanggar pasal 114 ayat 1, pasal 112 ayat 1, pasal 127 ayat 1 huruf A UU 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan putusan 6 tahun penjara. Sedangkan I alias I juga dikenai pasal yang sama dan putusan 5 tahun penjara.

Baca Juga:  Kupang, Bajawa, Ruteng, dan Waikabubak Merupakan Kota Terkotor di NTT

Sementara di pengadilan Negeri Manggarai Barat 3 orang tersangka yaitu 2 orang tersangka melanggar pasal 114 ayat1,pasal 112 ayat 1, pasal 127 ayat 1 hufuf A UU no 35 tahun 2009 Tentang Narkotika dengan inisial MT alias M mendapat hukuman 6 tahun penjara, SL alias L mendapat putusan 7 tahun penjara. Sedangkan 1 orang tersangka inisial TAT alias A melanggar pasal 114 ayat 1,112 ayat 1 dengan putusan 5 tahun penjara.

Dijelaskan jikalau 2 orang tersangka S alias S, FA alias A memiliki psikotropika golongan 4 dengan barang bukti sebanyak 243 butir pil Liclona dosis 2 mg.

Lebih lanjut disampaikan juga BNN hanya memiliki kewenangan untuk penyidikan, proses hukum terhadap jenis -jenis narkotika golongan 1 dan 2 saja karena pil liclona masuk psikotropika sedangkan golongan 4 menjadi ranah pihak kepolisian.

“Untuk 7 orang tersangka lainnya hasil tes urine positif tetapi tidak ada barang bukti oleh sebab itu BNN ambil langkah untuk rehabilitasi, 1 0rang di RSU Rarameha Sumba, 1 orang di klinik Pratama, dan 5 orang di BNNK Kupang,” tegas kepala BNNP NTT.

Baca Juga:  Meski Zona Hijau, Marius Akui NTT Masih Banyak OTG dan ODP

Pencapaian di bidang pemberantasan dari 8 target laporan Kasus Narkotika( LKN) BNNP NTT mampu melakukan sampai 10 LKN.

Yang dilakukan BNNP NTT ini sesuai dengan tugas dan fungsi dalam melakukan pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN).

Terkait bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat,
P2M BNNP NTT dari deteksi dini melalui tes urine 9.601 orang yang positif 9 orang. Masyarakat yang terpapar informasi P4GN: 1.070.915 orang pada usia penduduk 10 sampai 50 tahun di NTT jumlahnya 3.603.052 orang, Asistensi Bangwawan (Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba) 104 instansi pemerintah,45 instansi swasta. Sedangkan penggiat 755 orang dan relawan 1.240 orang.

Untuk kelurahan/Desa bersinar (bersih dari narkoba) ada 51 kelurahan di Kota Kupang, 3 desa di Kabupaten Rote Ndao (Desa Oenitas, Desa Oenggaut, Desa Oelolot). 4 desa di Kabupaten Kupang (Desa Mata Air, Desa Tanah Merah, Desa Noelbaki, Desa Oebelo), 4 Desa di Kabupaten Belu yaitu (Desa Tula Kadi, Desa Silawan, Desa Naekasa, dan Desa Sadi)

Baca Juga:  Dampak Virus Covid-19, Tidak Ada Instruksi Gubernur NTT untuk Tutup Pasar

Untuk bidang layanan rehabilitasi IP 75 orang di Klinik pratama BNN Kabupaten/ Kota, layanan rehabilitasi Komponen Masyarakat (KM) 10 orang di Lembata, layanan pasca rehabilitasi 60 orang
di BNNP NTT dan Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) ada 25 yang ditetapkan sesuai peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor : HK.07/Menkes/701/2018 TAP IPWL dan yang telah mendapat penguatan dari BNNP NTT ada 10 IPWL.

Kepala BNNP NTT menghimbau kepada semua masyarakat baik di lingkungan sekolah, kampus, lingkungan kerja untuk menginformasikan jika menemukan para pengedar dan penyalahgunaan Narkotika untuk melapor ke BNNP NTT.

“Kalau para pecandu sadar dan datang melapor ke BNN itu tidak ada proses hukum, tetapi kalau dilaporkan masyarakat dan ditangkap itu akan diproses hukum,” tutupnya. (vrg/vrg)