67 Mahasiswa STIPAS KAK Diwisuda: Harus Jadi Guru yang Baik 

oleh -13.575 views
67 Mahasiswa program Studi Pendidikan dan Pengajaran Agama Katolik, resmi dilantik dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa, di Aula Santa Maria Asumpta pada hari Kamis (19/12/2019).

KUPANG, suluhdesa.com – Berdasarkan Keputusan Ketua Sekolah Tinggi Pastoral Keuskupan Agung Kupang (STIPAS KAK) Nomor. 07.88/K/STP3.01/KEP/XII/2019 ke 67 Mahasiswa program Studi Pendidikan dan Pengajaran Agama Katolik, resmi dilantik dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa, di Aula Santa Maria Asumpta pada hari Kamis (19/12/2019).

67 Wisudawan itu merupakan angkatan pertama setelah mendapat predikat terakreditasi B pada badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi ( BAN-PT), yang berimplikasi bahwa kegiatan pengelolaannya telah memenuhi standar Nasional Pendidikan sebagaimana ditentukan Pemerintah dalam peraturan dan Perundang- undangan.

Baca Juga: https://suluhdesa.com/2019/12/14/67-mahasiswa-stipas-kak-ikuti-yudisium-sr-yovince-memperoleh-ipk-tertinggi/

Ketua Sekolah Tinggi Pastoral Keuskupan Agung Kupang RD. Emanuel B. S. Kase, S.Fil., MM dalam sambutannya mengatakan wisuda bukanlah purna tugas untuk berhenti belajar, namun ilmu yang sudah diperoleh dapat di implementasikan guna membantu masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan dan tantangan yang semakin kompleks khususnya di bidang pendidikan yakni mendidik generasi muda.

Baca Juga:  Jamu Menko Polhukam dan Mendagri, Mgr. Domi Saku: Kita Saudara

Lanjut RD. Emanuel, gelar kesarjanaan bukanlah segalanya, kelulusan ini bukanlah pula akhir dari tujuan belajar. Namun semua adalah awal dari perjalanan hidup sesungguhnya.

“Kita akan menghadapi kenyataan yang kompleks di era globalisasi, era 4.0 kalian harus berani menghadapi keyataan ini. Proficiat dan selamat untuk anak-anakku,” ucapnya.

Sedangkan Mgr. Petrus Turang Uskup Keuskupan Agung Kupang menjelaskan bahwa setiap tahun pasti akan dilaksanakan wisuda.

Menurut Mgr. Petrus, “semoga dengan apa yang telah terjadi  pada hari ini dapat berfaedah bagi masyarakat dan Gereja, kalian sudah membentuk satu persekutuan akademik dengan menunjukan kemampuan anda untuk menyelesaikan tuntutan akademik.”

Baca Juga:  Mengapa Menulis dan Mengapa Harus Menulis?

“Kalian telah menunjukan kepada dunia tentang keberhasilan dalam pendidikan. Semoga kalian dapat berguna  dan menjadi guru yang baik yang dapat mendidik dan mecerdaskan anak bangsa, bukan membentuk atau mendidik kelompok anak-anak untuk membesarkan ATM pribadimu,” tegas Mgr. Petrus.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Benyamin Lola yang mewakili Gubernur Nusa Tenggara Timur dalam sambutannya mengucapkan proficiat buat 67 mahasiswa yang resmi dilantik atau diwisudakan menjadi menjadi guru.

Baca Juga:  Satu Abad SDK Inerie-Malapedho (6); Kini dan Masa Depan

“Kita merupakan mitra kerja. Oleh karena itu saya mengucapkan terima kasih kepada Lembaga STIPAS KAK dan Yayasan Swastisari Keuskupan Agung Kupang yang telah memfasilitasi dan membentuk mereka hingga menjadi sarjana,” kata Lola.

Mewakili Wisudawan Yeremias S. Mila menyampaikan terima kasih kepada Uskup Agung Kupang selaku pemilik STIPAS KAK, Yayasan Swastisari, Romo Ketua, Dosen dan Pegawai STIPAS KAK.

“Ucapan terima kasih dari kami kepada kalian semua yang telah mendidik dan membentuk kami hingga kami mendapat sarjana pendidikan. Semua jasa dan kebaikan tidak dapat kami balas, kami hanya berdoa semoga Allah senantiasa memberkati karya dan usaha kalian,” pungkas Yeremias. (valo/red.)