FPN: Warga Desa Tengatiba Minum Air Kotor, Pemda Nagekeo Tidak Manusiawi

oleh -617 views
warga Tengatiba terpaksa menimba air hujan yang tertampung di tiga embung Nunungongo untuk dikonsumsi.

NAGEKEO, suluhdesa.com –  Forum Pemuda Nagekeo (FPN) mendesak Bupati Nagekeo, dr. Johanes Don Bosco Do agar berkantor di Desa Tengatiba, Kecamatan Aesesa Selatan, Kabupaten Nagekeo, Provinsi NTT.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Forum Pemuda Nagekeo, Urbanus Dhalu, S.H., M.H agar Pemerintah Daerah Kabupaten Nagekeo segera mengatasi persoalan krisis air bersih dan listrik yang diderita masyarakat di desa tersebut yang sudah sekian lama.

“Pasalnya, sejak 12 tahun Kabupaten Nagekeo berdiri sebagai otonomi daerah (Otda), Desa Tengatiba belum mendapat perhatian serius dari pemerintah. Desa Tengatiba sepertinya dianaktirikan,” kata Urbanus.

Kepada media ini, Senin, (16/12/2019) Urbanus mengatakan bahwa untuk memenuhi kebutuhan air, warga Tengatiba terpaksa menimba air hujan yang tertampung di tiga embung Nunungongo untuk dikonsumsi.

“Hal yang memprihatikan adalah air di tiga embung tersebut juga menjadi konsumsi hewan peliharaan seperti sapi, kambing, kerbau. Sehingga, dari sisi kesehatan, sangat tidak layak jika air itu dipergunakan oleh warga untuk minum, masak, dan mandi,” tutur Dhalu yang juga merasakan penderitaan itu.

Baca Juga:  Gubernur VBL; Budi Daya Ikan Kerapu di Riung, Hasil 70 Miliar Rupiah

Urno sapaan akrab Urbanus menegaskan  bahwa sangat tidak manusiawi jika Pemda Nagekeo tidak segera mengatasi krisis air bersih di Tengatiba karena air yang dikonsumsi warga setempat adalah air kotor dan tercemar.  Hewan pun turut mengonsumsi air itu. Apabila Pemda tidak segera bertindak secepatnya, maka akan berdampak pada masalah baru seperti timbulnya penyakit kulit, stunting, diare, dan jenis penyakit lainnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, mantan aktivis PMKRI Kupang ini menuturkan, Pemda Nagekeo harus segera menyediakan air bersih gratis untuk memenuhi kebutuhan warga setempat sebagai pertolongan alternatif.

Baca Juga:  Bantuan Bak Air dari Pamsimas di Desa Lakekun Utara Asal Jadi, Semen Sudah Membatu

Ia juga menambahkan, di Desa Tengatiba ada sumber air. Namun, kendala yang dihadapi adalah jarak tempuh dari Desa Tengatiba ke sumber air sekitar 3 km yang membutuhkan waktu berjam-jam untuk tiba di sana.

“Sehingga, warga tidak bisa jangkau,” ujar alumni Pascasarjana  Ilmu Hukum Universitas Nusa Cendana itu.

Sebelumnya, ada jaringan perpipaan untuk mengalirkan air dari sumber air ke Desa Tengatiba. Akan tetapi, jaringan perpipaan dan bak penampung air tidak berfungsi lagi dan telah lama rusak.

Menyikapi hal tersebut di atas, Forum Pemuda Nagekeo mendesak DPR dan Pemerintah Daerah agar segera menganggarkan pembangunan jaringan perpipaan, bak penampung air, serta fasilitas lainnya demi mengatasi krisis air di Desa Tengatiba.

“Tentu perlu perencanaan dan  kajian teknis sehingga bermanfaat jangka panjang,” tegas Urbanus.

Baca Juga:  Sumber Air Waisoka Penuhi Kebutuhan 6.000 Jiwa di Sumba Tengah

Tidak hanya di Desa Tengatiba, Forum Pemuda Nagekeo juga mendesak Pemkab Nagekeo untuk mengidentifikasi desa-desa yang mengalami krisis air bersih.

Apabila Pemda tidak mampu mengatasi krisis air besih  di Desa Tengatiba dalam tempo jangka menengah dan jangka panjang,  sebagaimana diuraikan di atas, Forum Pemuda Nagekeo menilai Pemda Nagekeo di bawah kepemimpinan dr. Johanes Don Bosco Do dinilai gagal menyejahterakan masyrakatnya.

“Selain itu, jika tuntutan dan desakan tidak diindahkan oleh Pemda dan DPRD Nagekeo, Forum Pemuda Nagekeo akan melakukan demonstrasi besar-besaran bersama elemen mahasiswa dan pemuda Nagekeo,” ucap pemuda kelahiran Desa Tengatiba itu.

Rencanannya, Forum Pemuda Nagekeo akan menyurati Gubernur NTT Viktor Laiskodat untuk menyampaikan aspirasi berdasarkan data dan fakta soal krisis air bersih di Kabupaten Nagekeo. (Emanuel Boli/Soman Labaona)