Menteri Pertanian RI: NTT Jadi Lumbung Ternak Nasional

oleh -353 views
Menteri Pertanian RI Dr. H Sharul Yasin Limpo, S.H., M.Si., MH (baju biru ketiga dari kanan) bersama Gubernur NTT Viktor Laiskodat dan Wali Kota Kupang Jefry Riwu Koreh bersama unsur terkait lainnya.

KUPANG, suluhdesa.com – Menteri Pertanian Dr. H Sharul Yasin Limpo, S.H, M.Si, MH mengharapkan Provinsi NTT menjadi lumbung ternak nasional. Hal ini disampaikan Mentan saat Kunjungan Kerja di Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (14/12/2019).

Menteri Dr. H Sharul Yasin Limpo, S.H, M.Si, MH melakukan serangkaian kegiatan yaitu menyerahkan sbantuan berupa sapi potong sebanyak 75 ekor, ayam KUB sebanyak 200 ekor, alat dan mesin pertanian (traktor, pompa air, kendaraan operasional), bibit dan benih tanaman.

Pada saat yang sama Mentan melakukan penandatanganan MoU antara Pemprov NTT dengan Kementerian Pertanian RI tentang ekspor jagung juga melakukan penyerahan sertifikat ekspor dan secara simbolis melakukan pelepasan ekspor.

Sharul Yasin Limpo, dalam sambutannya mengatakan, Provinsi NTT dapat menjadi lumbung ternak. Selama ini kontribusi pengiriman ternak sapi dari NTT cukup luar biasa terutama ke Jawa dan Kalimantan. Populasi sapi di NTT dalam tahun 2019 mencapai 1.087.615 ekor dan Kinerja Upsus Siwab NTT 2019 untuk IB : 9.053 akseptor (75,4 persen dari target 12.000 akseptor. Bunting mencapai 8.218 akseptor (97,8 persen dari terget 8.400 akseptor dan lahir 9.137 ekor (135,9 persen dari target 6.720 ekor).

Dalam upaya pemberdayaan peternak di Provinsi NTT untuk tahun 2019, Sharul menyampaikan bahwa Kementan telah memfasilitasi beberapa kabupaten di NTT dengan rincian sebagai berikut: sapi potong sebanyak 25 ekor dan kambing /domba sebanyak 25 ekor di Kabupaten Belu, sapi potong sebanyak 50 ekor dan babi sebanyak 200 ekor di Kabupaten Malaka, dan Kabupaten Sumba Barat Daya sebanyak 20 ekor.

Baca Juga:  Imakom Kupang Kecam Pernyataan Anggota DPRD Maluku yang Diskriminasi Warga NTT

Sementara itu Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat menyampaikan bahwa NTT mempunyai banyak lahan tidur. Ini yang dapat digunakan untuk penanaman kelor dan akan mempunyai dampak ekonomi yang sangat luar biasa.

“NTT sudah punya coklat kelor dan permintaan dari luar negeri sangat tinggi, ini yang menjadi produk andalan NTT,” urainya.

Gubernur Viktor mengatakan saat ini ekspor ayam di Timor Leste adalah 13 juta USD/tahun dan semuanya didatangkan dari Brasil, Ia mengharapkan kalau bisa ayam itu dari NTT.

Baca Juga:  TNI Peduli Inflasi, Kodim 1604/Kupang Laksanakan Pembudidayaan Tanaman Hortikultura

Lebih lanjut dijelaskan juga populasi sapi di NTT 1 juta ekor, sapi betina 750.000 paling maksimal. Sapi yang keluar dari NTT 65.000 ekor/ tahun.

“Ini sangat memprihatinkan karena NTT yang dikenal dengan provinsi ternak sekarang tidak stabil kondisinya karena berbagai faktor. Diharapkan ke depan harus jadi unggulan,”pintanya.

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat meminta para peternak sapi di provinsi berbasis kepulauan ini untuk dapat memelihara ternak sapi yang menghasilkan daging berkualitas premium.

Baca Juga:  Sambut Hari Juang, TNI AD Bersihkan Lingkungan dan Tempat Ibadah

“Cara berpikir yang menurut saya keliru selama ini kita membiarkan peternak sapi untuk memelihara daging murah harusnya daging mahal, daging premium,” katanya.

VBL juga menghimbau Sektor pertanian, peternakan perlu dibenahi, jika tidak, maka akan semakin tertinggal lagi dari negara-negara maju.

Hadir pada acara ini, Menteri Pertanian Dr. H Sharul Yasin Limpo, S.H, M.Si, MH, Gubernur NTT, Walikota Kupang, Kepala BPTP NTT, Kepala BBPP Kupang dan ratusan warga lainnya. (vrg/vrg)