Polrestabes Surabaya Amankan Jutaan Pil Koplo Senilai 3,4 Miliar

oleh -455 views
Satresnarkoba Polrestabes Surabaya mengamankan pil koplo berjumlah 3,4 juta butir senilai Rp 3,4 Miliar.

SURABAYA, suluhdesa.com – Satresnarkoba Polrestabes Surabaya mengamankan pil koplo berjumlah 3,4 juta butir senilai Rp 3,4 Miliar.

Kombes Sandi Nugroho Kapolrestabes Surabaya mengatakan, selain mengamankan 3,4 juta butir pil koplo, pihaknya juga menangkap enam tersangka yang diduga sebagai jaringan bandar dan pengedar. Selain itu, pihaknya juga masih memburu seorang tersangka lainnya yang kini ditetapkan sebagai DPO. 

“Saat ini kami juga mengamankan enam pelaku dan satu DPO yang masih buron dan merupakan jaringan pil koplo di Jawa Timur. Kami menduga masih banyak yang lainnya dan akan kami ungkap dan kejar”, kata Sandi kepada wartawan di Mapolrestabes Surabaya pada Jumat (13/12/2019).

Baca Juga:  Zikria; Saya Tidak Punya Niat Menghina Bunda Risma

Mereka yang tertangkap yakni Erid Amaludin (40) warga Jambangan, Roby wijaya (41) warga Sidotopo Wetan dan Suyono (51) warga Lebak, Kenjeran, Surabaya. Kemudian Agus Edi Suprayitno (38), Suherman (42) dan Sambang Hermanto (47) yang tercatat sebagai warga Mojokerto.

Sandi menuturkan, penangkapan berawal dari informasi masyarakat mengenai adanya peredaran pil koplo di kalangan anak-anak sekolah pada 5 Desember lalu. Dari hasil tangkapan dan interogasi ke pelaku, polisi kemudian mengembangkan pada hari yang sama ke sebuah gudang ekspedisi di Surabaya. 

Baca Juga:  Kapolrestabes Surabaya Dukung Aspirasi Serikat Buruh

“Kemudian kita lakukan penyelidikan lagi dan tangkap pelaku dengan inisial ER yang diduga sebagai pemilik dan dikembangkan dan alhamdulillah ditemukan barang bukti 19 koli atau 19 karung yang diperkirakan 1.900 butir pil double L dan 15 koli yang diduga berisi pil dextro sebanyak 1,5 juta butir dextro,” imbuhnya.

Dari keterangan para tersangka, jaringan pil koplo itu sudah mereka jalankan sekitar satu tahun. Kini polisi terus mengejar jaringan lain dan melacak pabriknya.

“Dari informasi yang kami dapatkan baru berjalan selama satu tahun. Namun ini masih kita dalami sehingga kita tahu ini sebenarnya sudah berapa lama dan peredarannya sudah ke mana saja”, lanjut alumnus Akpol 1995 itu.

Baca Juga:  Menpora Kunjungi Evan Dimas di Kediamannya

“Mereka juga tidak menyebutkan punya pabrik di mana. Tapi ini merupakan satu rangkaian yang saat ini masih kita kejar “, tegasnya.

Para tersangka kini diancam dengan Pasal 196 Jo, Pasal 98 ayat (2) Sub Pasal 196 ayat (1) Undang-undang RI nomor 36 tajun 2009 tentang kesehatan. Mereka terancam hukuman pidana 10 sampai 15 tahun. (sum/sum)