Polda Jawa Timur Ungkap Penyelundupan dan Penyelewengan BBM Subsidi

oleh -431 views
Para tersangka penyelundupan BBM bersubsidi di Sampang, Madura yang diamankan petugas kepolisian Polda Jawa Timur.

SAMPANG, suluhdesa.com – Polda Jawa Timur berhasil mengungkap praktik penyelewengan BBM subsidi di SPBU Blega, Sampang. Enam tersangka penyelundupan dalam waktu setahun menyelundupkan total 2.160 ton BBM untuk dijual kembali ke perusahaan di sekitar Madura.

Enam tersangka memiliki peran masing-masing. Tindah sebagai pembeli BBM dan Bio Solar, Supriyono sebagai sopir truk pengangkut BBM, Khoirul Anam sebagai kernet truk, Nurhidayat dan Moh. Nur Wahyudi yang menjadi Pengawas SPBU hingga Operator SPBU M. Sukri yang turut serta melancarkan aksi ini.

Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan mengatakan keenam pelaku melakukan aksinya tiga kali dalam seminggu. Dalam sekali menyelewengkan BBM, para pelaku membeli 45 ton BBM bersubsidi untuk dijual ke perusahaan dengan harga normal atau harga industri.

Baca Juga:  Spesialis Pencuri Sapi Dibekuk Unit Reskrim Polsek Tongas

“Jadi tim kami satgas ini telah berhasil mengungkapkan praktik penyulundupan di SPBU wilayah Blega Sampang dan wilayah Bangkalan di mana ini penyalahgunaan BBM sudah berjalan 1 tahun, ada 6 pelaku yang kami periksa saat ini”, Ungkap Luki di SPBU Blega, Sampang, Madura, Rabu (11/12/2019).

Luki mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan dalam satu minggu yakni para pelaku 3 kali mengambil BBM, 1 kalinya 15 ton, jadi dalam 1 minggu ada 45 ton. Dan ini sudah berjalan selama 1 tahun. Jadi kurang lebih ada 2.160 ton.

Baca Juga:  MUI dan Kapolres Lembata Bahas Skandal Antrian BBM

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menambahkan pihaknya mendapat informasi dari masyarakat terkait penyelewengan ini, ada beberapa tempat yang disubsidikan ke Sumenep, ada ke wilayah Pamekasan dan lain-lain. Ini merupakan program pemerintah yang harus diamankan karena Presiden sudah memerintahkan untuk pengamanan terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah yang sampai ini disalah gunakan, dan terus bekerja sama dengan sistem lainnya terhadap kegiatan-kegiatan yang terkait dengan kebijakan pemerintah.

Luki menyebut pihaknya tengah mendalami keterlibatan Pertamina dalam penyelewengan ini. Karena, ada tiga pegawai SPBU yang terlibat.

Para pelaku dijerat UU RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yakni Pasal 53 Huruf c dan d dengan pidana penjara paling lama 3 tahun dan denda Rp 30 Miliar. Selain itu, pelaku juga terancam Pasal 55 dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda Rp 60 Miliar. 

Dalam penangkapan tersebut, Polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti dua truk yang di dalamnya terdapat tangki besi berkapasitas 8.000 liter yang berisi BBM Bio Solar kurang lebih 1,5 Ton, satu buah mesin pompa merk Yamagawa, sebelas bull dengan kapasitas 1.000 liter, empat buah tandon warna kuning dengan kapasitas 5.300 liter, serta satu buah tangki tandon besi dengan kapasitas 8.000 liter. (Sum/Tim)