Perempuan Harus Berpartisipasi Dalam Pembangunan Nasional

oleh -510 views
Menteri Bintang saat membuka Musyawarah Nasional IV Dharma Wanita Persatuan Periode 2015-2019 di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, pada Rabu (11/12/2019).

JAKARTA, suluhdesa.com – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga merangkul Dharma Wanita Persatuan (DWP) untuk bersinergi dalam melaksanakan lima isu prioritas Kemen PPPA.

Sebagai organisasi masyarakat yang ikut mendukung terselenggaranya pelayanan publik, DWP juga harus berperan mendorong perempuan di Indonesia untuk berpartisipasi dalam pembangunan nasional.

“Dharma Wanita Persatuan (DWP) adalah salah satu gerbong bagi pemberdayaan perempuan dan pemenuhan hak anak Indonesia. Kami ingin mensinergikan arahan Presiden Joko Widodo kepada Kemen PPPA dengan DWP,” ujar Menteri Bintang saat membuka Musyawarah Nasional IV Dharma Wanita Persatuan Periode 2015-2019 di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, pada Rabu (11/12/2019).

Baca Juga:  Gadis Maluku Utara Jadi Sopir Ambulans untuk Pasien Corona di Jakarta

Menurut Menteri Bintang, ada lima isu prioritas Kemen PPPA yang menjadi arahan Presiden, yakni:

Pertama, pemberdayaan perempuan di bidang wirausaha. Kemen PPPA telah memiliki program Industri Rumahan (IR) yang telah membina sekitar 3.764 perempuan.

Kedua, peran ibu dalam pendidikan anak – anak.

Ketiga, menurunkan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak. Keempat, menurunkan angka pekerja anak. Kelima, menurunkan angka perkawinan anak.

Selain ikut menyukseskan lima prioritas Kemen PPPA, Dewan Kehormatan DWP, Nila F. Moeloek mengatakan bahwa DWP juga harus berperan dalam meningkatkan ilmu pengetahuan perempuan, utamanya para istri ASN demi mendukung penyelenggaraan pelayanan publik.

Baca Juga:  Hormat Simbol Negara dan Cinta Tanah Air Tak Dilarang Agama

“DWP merupakan organisasi masyarakat yang mandiri dan netral sebagai abdi negara yang ikut mendukung pelayanan publik. Kemandirian bagi kaum perempuan juga merupakan suatu hal yang harus diperjuangkan. Kesempatan juga harus diberikan kepada kaum perempuan untuk meningkatkan ilmu pengetahuannya. Sumber Daya Manusia (SDM) unggul harus dimulai dari kaum perempuan yang berpengetahuan. Maka dari itu, salah satu perjuangan kami adalah meningkatkan ilmu pengetahuan istri ASN untuk mendukung terselenggaranya pelayanan publik dan meningkatkan partisipasi perempuan dalam pembangunan bangsa,” tutur Nila.

Baca Juga:  Idul Fitri 1441 H, Momen Tumbuhkan Solidaritas dan Persaudaraan Antar Agama

Menteri Bintang juga mendorong agar DWP dapat bersinergi dengan Kemen PPPA untuk mendorong kaum perempuan agar berpartisipasi di ranah publik dan berperan dalam menopang ekonomi keluarga.

“Tugas perempuan setelah sukses di ranah domestik adalah sukses di ranah publik. Perempuan tidak hanya menjadi ibu rumah tangga, tidak hanya menjadi pendidik anak, tapi kita ikut berpartisipasi dalam menopang ekonomi keluarga. kami berharap agar Kemen PPPA bisa bersinergi dengan DWP agar kaum perempuan harus bisa berpartisipasi dalam pembangunan nasional,” tutup Menteri Bintang. (vrg/vrg)