Masyarakat Harus Cerdas Memilih Bahan Makanan

oleh -587 views
Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Nusa Tenggara Timur, BPOM Pusat, Wakil Ketua Komisi lX DPR RI Melky Laka Lena bersama menggelar sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) obat dan makanan.

KUPANG, suluhdesa.com – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Nusa Tenggara Timur, BPOM Pusat, Wakil Ketua Komisi lX DPR RI Melky Laka Lena bersama menggelar sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) obat dan makanan.

Hal penting yang diangkat di dalam kegiatan tersebut adalah kiat menyiapkan makanan yang aman, mencegah keracunan makanan massal di pesta.

Sosialisasi di gelar pada Rabu (11/12/2019) di IKM SS Tofa Kota Kupang pukul 18.00 wita sampai selesai.

Dra. Chairun Nisa Kepala Subdit Inspeksi Pangan Steril Komersil BPOM Pusat mengatakan menjadi konsumen cerdas harus sadar pangan dengan KLIK (Kadaluarsa, Label, Ijin edar, Kemasan).

Dijelaskan juga untuk memastikan amannya makanan adalah dengan melihat label, tanggal kadaluarsa, petunjuk penyimpanan yang aman misalnya suhu, dan tidak bercampur bahan berbahaya lainnya.

Kepala BPOM NTT Drs. Sem Lapik, Apt. M.SC menjelaskan tentang konsumen cerdas anti hoax pangan harus mengenal 3 bahaya yang ada di pangan yaitu: bahaya biologi, bahaya kimia dan bahaya fisik.

Bahaya biologi yakni adanya mikroorganisme, kuman, bakteri atau jamur. Bahaya fisik seperti adanya serpihan kayu, rambut, kuku, pasir, pecahan kaca dan bahaya kimia jika dipakai pengawet dan bahan pewarna tekstil.

Ia menghimbau kepada masyarakat untuk tidak menggunakan bahan berbahaya di dalam pangan.

Baca Juga:  Dampak Kebijakan di Bidang Perhubungan, Isyak Nuka: Banyak Masyarakat yang Tidak Tahu

Sementara Emanuel Melky Lakalena dalam pemaparannya menjelaskan bahwa sosialisasi ini sangat bermanfaat bagi masyarakat agar masyarakat tahu bagaimana menyiapkan makanan dan menghindari keracunan makanan di tempat pesta.

Melky yang adalah seorang apoteker menjelaskan bahwa kasus keracunan makanan di tempat pesta sudah pernah terjadi di NTT.

Itu diakibatkan karena cara mengolah bahan makanan dan cara penyimpanan yang tidak baik. Sebagai contoh makanan mentah dan makanan masak tidak dipisahkan, kebersihan bahan dan kebersihan orang yang mengolahnya diabaikan, tidak menggunakan air yang bersih. Ini akan berpotensi terjadinya keracunan makanan.

“Ada kunci keamanan pangan : pilih bahan makanan yang layak dikonsumsi, pisahkan makanan mentah dan masak, jagalah suhu makanan dalam penyimpanan, jagalah kebersihan bahan makanan dan tangan saat hendak memasak makanan serta cucilah bahan makanan dengan air bersih,” jelasnya.

Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahan berbahaya pada makanan atau pangan serta konsumen harus cerdas dalam memilih bahan makanan yang akan dikonsumsi.

Baca Juga:  Peringati HUT TNI ke 75, Korem 161/Wira Sakti Gelar Karya Bakti

Hadir pada kesempatan itu seluruh masyarakat, pengusaha makanan, jajanan, serta tamu undangan lainnya. (vrg/vrg)