Jelang Natal dan Tahun Baru Aparat Gabungan Razia Miras di Gresik

oleh -320 views
Kapolres Gresik, AKBP Kusworo Wibowo bersama aparat gabungan menyisir sejumlah warung kopi di Kecamatan Manyar, Gresik, Jawa Timur.

GRESIK, suluhdesa.com – Razia minuman keras (miras) dilakukan tim gabungan yang melibatkan anggota TNI, Satpol PP, Banser, FPI dan Ketua MUI Gresik terhadap tiga warung kopi di Jalan Raya Roomo, Kecamatan Manyar, Gresik, Jawa Timur pada Rabu (11/12/2019)

Kapolres Gresik, AKBP Kusworo Wibowo bersama aparat gabungan menyisir sejumlah warung kopi di Kecamatan Manyar. Hal ini untuk menjaga cipta kondisi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

Beberapa botol minuman keras (miras) itu dijual bebas di warung. Bahkan, satu botol miras jenis arak itu dijual pergelas, Satu gelas besar dijual seharga 20 ribu rupiah. Nah, miras tersebut dicampur dengan minuman energi sachetan.

Baca Juga:  Koramil 0820/11 Sumber Bagikan Sembako Kepada Para Manula dan Janda Tua

“Ini namanya es moni, miras campur minuman energi”, ujarnya kepada wartawan, Rabu (11/12/2019).

Per botolnya, miras tersebut dijual dengan harga kisaran 60 ribu rupiah. Sejumlah botol langsung dibawa ke Mapolres Gresik beserta pemiliknya.

Setelah menyusuri tiga warkop penjual miras, Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo menuturkan, razia gabungan ini bertujuan agar wilayah Gresik terbebas dari miras ilegal dalam rangka pengamanan menjelang Natal dan Tahun Baru.

Baca Juga:  Kantor Koramil Terendam Banjir, Satlantas Polres Gresik Serahkan Bantuan

“Sudah banyak meregang nyawa gara-gara minuman oplosan seperti ini,” katanya.

Penjual miras campuran ini dijerat dengan pasal 204 KHUP dengan ancaman 15 tahun penjara serta dilapisi UU Pangan dan Kesehatan. Salah satu pemilik warkop yang menjual miras ilegal, Teguh (59) menegaskan bahwa miras yang dijual di warungnya hanya dua botol saja.

“Saya sopir, saat ke Tuban bawa satu botol dijual ke Gresik 65 ribu rupiah,” ucapnya.

Baca Juga:  Wakil Komisi IV DPR RI Resmikan Pondok Pesantren Sirajut Tholibin di Probolinggo

Ketua MUI Gresik KH Mansoer Shodiq sangat mengapresiasi apa yang dilakukan aparat penegak hukum, apalagi Gresik sudah dikenal sebagai kota santri. Perwakilan FPI dan Banser juga berharap razia tidak hanya dilakukan sekali ini saja, harus dilakukan secara intens dan tidak memberi ruang kepada penjual miras di Kota Santri. (Sum/Tim)