Kadis P dan K NTT: Gaji Guru Dibayar Minggu Ini, Nanti Akan Ditransfer

oleh -1.258 views
Drs. Benyamin Lola, M.Pd Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT

KUPANG, suluhdesa.com – Pencairan gaji guru-guru honor komite dan honor yayasan tidak tetap yang menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT akan dilaksanakan dalam minggu ini. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Drs. Benyamin Lola M.Pd saat ditemui awak media Selasa (10/12/2019) di aula Fernandez Kantor Gubernur NTT.

Menurut Benyamin terkait gaji guru yang belum dibayar itu akan ada pencairan dalam minggu ini.

Dikatakan Benyamin seperti yang diberitakan oleh SULUHDESA.COM sebelumnya bahwa, hal itu sudah diproses sampai Bulan Desember ini tergantung kecepatan keuangan.

Baca Juga: https://suluhdesa.com/2019/12/03/insentif-guru-lingkup-dinas-p-dan-k-provinsi-ntt-dibayar-desember-ini/

“Kalau Surat Perintah Pembayaran (SP2D) sudah keluar hari ini (Selasa, red.) sudah bisa dibayarkan atau dicairkan dan ditransfer dari kas daerah ke bank NTT pusat lalu ke Bank NTT cabang dan itu akan diperiksa dulu sebelum dikirim ke rekening pribadi masing-masing. Sebelum ke rekening pribadi dicek terlebih dahulu misalnya ada SK yang pesiar itu harus diatur dulu di situ baru ditransfer ke rekening pribadi,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan pula insentif guru yayasan tidak tetap dan guru komite yang lambat dibayarkan bukan berarti para guru tidak terima gaji tetapi mereka terima hanya pada Bulan Januari hingga Bulan Mei 2019. Kebijakan Gubernur NTT adalah mengalokasikan dana untuk guru komite dengan insentif 400 ribu rupiah /bulan dan guru tidak tetap yayasan dengan insentif 300 ribu rupiah/bulan.

Baca Juga:  Meski Zona Hijau, Marius Akui NTT Masih Banyak OTG dan ODP

Di Provinsi NTT ada 3000 guru honor yang terima sesuai UMP. Sedangkan guru yang diangkat dari komite itu dibayar komite. Di swasta ada guru yayasan tetap dan guru yayasan tidak tetap sementara dibayar oleh yayasan tetapi masih jauh di bawah UMP.

Ketika disinggung soal kendala sehingga gaji guru terlambat dibayar, Benyamin mengungkapkan perubahan data guru dari kabupaten/kota terutama guru yayasan tidak tetap dan guru honor komite harus diteliti secara baik sehingga tidak terjadi kesalahan dalam pembayaran.

Baca Juga:  Wagub NTT Lantik Pejabat Eselon; Harus Mawas Diri

“Semua data diverifikasi dengan teliti karena mungkin bulan lalu ada yang pindah atau meninggal. Kita bayar tidak boleh salah, setiap bulan kita selalu minta datanya agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” tegasnya.

Sementara itu terkait grand design Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT 2020 – 2030 dengan tema Pembangunan Pendidikan Yang Berkualitas Menuju NTT Bangkit Dan Sejahtera, Benyamin juga memberikan alasan-alasannya.

Hasil belajar rendah, lambatnya anak menyelesaikan sekolah, tingkat mengulang yang tinggi di kelas, tumbuh kembang anak yang terganggu, serta anak penyandang disabilitas yang belum mandiri adalah sejumlah masalah yang kini dihadapi oleh lebih dari 1.35 juta anak yang bersekolah di NTT. Anak-anak ini akan memasuki usia produktif (15-64 tahun) pada tahun 2020 sehingga perlu dipersiapkan dengan baik.

“Grand Design Pendidikan dan Kebudayaan disusun sebagai salah satu upaya untuk menjawab permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam dunia pendidikan di NTT agar peluang bonus demografi bisa dimanfaatkan dengan baik,” kata Benyamin.

Baca Juga:  Antisipasi Covid-19 di Kota Kupang, Masyarakat Jangan Ciptakan Kluster Kupang

Benyamin juga menjelaskan bahwa mutu pendidikan di NTT yang buruk semua orang tidak bisa langsung memvonis pihak tertentu karena pendidikan itu sangat kompleks urusannya, sementara teridentifikasi peran yang paling penting dalam pendidika adalah guru karena ketika ada guru, ada materi, ada pembelajaran, sebab guru sebagai pengarah dan penggerak.

Salah seorang guru SMA yang tidak mau disebutkan namanya mengirimkan pesan Whatsapp ke nomor Media SULUHDESA.COM pada Selasa (10/12/2019) malam pukul 22.00 wita yang menohok Pemerintah Provinsi NTT.

“Jargon Pak Viktor sebagai Gubernur NTT itu keren dan gagah. NTT Bangkit NTT Sejahtera. Nah terkait dengan kesulitan para guru ini Pak Viktor diam saja ko. Bagaimana ini NTT mau bangkit dan sejahtera kalau hal kecil seperti ini dipersulit? katanya. (vrg/vrg)