Maryana Ose, Gadis Muslim Masuk PMKRI Kupang Untuk Bangun Toleransi

oleh -3.901 views
Maryana Ose, anggota PMKRI Kupang yang beragama Muslim

KUPANG, suluhdesa.com – Sebanyak 125 kader muda dilantik menjadi anggota Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kupang Santu Fransiskus Xaverius. Sidang pelantikan anggota baru yang dipimpin Ketua Presidium PMKRI Cabang Kupang Adrianus Oswin Goleng tersebut berlangsung di Aula DPD Partai Golkar NTT Jalan Frans Seda, Kupang pada Minggu (8/12/2019) malam.

Baca Juga: https://suluhdesa.com/2019/12/10/125-anggota-pmkri-kupang-dilantik-harus-saling-menopang-dan-militan/

Proses pelantikan pun diawali dengan sumpah anggota dipandu oleh Ketua Presidium dan berlangsung dengan penuh hikmad, yang ditandai dengan penyematan baret merah bol kuning oleh Ketua Presidium.

Ada hal menarik diantara ratusan anggota baru ini. Satu dari ratusan anggota baru itu mengenakan hijab. Ia adalah Maryana Ose, anggota baru asal Lembata yang juga merupakan mahasiswa Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Nusa Cendana.

Usai dilantik, Maryana Ose anggota luar biasa PMKRI Cabang Kupang kepada Media SULUHDESA.COM mengatakan bahwa dirinya memilih berhimpun diri dalam wadah PMKRI dengan niat dan tidak ada paksaan dari orang lain karena ia ingin membangun toleransi umat beragama. Sebab menurutnya belakangan ini paham radikal sangat gencar di tengah masyarakat.

“Berhimpun di PMKRI bukan berarti harus mengikuti semua ajaran agama Katolik tapi saya hanya belajar dan memahami prinsip Kekatolikan saja, karena PMKRI tidak mengkatolikan umat lain tapi prinsipnya yang bersifat universal untuk siapa pun yang mau bergabung dan belajar di perhimpunan PMKRI”, tandas Yana.

Lebih lanjut, Yana juga mengatakan memang ada rasa malu dan minder karena takut adanya muncul pemikiran yang tidak baik dari orang lain dengan bergabungnya di PMKRI.

Baca Juga:  Peringati HUT ke 59, Korem 161/WS Gelar Karya Bakti Pembersihan TMP Dharma Loka Kupang

“Tentu ini tantangan bagi saya, namun tantangan ini tidak menyurutkan niat saya dalam berproses di wadah ini. Bagi saya, PMKRI merupakan wadah yang sangat terbuka bagi anggota yang berbeda keyakinan. Sejak saya berproses di Buraen hingga mabim, saya merasa sangat bangga karena banyak ilmu yang saya dapatkan dari perhimpunan ini. PMKRI selalu membuka ruang untuk siapa pun yang ingin berproses, baik saya yang beragama Islam maupun teman-teman Kristen Protestan sehingga terus eksis dan melahirkan kader yang militansi dalam mewujudkan visi & misi,” jelas Yana.

Baca Juga:  Bulan Kitab Suci: Momen Introspeksi Diri

Adrianus Oswin Goleng, Ketua Presidium PMKRI Cabang Kupang dalam pidatonya mengatakan bahwa berproses di wadah ini tidak mengenal suku, agama, maupun etnis dari anggotanya. PMKRI secara yuridis konstitusional membuka diri bagi siapa saja yang mau berkecimpung dalam wadah perhimpunan.

Lebih lanjut, Oswin mengatakan bahwa PMKRI patut berbangga, pelantikan kali ini ada salah satu anggota luar biasa yang berkeyakinan lain (Muslim).

Baca Juga:  Babinsa Koramil Batakte Dampingi Kades Uitao Salurkan BLT untuk Lansia

“Kami mengapresiasi saudari kita yang membuat pilihan untuk bergabung dalam perhimpunan ini. Jangan takut dan ragu tentang PMKRI. PMKRI dalam eksistensinya berjuang dan terlibat serta selalu mengedepankan nilai-nilai universal yang terbingkai dalam spirit tiga benang merah (Kristianitas, Fraternitas, Intelektualitas) yang menuntun kita untuk saling menghargai dan mencintai perbedaan sebagai kekayaan bersama,” tukas Oswin.

Oswin juga menjelaskan bahwa PMKRI tidak pernah meng-Katolikan orang yang berbeda keyakinan apa lagi menyesatkan. Untuk itu Oswin berharap supaya semua anggota saling menopang, belajar bersama, saling mengenal dan memahami satu dengan yang untuk kebaikan bersama dan perhimpunan.

Kegiatan pelantikan ini dihadiri oleh para senior/alumni, tamu undangan dan seluruh anggota PMKRI yang memenuhi aula DPD Partai Golkar. Kegiatan ini mengusung tema Persiapkan Jalan Bagi Tuhan, Luruskan jalan bagiNYA. (os/red.)