Jumlah Penderita HIV/AIDS di Kota Kupang 1.509 Orang

oleh -401 views
Wakil Walikota Kupang, dr. Herman Man

KUPANG, suluhdesa.com – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Kupang memperingati Hari AIDS Sedunia dengan menggelar jalan sehat bertempat di arena Car Freeday Jln. Eltari, Kota Kupang pada Sabtu (7/12/2019). Jalan sehat diikuti oleh aktivis penanggulangan AIDS, orang dengan HIV/AIDS (ODHA) serta sejumlah komunitas Warga Peduli Aids (WPA).

Peringatan Hari AIDS Sedunia yang jatuh setiap tanggal 1 Desember itu diisi dengan berbagai kegiatan di antaranya pemberian bantuan sembako bagi ODHA, sosialisasi bahaya HIV/AIDS serta jalan sehat bersama komunitas ODHA, Warga Peduli Aids (WPA)

“Kegiatan ini menjadi momen penting bagi kami untuk mengingatkan kepada masyarakat tentang bahaya HIV/AIDS,” ucap Wakil walikota Kupang Herman Man.

Lebih lanjut Wakil Walikota menjelaskan, faktor gaya hidup memiliki peran kunci meningkatnya jumlah pengidap HIV/AIDS di daerah. Salah satunya kian maraknya gaya hidup perilaku seks menyimpang lesbian, gay, biseksual, dan transgender atau LGBT.

Wakil Walikota Kupang, dr. Herman Man mengatakan perayaan hari HIV sedunia bukan sekedar hura-hura tetapi penuh keprihatinan dan penuh tantangan.

Baca Juga:  Sejumlah Desa di Kabupaten Malaka Terendam Banjir, Kondisi Warga Aman dan Baik

“Tantangan itu bagaimana kita bisa menyukseskan program-program HIV /AIDS di Kota Kupang. Bagaimana mempersiapkan generasi ke depannya yang harus sehat dengan tidak ada lagi kasus HIV/AIDS baru, tidak ada lagi kematian akibat HIV/ AIDS serta menghapus diskriminasi/ stigma buruk terhadap orang ODHA,” jelas Herman.

Berbagai upaya terus dilakukan oleh KPA agar penularan virus mematikan itu bisa terkendali. Selain sosialisasi dan pendekatan kepada komunitas yang rentan, KPA rutin melakukan edukasi di kalangan pelajar dan mahasiswa. Pelajar dan mahasiswa menjadi yang paling rentan dengan jumlah penderita HIV/AIDS.

Baca Juga:  Wakil Gubernur Ajak Masyarakat Mexico Kunjungi Pariwisata di NTT

Walikota Kupang Herman Man menyebut penanggulangan HIV/AIDS tidak cukup hanya dilakukan oleh pemerintah dan KPA. Butuh peran serta masyarakat khususnya keluarga sebagai garda terdepan yang mengawasi anak-anaknya.

“Kami juga menghimbau kerja sama WPA, organisasi pemerhati HIV/AIDS untuk terus bekerja sesuai visi misi terutama WPA yang ada di Kota Kupang. Kami berterima kasih kepada WPA walau dengan segala keterbatasan bekerja sampai ke lapisan paling bawah meski dengan upah yang kecil tetapi mampu menjangkau wilayah yang luas di Kota Kupang ini,” katanya.

Baca Juga:  Mahasiswa FKIP Biologi Unwira Kupang Bagi Hand Sanitizer untuk Kaum Difabel di Lasiana

Masih menurut wakil Walikota, KPA dan Pemerintah Kota Kupang akan merancang bagaimana bisa menjangkau perekonomian para penderita ODHA yang mempunyai usaha kios, ojek, agar bisa dibantu sesuai kebutuhan atau keterampilan yang dimiliki.

Untuk diketahui Dinas Kesehatan Kota Kupang, mendata jumlah penderita HIV/AIDS di Ibu Kota Provinsi NTT itu per Juli 2019 mencapai 1.509 orang.

Dari 1.509 penderita tersebut 1.069 merupakan penderita HIV dan sisanya, 440 penderita AIDS. (vrg/vrg)