Sebelum Bunuh Diri, Pria Asal Sidoarjo Tinggalkan Tulisan

oleh -322 views
Tim Inafis, Satpol PP, Linmas, PMK, dan Dishub Pemkot Surabaya mengevakuasi jenazah korban identitas pria yang diduga bunuh diri dengan menabrakan diri ke Kereta Api (KA) di perlintasan rel KA depan SMKN 3 Surabaya, Jalan A Yani, Gayungan, Surabaya

SURABAYA, suluhdesa.com  – Aksi bunuh diri yang dilakukan Imam Sugianto sangatlah tragis, ia adalah warga Sidoarjo. Imam Sugianto mengakhiri nyawanya dengan cara menabrakkan diri ke kereta api di perlintasan depan SMKN 3 Surabaya, Jalan A Yani, Surabaya, dan diduga ia mengidap penyakit.

Menurut Kanit Reskrim Polsek Gayungan Ipda Hedjen Oktianto, korban mengidap penyakit hernia. Hal itu diketahui dari hasil visum luar yang dilakukan oleh Tim Inafis Polrestabes Surabaya.

“Ada pun hasil olah TKP korban didapatkan ada mengidap sakit hernia”, katanya, Minggu (8/12/2019).

Ia belum bisa memastikan apakah penyakit itu yang menyebabkan korban memutuskan mengakhiri hidup dengan cara tragis. Pasalnya pihaknya masih terus melakukan penyelidikan, termasuk menghubungi pihak keluarga korban.

Baca Juga:  Kodim 0820 dan Polresta Probolinggo Dirikan Dapur Umum untuk Rakyat Terdampak Covid-19

“Selanjutnya korban dibawa ke RSU Dr Soetomo guna dilakukan Pemeriksaan medis”, ujarnya.

Saat Tim Inafis, Satpol PP, Linmas, PMK, dan Dishub Pemkot Surabaya mengevakuasi jenazah korban identitas pria yang diduga bunuh diri dengan menabrakan diri ke Kereta Api (KA) di perlintasan rel KA depan SMKN 3 Surabaya, Jalan A Yani, Gayungan, Surabaya, terungkap.

Pria itu adalah Imam Sugianto, warga Sidoarjo. Imam tewas seketika dengan kondisi tubuh yang tak lagi utuh karena disambar lalu diseret KA Penataran Jurusan Surabaya-Blitar sejauh 50 meter.

Baca Juga:  Hari Jadi Kabupaten Probolinggo ke 274 Tahun, Pemkab Ziarah ke Makam Bupati Pertama

Saat dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), di dekat jasadnya terdapat beberapa lembar kertas HVS berisi tulisan tangan, surat itu ternyata berisi informasi mengenai keberadaan pihak keluarga korban.

“Di secarik kertas ada namanya, keluarga, adiknya, kakaknya, yang bisa dihubungi, ada nomornya lengkap”, kata Bayu Petugas BPB Linmas Pemkot Surabaya.

Beberapa lembar surat itu berserakan di sekitar tubuh korban yang tak lagi berbentuk. Dan ada pula yang berada di dalam saku kemeja batik warna ungu lengan panjang yang dikenakan korban.

Baca Juga:  8 ODP Covid-19 di Kabupaten Probolinggo Dinyatakan Sehat

“Kertasnya itu tercecer, ada yang berserakan, ada yang di saku, ada ponsel dua buah”, jelasnya.

Kanit Reskrim Polsek Gayungan, Ipda Hedjen Oktianto mengatakan, beberapa lembar kertas yang ditemukan di dekat tubuh korban merupakan wasiat yang berisikan nama dan pihak keluarga korban.

“Jadi itu ada surat wasiat yang berisi nama korban dan pesan agar menghubungi keluarga korban serta beberapa nomor ponsel keluarga korban”, tutup Hedjen. (Sum/Sum)