Dharma Wanita Persatuan NTT Dukung Program Stunting dan Human Trafficking

oleh -561 views
Julie Laiskodat sedang memotong tumpeng pada perayaan HUT Dharma Wanita Persatuan

KUPANG, suluhdesa.com – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi NTT turut mendukung program Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT terkait Human trafficking dan penanganan stunting

Wujud dukungan itu, yakni DWP NTT bekerjasama dengan DWP kabupaten /kota dengan kecamatan, desa /kelurahan tertentu untuk bersama- sama memberikan sumbangsih dan ilmu untuk pendidikan terutama keluarga agar anak-anak dapat meningkatkan keterampilan atau skill sehingga menciptakan lapangan pekerjaan dan akan meminimalisir jaringan perdagangan orang,

Hal ‎ini disampaikan Ketua DWP Provinsi NTT, Bertha Salem – Laju pada acara memperingati HUT DWP ke-20 Tahun 2019 di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Sabtu (7/12/2019).

Baca Juga:  247 KK di Desa Lakekun Utara Terima BST dan BLT, Kades: Jangan Judi

Menurut Berta, DWP NTT turut mendukung program DWP berupa program pendidikan, ekonomi dan sosial.

‎Berta juga mengakui, sebagai istri dari ASN, DWP tentu mendukung kebijakan pemerintah dalam hal pemberantasan kasus trafficking yang menimpa masyarakat NTT selama ini dengan memberikan edukasi kepada ibu-ibu yang nantinya ditularkan kepada anak-anak mereka di rumah, agar tidak mudah terpengaruh dengan bujukan atau rayuan untuk bekerja di luar NTT dengan iming-iming upah kerja yang tinggi

“Jadi program pemerintah yang ada, kami turut dukung‎ seperti saat ini program penanganan stunting dan human trafficking serta bagaimana membina keluarga untuk memberdayakan ekonomi. Kami bekerja sama dengan kabupaten, kecamatan dan desa/kelurahan tertentu untuk program ini ,” kata Berta.

Baca Juga:  Pesan Kemanusiaan Covid-19 di NTT: Solider Dengan yang Terpapar, Harapan Tidak Boleh Hilang

Tentang pangan lokal, ia mengatakan, potensi pangan lokal di NTT cukup banyak, karena itu DWP harus melakukan terobosan dalam mengolah berbagai pangan lokal.

“Pangan lokal yang diolah ini bisa dijual untuk menambah pendapatan penghasilan dari ibu-ibu,” jelasnya

“Kami mengajak ibu-ibu dan masyarakat tentang cara membuat rumah pangan lestari (RPL), dimana ibu-ibu menanam aneka sayur-sayuran yang bernilai gizi tingggi, dan memberikan edukasi kepada kalangan remaja putri, agar bisa mempersiapkan usia kehamilannya sejak dini, bisa menjaga anak dalam kandungan, sehingga bisa melahirkannya dengan sehat,” tukasnya.

Baca Juga:  Awal Maret 2020 Pasar Perbatasan Motamasin Dibuka

Pantauan Media SULUHDESA.COM , ‎acara dengan tema optimalisasi kinerja Dharma Wanita Persatuan sebagai mitra strategis pemerintah untuk sukseskan pembangunan nasional ini dihadiri sejumlah ‎DWP dari kabupaten dan kota se-NTT.

Dalam rangka HUT ini, ada lomba pangan lokal oleh DWP se-NTT.

Asisten III, Cosmas D Lana mengharapkan, dengan HUT DWP tahun 2019 ini, DWP harus terus bekerja dan juga mendukung program pemerintah NTT.

Hadir DWP dari sejumlah kabupaten dan kota ‎se-NTT serta tamu undangan lainnya. (vrg/vrg)