Oknum Guru Sebuah SMP Di Malang Diduga Mencabuli Belasan Siswanya

oleh -561 views
Salah seorang guru di sebuah SMP di Kepanjen, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur berinisial CH (38) kini diamankan petugas kepolisian, ia diduga telah mencabuli belasan siswa

MALANG, suluhdesa.com – Salah seorang guru di sebuah SMP di Kepanjen, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur berinisial CH (38) kini diamankan petugas kepolisian, ia diduga telah mencabuli belasan siswa. Pelecehan seksual yang dilakukan pelaku yaitu di ruang Bimbingan Konseling (BK).

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung menyatakan pengungkapan dugaan pencabulan ini berawal dari laporan masyarakat, kemudian diselidiki kebenarannya atas laporan tersebut oleh pihak berwajib.

“Laporan dugaan pencabulan kami terima pada 3 Desember 2019 kemarin, kemudian diselidiki oleh Satreskrim. Pelaku yang dilaporkan adalah oknum guru berinisial CH”, ucap Ujung saat konferensi pers di Mapolres Jalan Ahmad Yani, Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (7/12/2019).

Baca Juga:  Komatda Gelar Rakor Pemaparan Capaian Program I-SEE 2019

Pelaku beberapa hari sempat tidak pulang ke rumahnya di wilayah Kepanjen, sejak kasus yang melibatkannya diselidiki polisi. Baru pada Jumat (6/12/2019) sore, jejak pelaku diketahui berada di wilayah Turen, Kabupaten Malang, yang kemudian dilakukan penangkapan.

“Pelaku sempat tidak pulang sejak kasus diselidiki. Tapi kemudian bisa kami tangkap, ketika berada di wilayah Turen, kemarin sore”, terang Ujung.

Baca Juga:  Sebuah Truk Terbalik Usai Menabrak Tiang Reklame Di Sidoarjo, Muatan Berceceran

Hasil pemeriksaan mengungkap setidaknya ada 18 siswa yang menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh pelaku. Perbuatan itu dilakukan dalam kurun waktu Agustus 2017 — Oktober 2018.

“Korban setidaknya ada 18 siswa. Pencabulan dilakukan di ruang tamu ruang BK (Bimbingan Konseling) dalam kurun waktu Agustus 2017 sampai Oktober 2018”, terangnya.

Karena perbuatannya, pelaku (CH) terancam hukuman 20 tahun penjara. Polisi menjerat pelaku dengan Pasal 82 juncto Pasal 76 Huruf e Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak.

“Pada ayat 2 Pasal 76, dijelaskan jika dilakukan oleh orang tua, wali, pengasuh anak, pendidik, atau tenaga kependidikan, maka pidananya ditambah 1/3 (sepertiga) dari ancaman pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Jadi tersangka akan diancam hukuman 20 tahun penjara dengan perbuatannya ini”, Pungkas Ujung. (Sum/Tim)