Jual Senapan Angin Ilegal, Polisi Gerebek Ruko Gun Shop Di Lumajang

oleh -407 views
Turut diamankan pula puluhan pucuk senapan angin untuk lomba dan berburu, puluhan pak peluru senapan angin kaliber 5,5 mm, 6,35 mm, dan 9,0 mm.

LUMAJANG, suluhdesa.com – Aparat kepolisian mengungkap adanya perakitan senapan angin dan sekaligus perdagangan secara ilegal di Lumajang digerebek, lokasi terletak disebuah ruko (Gun Shop) di Jalan Mayor Kamari Sampurno, Kelurahan Ditotrunan, Lumajang, Jawa Timur.

Pengungkapan kasus tersebut, berawal dari laporan masyarakat. Polisi kemudian menggerebek lokasi tersebut dan mengamankan pemilik ruko, Agus Hariyanto. Turut diamankan pula puluhan pucuk senapan angin untuk lomba dan berburu, puluhan pak peluru senapan angin kaliber 5,5 mm, 6,35 mm, dan 9,0 mm.

“Tim kami bersama Polres Lumajang mengungkap tindak pidana perakitan dan perdagangan senapan angin ilegal di Lumajang. pengungkapan ini berawal dari laporan dari masyarakat”, ujar Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan di lokasi, Sabtu (7/12/2019).

Baca Juga:  Polrestabes Surabaya Amankan Jutaan Pil Koplo Senilai 3,4 Miliar

Kapolda Jatim Irjen Pol Lukih Hermawan mengatakan, Agus sudah menjalankan usahanya sejak tahun 2015. Agus sudah memproduksi 250 pucuk senapan angin yang dijualnya ke 18 provinsi di Indonesia.

Agus menjualnya juga ke daerah konflik seperti Papua dan Sulawesi. Senapan angin tersebut dijual secara online maupun offline dengan harga bervariasi mulai Rp 3-20 juta.

Baca Juga:  Bupati Lumajang Canangkan Pengembangan Padi Organik di Desa Sumbermujur

“Sejak tahun 2015 sudah memproduksi 250 pucuk senapan angin yang dijual ke 18 provinsi di Indonesia. Di antaranya daerah konflik seperti Papua dan Sulawesi. Dan senjata ini cukup berbahaya karena ada yang berkaliber 9 mm”, ujar Lukih.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku terancam pasal 106 UU no 07 tahun 2014 tentang perdagangan dengan ancaman pidana penjara empat tahun atau denda sepuluh milyar rupiah serta pasal satu atau dua UU darurat nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau hukuman penjara maksimal dua puluh tahun. (Sum/Tim)