Harus Ada Kolaborasi Wartawan Dan BPS Sebagai Penyedia Data Bagi Masyarakat

oleh -284 views
Kepala BPS NTT Darwis Sitorus Dalam Sosialisasi SP2020 dan workshop wartawan Menuju satu data Indonesia Kamis, 05/12/2019 di Hotel Sotis Kota Kupang.

KUPANG, suluhdesa.com – Lahirnya Perpres nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia merupakan babak baru dalam tata kelola data dan informasi statistik sektoral di Indonesia. Jika sebelumnya statistik sektoral dikelola oleh masing-masing dinas/instansi, hadirnya Perpres nomor 39 untuk mulai berbenah, bekerja secara bersama dan terkoordinir untuk mewujudkan data yang lebih berkesinambungan, akurat dan terpadu.

Hal ini disampaikan Kepala BPS NTT Darwis Sitorus Dalam Sosialisasi SP2020 dan workshop wartawan Menuju satu data Indonesia Kamis, 05/12/2019 di Hotel Sotis Kota Kupang.

BPS baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota memikul amanah sebagai pembina data di tingkat daerah.

“Kami berkewajiban untuk melakukan pembinaan penyelenggaraan Satu Data Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dimana salah satu perwujudan fungsi tersebut adalah dengan dilaksanakannya kegiatan yang kita ikuti bersama ini,” jelas Darwis

Lembaga/ Dinas/ Instansi terkait, baik provinsi maupun kabupaten kota, selaku produsen data sektoral di tingkat daerah, mempunyai peran penting sebagai agen penggerak utama ketersediaan, keakuratan, kelengkapan dan kesesuaian data yang dibutuhkan berbagai pihak.

Begitu pula awak media, media cetak maupun media online, selaku corong dan garda terdepan dalam hal mewartakan data dan informasi, mempunyai peran penting sebagai agen utama penyebarluasan informasi dan data yang akurat, dengan interpretasi yang tepat, tidak multi-tafsir, mudah difahami, berbobot, independent dan keterbatasan tenaga, anggaran, peralatan dan sumber daya boleh jadi akan menggoyahkan perjuangan kita di awal masa transisi ini.

Namun yakinlah bahwa perubahan ini akan menuju ke arah yang lebih baik. Demi menghasilkan data statistik yang lebih baik dan terwujudnya Sistem Statistik Nasional yang lebih handal.

Baca Juga:  Romo Deken Malaka; Saya Tidak Mengatakan Wartawan Malaka Sudah Dibeli Pemda

“Kami BPS Provinsi NTT selalu siap mendukung terwujudnya pengelolaan data sektoral yang tertata dengan baik. Oleh karena itu, dalam forum ini saya mengajak hadirin semua, mari kita aktifkan kembali pertemuan forum data baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Kita jadikan forum ini sebagai pertemuan untuk membahas berbagai hal mengenai perbaikan kualitas penyajian dan penuyebarluasan data sektoral sehingga tercipta pengelolaan dan pemberitaan data yang lebih baik,” jelasnya.

Baca Juga:  Masyarakat Flobamora Bali Dukung Tim Sepak Bola Pra PON NTT

Ditambahkan pula sektor pariwisata juga mendapat perhatian khusus, selain karena sektor ini merupakan salah satu sektor utama yang digadang-gadang Gubernur NTT sebagai sektor pendongkrak ekonomi, nyatanya secara analitis sektor ini memiliki multiplier effect yang tinggi terhadap PDRB. Dimana diyakini bahwasanya dengan meningkatnya pariwisata sebagai prime-mover maka akan meningkatkan sektor-sektor lainnya seperti keuangan, konstruksi, transportasi bahkan sektor pertanian.

Dijelaskan juga Pembangunan itu memang mahal dan sulit tapi membangun tanpa data akan jauh lebih mahal bahkan jauh lebih sulit.

“Kami BPS sebagai institusi pembina kegiatan statistik telah merancang kegiatan sosialisasi, workshop, pelatihan dan diklat untuk meningkatkan kemampuan kita di bidang pengelolaan data statistik. Melalui kegiatan tersebut diharapkan aktualisasi Satu Data Indonesia ini dapat tercapai Secara pelan tapi pasti, perbaikan tersebut harus kita pikirkan bersama, terutama untuk data strategis yang fundamental dan mendasar, seperti data di sektor sosial, pendidikan, pertanian, dan kesehatan,” jelasnya.

Baca Juga:  Gubernur VBL Hadiri dan Setujui RUU Tentang Provinsi Bali

Pada tempat yang sama, Sofyan, Kepala Bidang Statistik Produksi BPS NTT mengharapkan dengan adanya kegiatan workshop ini kiranya ada kolaborasi antara wartawan dan BPS sebagai penyedia data statistik untuk masyarakat di NTT khususnya.

Melalui kegiatan tersebut diharapkan aktualisasi satu data Indonesia ini dapat tercapai secara maksimal dengan output yang optimal, sehingga data yang kita kelola bersama dapat diwartakan dengan pemahaman yang baik dan menjadi acuan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan minim kesalahan. (vrg/vrg)