Tim SAR Bantu Mencari Kakek Sahar Yang Hilang di Hutan Gunung Penanggungan

oleh -329 views
Tim SAR akhirnya diterjunkan untuk mencari kakek Sahar.

PASURUAN, suluhdesa.com – Kakek Sahar (75), warga Dusun Betro, Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan hilang selama dua pekan di hutan Gunung Penanggungan. Keluarga kakek tersebut, baru melaporkan ke pihak kepolisian setelah beberapa hari mereka sendiri melakukan pencarian kakek tersebut. Tim SAR akhirnya diterjunkan untuk mencari kakek Sahar.

Informasi yang diperoleh, kakek Sahar pamit ke salah satu keluarganya untuk menyambangi anaknya di Dusun Kesiman, Desa Sukoreno, Kecamatan Prigen, pada Jumat (22/11/19) pagi. Sahar melewati jalan setapak di hutan untuk menuju rumah anaknya. Kakek Sahar terbiasa berjalan melewati jalan tersebut karena lebih cepat jikalau ketempat anaknya.

Namun beberapa hari kemudian, Sahar tak pulang sehingga keluarga merasa tak tenang. Keluarga kemudian mencari ke Prigen, namun korban ternyata tak pernah sampai di rumah anaknya.

Keluarga dan warga setempat lantas melakukan pencarian. Jalan setapak sejauh 1,5 kilo meter mulai dari rumah Sahar di Desa Wonosunyo hingga rumah anaknya di Desa Sukoreno ditelusuri. Beberapa lokasi di sekitar jalan diperiksa. Namun usaha keluarga dan warga tak membuahkan hasil.

“Kamis (28/11) kemarin keluarga akhirnya melapor ke polisi. Akhirnya kami dan anggota Koramil membantu melakukan pencarian”, Kata Panit I Shabara Polsek Gempol Aiptu Sukisno, Kamis (5/12/2019).

Baca Juga:  Babinsa Koramil 0820/25 Bubarkan Masyarakat Desa Tambelang yang Gelar Balap Kelinci Saat Corona

Usaha pencarian yang melibatkan warga, polisi dan TNI hasilnya nihil. Meski didapatkan keterangan bahwa salah seorang warga mengaku sempat melihat Sahar melintas di jalan setapak di hutan tersebut. Akhirnya polisi memutuskan untuk melibatkan Tim SAR untuk membantu pencarian.

“Kemarin tim SAR sudah mulai pencarian”, Terang Sukisno.

Tim SAR memulai pencarian di jalan setapak yang dilalui Sahar. Hilangnya Sahar ada beberapa kemungkinan yang terjadi yakni tersesat, jatuh ke jurang atau berada di lokasi lain di luar hutan gunung Penanggungan. (Sum/Tim)