Program KB Tidak Membatasi Orang Untuk Memiliki Anak

oleh -316 views
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu (4/12/2019) di aula Gedung Glori Hall Betun Kabupaten Malaka.

MALAKA, suluhdesa.com – Kegiatan “Sosialisasi, Advokasi dan KIE Program KKBPK” merupakan kegiatan strategis karena selain untuk menyasar masyarakat, juga untuk mengadvokasi pemangku kepentingan dan penentu kebijakan semua tingkatan wilayah, terutama di kabupaten dan kota.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu (4/12/2019) di aula Gedung Glori Hall Betun Kabupaten Malaka.

“Penguatan program Keluarga Berencana (KB) ke depan terkait dokumen yang masih kurang  kita akan benahi,  sehingga dokumen dan grand design tentang pembagunan keluarga dan keluarga sejahtera di daerah ini bisa maju, tentu akan di bantu oleh tim ahli Prof. Beny Benu,” demikian disampaikan Bupati Malaka Stefanus Bria Seran (SBS) dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan tersebut.

Lanjut Bupati SBS “Jika kita ingin daerah kita maju dan berkualitas, kita harus mengurus keluarga berencana ini dengan baik. Semua harus ada peran aktif para camat dan kepala desa serta semua pemimpin yang ada”

Menurut Bupati SBS program Keluarga berencana ini bukan  membatasi orang untuk tidak memiliki anak banyak  tetapi diatur agar anak dilahirkan itu berkualitas, tumbuh dengan bagus, diberi investasi yang bagus sehingga ia berguna untuk dirinya, berguna untuk keluarga dan untuk bangsa dan negara.

Untuk program KB  ini, jelas Bupati SBS, kita tidak melarang supaya orang memiliki anak, kita tidak membatasi tetapi diatur supaya anak yang dilahirlan berkualitas di mana, anak berkualitas dalam segala aspek, sehingga  setiap tidak setiap tahun ibu melahirkan, sehingga ini tugasnya dari program KB dan semua pemangku kebijakan agar harus memberikan pemahaman,  Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE).

Baca Juga:  Musyawarah Desa Saenama Sepakati 114 KK Terima BLT

Bupati SBS berharap agar para camat dan kepala desa untuk mendiskusikan  dengan kepala perwakilan dan direktur, bagaimana metode yang paling bagus untuk diterapkan di Daerah Malaka, sebab jika  jumlah penduduk bertambah cepat dan tidak sebanding dengan fasilitas umum yang disediakan maka kemiskinan tidak bisa atasi.

Kepala perwakikan BKKN propinsi NTT Marianus Mau Kuru,  Kepada Media SULUHDESA.COM mengatakan, bahwa Program BKKN ini diberikan mandat untuk program kependudukan, keluarga berencana dan pembagunan keluarga, sehingga untuk membangun program ini tidak mudah. Sebab satu program kerja harus dikerjakan semua pihak.

“Bukan hanya  BKKBN saja melainkan  harus semua pihak mulai dari tingkat paling atas sampai di tingkat paling bawa,” ucapnya.

Ia mengaku, tujuan kegiatan ini supaya memberikan pemahaman tetang materi Advokasi dan KIE Program KKBPN bagi Pemangku Kebijakan di Kabupaten Malaka, kepada para camat dan kepala desa supaya menindaklanjuti raker akbar semua pimpinan daerah belum lama ini di Kupang yang dipimpin langsung oleh Gubernur NTT Viktor Laiskodat.

“Untuk itu  maka kami menerjemahkan dan menindaklanjuti program ini supaya harus dibangun mulai dari desa dan camat, mereka memahami lebih  dekat keluarga-keluarga,” tandasnya.

Lanjutnya, supaya para kepala desa dan camat menjadi eksekutor yang baik di masyarakat. Selain itu juga, maksud dari kegiatan ini juga untuk menyamakan pemahaman dan persepsi terkait program kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga.

Baca Juga:  Dapat Bantuan Ventilator, Bupati Malaka; Terima Kasih Melki Laka Lena

“Kita harus memiliki pandangan yang sama, kemudian usai dari kegiatan ini mereka harus melaksanakan program ini di masyarakat, serta kepala desa dan camat  harus menjadi corong untuk menyampaikan kepada masyarakat di desa dan menjadi gerakan milik desa, dengan filosofinya harus dibangun mulai dari keluarga, dengan selogan  dari, oleh keluarga dan untuk keluarga. Jika kita tidak mulai dari keluarga maka kita tidak akan bisa, sebab Indonesia merdeka sudah 74 tahun tapi masih banyak keluarga yang belum sejahtera karena titip fokus pembangunan kita tidak dimulai dari keluarga, sehingga sekarang program KKBPN mengajak semua keluarga menjadi titik sentral pembangunan”. Paparnya.

Ia mengaku di NTT program ini sudah dijalankan sejak tahun 1979. Akan tetapi hingga Tahun 2019 masih banyak keluarga belum memiliki pengetahuan yang cukup, karena  masih banyak yang memiliki pandangan yang berbeda dari progam ini, sehingga tugas KKBPN harus terus mengampanyekan program ini dari waktu ke waktu bersama seluruh mitra dengan melibatkan camat, kepala desa dan mitra lain seperti tenaga -tenaga kompoten di bidang ini.

Ia mengatakan bahwa program KB ini agar seorang ibu bisa memiliki waktu yang cukup untuk anak, melihat tumbuh kembang anak sehingga anak tidak kekurangan asupan gizi dan mengalami stunting.

Baca Juga:  Kades Kakaniuk Pimpin Aparat Desa Bersihkan Lokasi Wisata Bendungan Benenain

“Keluarga berenacana ini bukan untuk membatasi anak tetapi untuk mengatur jarak antara kelahiran anak dan melalui Program Generasi Berencana (GENRE) kita menjaga agar bisa melahirkan anak yang berkualitas. Untuk di Malaka sendiri peserta KB-nya belum terlalu banyak sehingga meningkatnya gizi buruk dan stunting, kematian ibu hamil dan anak juga keluarga miskin, kemudian anak-anak remaja perempuan yang sudah hamil dan melahirkan karena pergaulan bebas,” tukasnya.

Dirinya berharap camat dan desa sesuai intruksi gubernur untuk mereka terus berkampaye kepada masyarat serta pemerintah desa bisa mengalokasikan dana desa untuk mendukung progam ini. Ia juga mengajak masyarakat untuk  menerima program KB sebagai kebutuhan kesehatan keluarga, dan untuk anak-anak remaja harus melaksanakan 5 tahapan remaja, harus sekolah, setelah sekolah bekerja, baru merencanakan menikah, dan menghindari pergaulan bebas.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Malaka, Josefina Bete Manek mengatakan Program Keluarga Berencana sangat berguna sehingga jika ingin membagun keluarga sejahtera harus mulai dari dalam yakni keluarga itu sendiri.

Harapannya kepada para kepala desa dan camat supaya bisa menindaklanjuti apa yang sudah menjadi program di Kabupaten Malaka, walau pun program ini masih dianggap baru tetapi harus yakin sebab ada dukungan dari pusat dan propinsi.

Pada kesempatan itu Josephina berterimakasih kepada pemateri Beni Benu, Bupati Malaka, Kepala Dinas BKKPN Propinsi NTT. (edi.s/edi.s)