BPS NTT: Harga Jual Hasil Pertanian Menurun

oleh -582 views
Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi NTT, Darwis Sitorus melakukan konferensi pers bersama awak media di kantor BPS NTT Senin, (2/12/2019).

KUPANG,suluhdesa.com – Nilai Tukar Petani (NTP) Bulan November 2019 didasarkan pada perhitungan NTP dengan tahun dasar 2012 (2012=100). Penghitungan NTP ini mencakup 5 subsektor, yaitu subsektor padi & palawija, hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan dan perikanan.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi NTT, Darwis Sitorus kepada awak media di kantor BPS NTT Senin, (2/12/2019).

Darwis menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan harga – harga pedesaan di 115 kecamatan di NTT pada November 2019, NTP di NTT mengalami penurunan dibandingkan Oktober 2019 yaitu sebesar 0,20 persen, dikatakan bahwa penurunan ini disebabkan oleh harga jual hasil pertanian yang menurun, sedangkan harga beli komoditi rumah tangga meningkat.

Baca Juga:  Covid-19, Tekad Pemerintah NTT dan Tanggung Jawab Media

Sementara itu pada bulan November 2019, NTP Nusa Tenggara Timur sebesar 106,90 dengan NTP masing-masing subsektor tercatat sebesar 109,48 untuk subsektor tanaman padi-palawija (NTP-P); 102,93 untuk sub sektor hortikultura (NTP-H); 101,84 untuk subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTP-TPR); 111,58 untuk sub sektor peternakan (NTP-Pt) dan 109,45 untuk sub sektor perikanan (NTP-Pi).

Baca Juga:  Tingkat Penghunian Kamar Hotel Bulan Februari Turun

Darwis kembali menjelaskan bahwa ditinjau per sub sektor dengan membandingkan NTP Pada November dengan NTP Oktober maka sub sektor perkebunan dan perikanan mengalami penurunan indeks. Sedangkan pada sub sektor peternakan, sub sektor padi dan palawija, sub sektor hortikultura mengalami peningkatan indeks.

Sub sektor perikanan mengalami penurunan sebesar 0,28 persen pada November 2019, hal ini disebabkan oleh sub sektor budidaya sebesar 0,63 Ib dan meningkatnya sub kelompok konsumsi rumah tangga khususnya bahan makanan dan NTP sub sektor perkebunan rakyat pada November 2019 menurun 3,73 persen dibandingkan oktober lalu.

Baca Juga:  PGK Desak Polda NTT Copot Oknum Polisi yang Mengeroyok AM di Belu

“Hal ini juga disebabkan pada Ib sub kelompok konsumsi rumah tangga 0,09 persen dan sub kelompok BPPBM menurun 0,03 persen ,” pungkas Darwis Sitorus. (vrg/vrg)