Bupati Matim: Masyarakat Jangan Terprovokasi Soal Tapal Batas Matim-Ngada

oleh -631 views
Bupati Manggarai Timur Andreas Agas sedang menandatangani prasasti Batas Kabupaten Manggarai Timur dan Kabupaten Ngada didampingi Gubernur NTT Viktor Laiskodat dan Bupati Ngada Paulus Soliwoa.

KUPANG, suluhdesa.com – Bupati Manggarai Timur Andreas Agas meminta masyarakatnya untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi karena kepentingan orang-orang tertentu soal tapal batas Ngada dan Manggarai Timur.

Hal ini disampaikannya kepada awak media di Kantor Gubernur NTT, Jumat (29/11/2019).

Menurut Agas, masyarakat yang berdomisili di daerah perbatasan antara Manggarai Timur dengan Ngada selama ini aman-aman saja, dan tidak pernah mempersoalkan tapal batas yang sudah disepakati bersama.

Baca Juga:  Lusia Yasinta Meme; Maknai Hari Kartini Saat Wabah Corona, Perempuan Jangan Mengeluh

Soal penetapan tapal batas kedua daerah itu, lanjut Agas, merupakan keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang sebelumnya telah dipresentasikan kepada pemerintah daerah (Pemda) NTT, Pemda Manggarai Timur, dan Pemda Ngada dan termasuk tokoh masyarakat kedua daerah tersebut.

“Saat sosialisasi hasil penetapan tapal batas dari Mendagri saat itu adalah tokoh-tokoh masyarakat yang tinggal di daerah perbatasan. Saya juga sudah menyosialisasikan keputusan Mendagri itu kepada DPRD Manggarai Timur. Soal ada yang puas dan tidak puas, itu adalah hal yang wajar,” jelas Agas.

Kepada kalangan elit di Manggarai Timur, Agas meminta, untuk tidak memprovokasi masyarakat hanya karena kepentingan tertentu. Sebab, masyarakat yang tinggal di daerah perbatasan itu rata-rata memiliki hubungan kekeluargaan karena kawin mawin.

Baca Juga:  Angka Stunting di Kabupaten Sikka Menurun

Untuk diketahui penandatanganan prasasti kesepakatan batas daerah itu ditandangani oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, Bupati Manggarai Timur Andreas Agas, dan Bupati Ngada Paulus Soliwoa dan berlangsung di Ruang Rapat Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (29/11/2019).

Hadir dalam penandatanganan prasasti itu, para tokoh masyarakat Manggarai Timur dan Ngada serta para Pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Lingkup Pemerintahan Provinsi (Pemprov) NTT. (vrg/vrg)