BNNP NTT Lakukan Tes Urine Kepada 5 OPD

oleh -519 views
Kasie pemberdayaan Lia Novika Ulya, SKM, Kabid P2M BNNP NTT Hendrik Rohi, M.H dan Kasie Pencegahan Markus Raga Djara

KUPANG, suluhdesa.com – BNNP NTT melakukan tes urine kepada 5 OPD di lingkup Pemda NTT.

Kelima OPD itu antara lain Badan Pengelola Perbatasan, Bappelitbangda NTT, Dinas perhubungan propinsi, Satpol PP provinsi NTT, Dinas PUPR NTT.

Hal ini dilakukan BNPP NTT untuk mendeteksi secara dini pencegahan Narkotika di kalangan ASN lingkup pemerintah provinsi NTT.

Lia Novika Ulya, SKM Kasie Pemberdayaan Masyarakat BNNP NTT, Kabid P2M BNNP NTT Hendrik Rohi, M.H dan Kasie Pencegahan Markus Raga Djara menyampaikan press realese kepada awak media, Selasa (26/11/2019) di Kantor BNNP NTT.

Baca Juga:  BNNP NTT Berhasil Di Bidang Pemberantasan Peredaran Narkoba

Kasie Pemberdayaan Masyarakat Lia Novika Ulya, mengatakan ada 37 OPD yang harus melakukan tes urine tetapi baru 5 OPD yang sudah melakukan tes urine dengan biaya dari OPD masing–masing.

Selama pelaksanaan test urine pihaknya menemukan zat keras atau anti depresion yang pengaruhnya sama dengan Narkotika, namun penggunaannya harus dengan resep dokter.

“Saat pemeriksaan dan hasilnya ditemukan ada yang sedang memakai obat keras mengandung narkotika. Kita minta mereka tunjukkan resep dokter dan obat yang dikonsumsi,” terangnya.

Sementara itu Kasie Pencegahan Markus Raga Djara mengatakan, banyak kendala yang dihadapi dalam upaya mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Baca Juga:  PS Malaka Tersingkir Di Liga 3 Kontra Bima

“Instruksi dari Presiden tentang Rencana Aksi Nasional ( RAN) belum semuanya diketahui para bupati. prosentase sangat kecil. Banyak kepala daerah yang tidak tahu instruksi Presiden, Perda dan Perbup,” ungkapnya.

Lebih lanjut Markus menjelaskan bahwa masing-masing SKPD lingkup Instansi Pemerintah NTT harus melaksanakan tes urine secara rutin dan berkala, di mana beban penyiapan urine disediakan oleh masing-masing instansi .

“Dalam pelaksanaan tes urine, BNNP NTT menyiapkan tenaga ahli dan media, guna menunjang kegiatan tersebut,” pungkasnya.

Di NTT sendiri, akunya, upaya preventif penanganan deteksi dini narkoba masih belum merata secara keseluruhan dilakukan oleh setiap dinas dalam lingkup pemerintah Provinsi NTT

Baca Juga:  BPS NTT: Harga Jual Hasil Pertanian Menurun

”Untuk tindakan preventif deteksi dini narkoba yang dilakukan oleh setiap instansi pemerintah yang ada di NTT sendiri masih belum maksimal dan belum merata secara keseluruhan dilakukan oleh dinas-dinas terkait. Padahal untuk anggaran untuk pengecagah narkoba, telah dikucurkan,”jelasnya.

Meskipun kendala yang terjadi di NTT karena daerah kepulauan, itu tidak menjadi masalah kalau pemerintah daerah ikut aktif untuk bersama-sama mencegah peredaran dan penggunaan narkotika. (vrg/vrg)