AMPERA Pertanyakan Budgetary Report SPAM Ile Boleng

oleh -687 views
Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (AMPERA) Flores Timur

LARANTUKA, suluhdesa.com – Mangkraknya kegiatan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Ibu Kota Kecamatan (IKK) Ile Boleng di Kabupaten Flores Timur yang dianggarkan sebesar Rp. 10 Miliyar pada tahun 2018 dikerjakan oleh PT. Global Nusa Alam dengan nilai kontrak Rp. 8.865.798.000, kembali disoroti Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (AMPERA) Flores Timur.

Melalui siaran pers yang dikirim ke Redaksi SULUHDESA.COM pada Minggu (24/11/2019) pukul 18.00 wita, Koordinator Aksi Yeremias Dere Lasan mempertanyakan laporan realisasi anggaran (budgetary report) kegiatan tersebut.

“Patut dipertanyakan Laporan Realisasi Anggaran kegiatan tersebut sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2018 (budgetary report) telah disajikan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya” tegas Dere Lasan

Baca Juga:  Ipmasrat Kupang Minta Sekretariat Kepada Pemda Sumba Barat

AMPERA menegaskan ikhwal kesesuaian pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran SPAM Ile Boleng dengan tahun anggaran bersangkutan, dengan kegiatan yang sebenarnya, dan dapat menyusun laporan keuangan sesuai standar akuntansi pemerintahan hanya dapat dilakukan apabila sebelumnya menempuh mekanisme rekening penampungan atau bank garansi.

Sesuai Surat Perintah Kerja (SPMK) yang diterbitkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Yohanes Juan Fernandes, waktu penyelesaian pekerjaan SPAM Ile Boleng selama 120 (seratus dua puluh) hari kalender dari tanggal 03 September 2018 s/d. 31 Desember 2018.

Baca Juga:  Mahasiswa STIPAS KAK yang KKN Harus Bawa Nama Lembaga

“SPAM Ile Boleng merupakan proyek dengan skema tahun tunggal (singel years), sehingga tidak ada alasan untuk membiayai sisa pekerjaan tahun 2018 pada tahun anggaran selanjutnya. Kebijakan tersebut tidak sesuai dengan prinsip periodisitas APBD” ujar Dere Lasan

PPK Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Flores Timur Yohanes Juan Fernandes dan Kuasa Direktur PT. Global Nusa Alam Petrus Ama Dosi sudah tidak memiliki ruang untuk menyelesaikan sisa pekerjaan SPAM Ile Boleng mangkrak tersebut dan telah melampaui waktu penyelesaian pekerjaan 120 hari sesuai SPMK.

Baca Juga:  Mahasiswa KKN Lakukan Bimbel Kepada Siswa SD Negeri 02 Sumber Ketempa

“Seperti memakan buah simalakama, tidak dilanjutkan (mangkrak) tetap menjadi masalah hukum, sedangkan dilanjutkan pun melanggar prinsip periodisitas APBD,” tutup Dere Lasan. (yohan/red.)