Nagabonar Reborn Tayang Hari ini di XXI Seluruh Indonesia

oleh -534 views
Gading Marten terpilih untuk berperan sebagai Nagabonar, pemuda kampung yang cerdik, lucu dan berani sehingga terpilih menjadi Jenderal perang saat masa penjajahan Belanda di Sumatera Utara.

JAKARTA, suluhdesa.com – Film Nagabonar akan tayang serentak di XXI seluruh Indonesia mulai hari ini, Kamis 21 November 2019. Film ini disutradarai oleh Dedi Setiadi dan diproduseri oleh Trimedya Panjaitan, Gusti Randa, beserta Harry Sanusi, Juniver Girsang dan Robert Attiam yang bertindak sebagai produser eksekutif.

Nagabonar adalah jenderal yang cerdik, berani, dan lucu dari Sumatera Utara.

Gading Marten terpilih untuk berperan sebagai Nagabonar, pemuda kampung yang cerdik, lucu dan berani sehingga terpilih menjadi Jenderal perang saat masa penjajahan Belanda di Sumatera Utara. Di Nagabonar Reborn ini Gading bersanding bersama aktris favorit Nickelodeon Indonesia Kids 2013, Citra Kirana yang berperan sebagai Kirana, dan Elly Sugigi yang berperan sebagai Bidah. Host acara My Trip My Adventure Delano Daniel berperan sebagai rival Nagabonar, Rifki Alhabsyi berperan sebagai musuh bebuyutan Nagabonar, Roy Marten, Donny Damara, dan Ray Sahetapi juga penampilan khusus dari mantan Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Puan Maharani.

Baca Juga:  Film Penampakan Bunda Maria di Fatima Akan Ditayangkan Bulan April 2020

Demi perannya di film ini, Gading mengaku tidak mau menonton film Nagabonar sebelumnya.

“Film Nagabonar ini bukan sekedar remake, melainkan interpretasi terkini tentang Nagabonar. Penonton bisa lihat bagaimana Nagabonar dari kecil hingga dewasa. Hal itulah yang menjadi tantangan buat saya sehingga tidak mau terpengaruh dengan film-film sebelumnya dan saya mau menjadi Nagabonar yang saya percaya,” ujar Gading di Konferensi Pers film ini di Lounge Plasa Indonesia, 19 November 2019 Jakarta Pusat.

Baca Juga:  Kisah Anak Kampung Dari Malaka Jadi Artis dan Bermain Sinetron Di Jakarta

Mutiara Sani yang dijumpai ketika Konferensi Pers merasa terharu menonton film ini.

“Saya tidak menyangka bahwa film ini bisa jadi sosok yang berbeda di tangan milenial namun tetap mengandung nilai kehidupan yang serupa. Menonton film ini membuat saya seperti melihat Bang Asrul Sani hidup kembali,” katanya sambil mengusap air mata. (fwl/fwl)