Save The Children Gelar Kampanye Anti Kekerasan Terhadap Anak Di Kabupaten Kupang

oleh -607 views
Save the children mengadakan kegiatan kampanye anti kekerasan terhadap anak dan festival lomba literasi di 56 sekolah di Kabupaten Kupang sejak tanggal 16--23 November 2019.

OELAMASI, suluhdesa.com – Save the children mengadakan kegiatan kampanye anti kekerasan terhadap anak dan festival lomba literasi di 56 sekolah di Kabupaten Kupang sejak tanggal 16–23 November 2019.

Adalah SD Inpres Kotabes di Desa Kotabes dan SD Inpres Nonbes di Kelurahan Nonbes, Kecamatan Amarasi , Kabupaten Kupang yang mengadakan kampanye anti kekerasan terhadap anak dan lomba literasi bersama Save the Children pada Selasa (19/11/2019).

Kampanye anti kekerasan dan lomba literasi di tingkat Sekolah Dasar di dua sekolah tersebut yaitu untuk lomba literasi kelas 1 sampai kelas 3 SD, sedangkan kampanye anti kekerasan terhadap anak untuk semua anak dari kelas 1 sampe kelas 6 SD beserta para guru dan ketua forum di sekolah masing-masing.

Pantauan Media SULUHDESA.COM, Save the Children bersama guru-guru terlibat aktif dalam kegiatan literasi dan kampanye anti kekerasan terhadap anak.

Baca Juga:  Karena Terangsang, Pria Asal Madura Cabuli Gadis yang Masih SMP di Toilet

Yoseph M. Tapun selaku penyelenggara dari Save the Children menyampaikan bahwa kegiatan kampanye anti kekerasan terhadap anak dilakukan oleh anak-anak sekolah dengan forum anak yang sudah dibentuk di sekolah masing-masing yang terdiri dari 10 anggota.

Kampanye ini mengenalkan hak anak dan penghentian kekerasan terhadap anak di sekolah karena banyak anak di sekolah-sekolah mengalami kekerasan.

“Kami mulai pendekatan dengan melatih guru-guru dari 56 sekolah dengan “positif disiplin” dan kami selenggarakan pelatihan kepada 700 guru di Kota Kupang beberapa waktu lalu,” jelas Yoseph.

Sementara itu kegiatan lomba literasi juga dilaksanakan di kedua sekolah tersebut.

Kegiatan ini bertujuan agar menumbuhkan minat baca anak-anak dengan metode yang berbeda sehingga tidak membuat jemu anak-anak dalam pembelajaran membaca, menghafal angka atau huruf.

Baca Juga:  Kemen PPPA Mengecam Kasus Penganiayaan Anak oleh Ibu Tirinya

“Kami dari Save the Children mendukung program pemerintah melalui program Join School For Change dan ini merupakan upaya untuk meningkatkan minat baca anak, anak-anak lebih betah dan kemampuan baca lebih cepat,” kata yoseph.

Menurut Yoseph, melalui Program SFC yang dilakukan Selama ini para guru dalam proses mengajar dapat mengarahkan anak dengan lebih mudah misalnya kelas 1 pengenalan huruf, kelas 2 kelancaran membaca, kelas 3 pemahaman pembaca.

Literasi sudah dikembangkan di seluruh Indonesia dan sudah teruji percepatan literasi karena ada kemajuan kelas kaya aksara dan anak-anak lebih betah, kemampuan membaca juga lebih cepat.

Program membaca untuk School For Change di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Kupang yaitu: Amarasi, Kupang Tengah, Kupang Barat, Nekamese, Amabi Oefeto.

Baca Juga:  Ajarkan Anak Agar Tidak Ada Yang Boleh Menyentuh Bagian Pribadinya

Selanjutnya Kepala SD Inpres Kotabes, Mordekain Seran S.Pd mengatakan, kegiatan dari Save the Children ini berdampak positif kepada anak serta membantu perkembangan yang signifikan dalam proses belajar mengajar, oleh sebab itu harapannya ke depan terus ditingkatkan dan terus berkelanjutan program serupa.

“Kami berharap program dari Save the Children ini terus berlanjut karena sangat membantu kami ” pinta Mordekain.

Dikesempatan yang sama Kepala SD Inpres Nonbes yang diwakili Yohanes Ataupah kepada Media SULUHDESA.COM menyampaikan bahwa dirinya sangat berterimakasih kepada Save the Children.

“Kegiatan pelatihan SFC ini diharapkan terus ditingkatkan karena sangat berdampak positif bagi kemajuan dan perkembangan belajar mengajar di SD Inpres Nonbes,” tutupnya. ( vrg/vrg)