SPAM Ile Boleng Mangkrak, AMPERA Sebut Tanpa Studi Kelayakan

oleh -360 views
Koordinator Aksi Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (AMPERA) Yeremias Dere (kemeja putih)

LARANTUKA, suluhdesa.com – Kegiatan pembangunan SPAM IKK Ile Boleng di Kabupaten Flores Timur yang dianggarkan sebesar Rp. 10 Milyar pada tahun 2018 tanpa melalui studi kelayakan sebagaimana digariskan dalam Peraturan Menteri PU No. 18/PRT/M/2007 tentang Penyelenggaraan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum.

Hal demikian dijelaskan oleh Koordinator Aksi Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (AMPERA) Yeremias Dere Lasan melalui siaran pers yang dikirim ke redaksi SULUHDESA.COM pada Senin (18/11/2019).

“Pembangunan SPAM IKK Ile Boleng tahun 2018 dengan cakupan pelayanan mencapai 10.000 jiwa lebih tanpa melalui suatu tahapan studi kelayakan (feasibility study) untuk memastikan tingkat kelayakan SPAM tersebut. Kami juga meragukan kegiatan tersebut memiliki perencanaan teknis yang jelas, pasalnya kegiatan konstruksinya baru dimasukan pada pembahasan APBD 2018″ tandas Dere Lasan

Baca Juga:  Masyarakat Sagu Butuh Edukasi di Tengah Covid-19 Bukan Diintimidasi

Berdasarkan Permen PU No. 18/2007, pembangunan konstruksi SPAM harus didahului dengan kegiatan perencanaan pengembangan SPAM yang meliputi Rencana Induk Pengembangan SPAM, Studi Kelayakan Pengembangan SPAM dan Perencanaan Teknis Pengembangan SPAM.

Lebih lanjut dalam Permen PU tersebut menjelaskan Studi kelayakan pengembangan SPAM adalah suatu studi untuk mengetahui tingkat kelayakan usulan pembangunan sistem penyediaan air minum di suatu wilayah pelayanan ditinjau dari aspek teknis teknologis, lingkungan, sosial, budaya, ekonomi, kelembagaan, dan finansial.

“Pembangunan tanpa studi kelayakan ini sebenarnya mengonfirmasi fakta di lapangan mangkraknya proyek tersebut. Masa mata air Waitahik dan Waiteet yang debitnya sangat kecil itu dijadikan sebagai sumber mata air yang dialirkan ke Ile Boleng. Yang benar saja, urus kebutuhan dasar masyarakat tidak sebercanda itu” pungkas Dere Lasan

Baca Juga:  AMPERA Pertanyakan Budgetary Report SPAM Ile Boleng

Pada pembahasan RKA Dinas PUPR Flores Timur tahun anggaran 2018, program pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi, rawa dan jaringan pengairan lainnya mengalami penyesuaian dari Rp. 3.650.612.525 menjadi Rp.13.768.982.525. Adapun tambahan Rp. 10.118.370.000 merupakan kegiatan SPAM IKK Ile Boleng sebesar Rp. 10.000.000.000 ditambah perencanaan irigasi sebesar Rp. 118.000.000.

“Penyusunan feasibility study dilaksanakan oleh penyedia jasa melalui proses pengadaan jasa sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Kapan dilakukan penganggaran dan pelelangan penyedia jasa studi kelayakan untuk SPAM IKK Ile Boleng” tanya Dere Lasan

Baca Juga:  Kopdit Swastisari Lakukan Penguatan Manajemen untuk 3 Cabang di Flotim

AMPERA mensinyalir proses penganggaran dan pelaksanaan kegiatan SPAM IKK Ile Boleng ada indikasi kuat dugaan korupsi, pasalnya sampai dengan akhir tahun anggaran 2018 tidak terselesaikan dengan out put panjang jaringan air minum yang dibangun 10 Km, oleh karena ketidakjelasan sumber mata air yang akan dialirkan ke Kecamatan Ile Boleng. Kasus tersebut telah dilaporkan ke Kejati NTT untuk diungkap sampai tuntas. (yohan/red.)