Dua Alumnus SMAK Recis Bajawa Berprestasi Menjadi Putera Puteri NTT 2019

oleh -2.443 views
Merkorius Tele merupakan Alumnus SMAK Regina Pacis Bajawa tahun 2018 dan Kristina More adalah Alumnus SMAK Regina Pacis Bajawa tahun 2016. Merkorius Tele meraih gelar Duta Jambore Pemuda Indonesia dan Kristina more memperoleh gelar Putri Bahari.

KUPANG, suluhdesa.com – Pemilihan Putera dan Puteri NTT Tahun 2019 berlangsung di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Sabtu (16/11/2019) malam. Kegiatan ini digagas oleh Dekranasda NTT bekerjasama dengan beberapa OPD di lingkup Provinsi NTT.

Proses seleksi dilakukan oleh Dekranasda di tiap daerah dengan menggunakan standar nasional.

Selain itu, 22 putera dan 22 puteri yang mengikuti kegiatan ini akan ditempatkan di OPD yang bersangkutan. Mereka akan menjabat selama setahun dan diberi honor secara UMR. Mereka pun harus bersedia diutus kemana pun untuk wakili OPD tersebut sesuai bidangnya.

Dari Kabupaten Ngada sendiri, Merkorius Tele bersama pasangan Kristina More adalah peserta yang diutus oleh Dekranasda Kabupaten Ngada untuk berpartisipasi dan bersaing bersama peserta dari kabupaten lain.

Merkorius Tele merupakan Alumnus SMAK Regina Pacis Bajawa tahun 2018 dan Kristina More adalah Alumnus SMAK Regina Pacis Bajawa tahun 2016.

Merkorius Tele meraih gelar Duta Jambore Pemuda Indonesia dan Kristina More memperoleh gelar Puteri Bahari.

Kepada Media SULUHDESA.COM pada Senin malam (18/11/2019) pukul 22.00 wita melalui pesan Whatsapp, Merkorius dan Kristina mengatakan jika mereka berdua sangat bersyukur kepada Tuhan karena Tuhan memberikan kesempatan yang luar biasa kepada mereka bukan hanya untuk gelar yang diraih tetapi untuk pengalaman dan wawasan yang diperoleh selama mengikuti kegiatan pemilihan putera puteri NTT 2019.

“Tidak pernah terbayangkan bahwa kegiatan ini akan sangat luar biasa dan kami menjadi peserta dari kegiatan ini. Jangan jadikan keterbatasan sebagai batasan untuk berinovasi dan bergerak maju. Kutipan kecil yang akan selalu kami berdua ingat dari seluruh rangkaian kegiatan yang kami lalui selama mengikuti kegiatan pemilihan Putera-Puteri NTT 2019,” tutur Merkorius dan Kristina.

Merkorius Tele yang merupakan mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Nusa Cendana Kupang menjelaskan jikalau kegiatan Putera Puteri NTT 2019 diselenggarakan oleh Dekranasda Provinsi NTT bersama Pemerintah provinsi NTT dan merupakan sebuah kegiatan terobosan yang dibuat untuk mencari pemuda-pemudi berprestasi dari seluruh kabupaten dan kota di NTT.

Baca Juga:  Lusia Yasinta Meme; Maknai Hari Kartini Saat Wabah Corona, Perempuan Jangan Mengeluh

Kegiatan ini dilaksanakan sejak tanggal 12-15 November 2019 untuk masa karantina di Hotel Sasando Kupang dan malam grand final pada tanggal 16 November 2019 di aula rumah jabatan Gubernur NTT.

“Kegiatan karantina dimulai dengan acara pembukaan pada tanggal 12 November 2019 tepat pukul 19.00 wita dan dilanjutkan dengan beberapa kegiatan lain hingga pukul 00.00 wita lalu kami menuju kamar masing-masing dan beristirahat. Kegiatan kami selama beberapa hari selalu dimulai dengan senam tepat pukul 05.30 wita kemudian breakfast dan menyiapkan diri untuk kegiatan lanjutan. Selama beberapa hari kegiatan kami bersama panitia telah mengunjungi beberapa tempat diantaranya kantor gubernur, kantor Dekranasda NTT, Lapas, dapur kelor, pantai Lasiana dan hutan mangrove Oesapa. Untuk materi dalam ruangan kami diberikan materi-materi yang berkaitan dengan Provinsi NTT dan upaya pembangunan NTT oleh pemerintah. Materi sangat beragam diantaranya tentang pariwisata, pencegahan stunting, masalah HIV/AIDS dan beberapa materi lainnya,” jelas Merkorius.

Merkorius menceritakan bahwa dirinya dan peserta lain setiap malam berlatih catwalk dan dance.

Bagi Merkorius untuk latihan ini adalah latihan yang terberat karena ia belum pernah mengikuti latihan catwalk dan dance sebelumnya.

“Kesulitan ini juga dirasakan oleh peserta lain, tetapi semangat kami semua tidak pernah menurun sedikit pun. Kami terus berusaha dan saling memotivasi sehingga semua peserta bisa belajar catwalk dan dance. Kami juga mengikuti sesi photoshoot, dimana kami mengenakan 2 pakaian yaitu pakaian adat daerah dan jas modifikasi. Untuk malam grand finalnya kami catwalk mengenakan pakaian adat, dance, catwalk pakaian modifikasi pendek dan catwalk pakaian modifikasi panjang. Untuk catwalk pakaian modifikasi panjang, selain catwalk kami juga mengambil undian soal dan dalam waktu 30 detik kami harus menjawab soal yang diberikan,” ungkap Merkorius.

Sedangkan Kristina mengisahkan, pada saat akan mendengar pengumuman gelar yang akan diberikan, semua peserta sangat gugup dan takut, sebab samua peserta ingin membanggakan kabupatennya masing-masing termasuk dirinya dan Merkorius, sehingga ketakutan itu sangat besar.

Baca Juga:  STIPER FB Buka Pendaftaran Bagi Calon Mahasiswa, Biaya Bisa Dicicil

“Puji syukur tenyata semua peserta memperoleh gelar dan tanggung jawabnya masing-masing, saudara Merkorius Tele memperoleh gelar Duta Jambore Pemuda Indonesia dan saya Kristina More memperoleh gelar Puteri Bahari. Ini adalah prestasi dan pengalaman luar biasa, saya ucapkan terima kasih kepada orang tua, keluarga dan teman-teman yang dengan caranya masing-masing mendukung saya,” ucap Kristina yang merupakan mahasiswa pada Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Nusa Cendana Kupang.

Merkorius secara jujur mengakui kalau prestasi yang diraihnya dipersembahkan untuk almamaternya yakni TKN Nazaret Were, SDK Were, SMPN 1 Golewa dan khususnya SMA Katolik Regina Pacis Bajawa.

“Prestasi yang diperoleh kak Kristina juga dipersembahkan untuk Recis karena kami berdua adalah alumni SMAK Regina Pacis Bajawa. Prestasi ini adalah bukti nyata dari ekstrakurikuler yang saya ikuti selama menempuh pendidikan di SMAK Regina Pacis Bajawa. Selama kegiatan kami peserta diberikan kesempatan untuk berbicara dan saya juga berpartisipasi, tidak ada rasa gugup dan takut, ini karena dari SMA saya sudah dibiasakan untuk berbicara di depan umum. Ketika beberapa peserta lain ada yang takut dan gugup saya tetap tenang karena saya percaya Tuhan bersama saya dan yang seperti ini sudah sering saya dapatkan di SMA Regina Pacis Bajawa,” kata Merkorius.

Lanjut Merkorius mengisahkan kalau selama bersekolah di SMAK Regina Pacis Bajawa, ia sering diberi kesempatan untuk berpidato, berorasi, MC, debat dan kesempatan lainnya yang membentuk dirinya untuk menjadi pribadi yang berwawasan, berdaya saing dan berani.

“Saya selalu ingat semua pesan Bapak-Ibu guru semasa saya SMA, sekolah di SMAK Regina Pacis adalah sekolah untuk hidup bukan sekolah untuk pintar. Karena alasan inilah maka ekstrakurikuler di Recis sangat banyak, siswa-siswinya diberikan kesempatan untuk mengembangkan potensi yang ada di dalam dirinya melalui ekstrakurikuler tatapi tatap muka di kelas tetap nomor satu. Ketika orang-orang berkata bahwa ekstrakurikuler di Recis akan menurunkan prestasi akademik, saya katakan pendapat ini sangat keliru, setiap tahunnya Recis selalu masuk peringkat terbaik untuk nilai UN, lomba bidang akademik selalu yang terbaik dan beberapa yang diutus ke nasional. Selain prestasi akademik prestasi non akademik juga diraih Recis diantaranya juara DBL, bola voli, bola kaki, vokal, kempo dan masih banyak lagi. Paduan suara Recis juga dipercayakan untuk mengiringi misa di beberbagai acara dan kegiatan lain. Setelah melihat semua fakta ini masihkah kita semua berbicara tentang ekstrakurikuler recis membebani siswa dan menurunkan prestasi akademik? Patut kita renungkan bersama,” ajak Merkorius.

Merkorius menegaskan, selain menyiapkan siswa siswinya untuk berprestasi, SMAK Regina Pacis Bajawa juga membentuk mental dan karakter siswa, yang mana semua siswa diharuskan mengikuti aturan yang berlaku disekolah dan ini adalah salah satu upaya guru-guru untuk merealisasikan maksud dari sekolah untuk hidup.

“Sekali pun anda pintar dan berprestasi tetapi jika sikapmu buruk, anda tidak akan dipakai di masyarakat, biar pun anda memiliki kekurangan dari segi prestasi tetapi sikap dan perilaku anda baik pasti masyarakat akan lebih membutuhkan anda. Bakat, talenta dan kepintaran menghantarkan anda pada puncak kesuksesan tetapi sifat dan karakter andalah yang mempertahankan anda pada puncak kesuksesan,” pesan Merkorius.

Baca Juga:  Kaum Muda Saat Ini Bermental Instan dan Hanya Mau Menjadi PNS

Mengakhiri perbincangan dengan SULUHDESA.COM, Merkorius dan Kristina sekali lagi mengucap syukur pada Tuhan dan menyampaikan ucapan terima kasih untuk semua yang mendukung mereka berdua.

“Khusus untuk SMAK Regina Pacis Bajawa kami mengucapkan terima kasih untuk semua yang kami terima saat masih bersekolah di SMA, terima kasih untuk kesempatan yang selalu diberikan pada kami untuk mengikuti kegiatan-kegiatan di tingkat kabupaten dan provinsi. Prestasi ini tidak lepas dari pengalaman dan proses panjang yang kami lalui selama SMA. Tetap jaya selalu almamaterku SMAK Regina Pacis Bajawa, biarlah satu orang menjatuhkanmu karena 1000 orang akan datang untuk membangkitkanmu,” tutup Merkorius dan Kristina bahagia. (bz/fwl)