Listrik Padam Saat Ujian, Satgas Pamtas RI-RDTL Bantu Genset Untuk SMA Mutis

oleh -297 views
Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif 132/BS memantau simulasi ujian nasional yang dilakukan SMA Mutis Eban, karena pada saat itu listrik padam

KEFAMENANU, suluhdesa.com – Peduli Generasi Bangsa, Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif 132/BS, beri bantuan alat Pembangkit Listrik (genset) ke SMA Mutis Eban yang pada saat itu sedang melaksanakan Simulasi Ujian Nasional melalui komputer karena mati lampu di daerah Desa Eban, Kecamatan Miomafo Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara, Sabtu (16/11/2019) .

Komandan Peleton Komunikasi (Danton Kom) Letda Chb Johanson Silalahi menyampaikan, berawal dari laporan bahwa di sekolah SMA Mutis Eban sedang melaksanakan simulasi ujian nasional dengan menggunakan komputer, tiba-tiba listrik padam dan para murid murid tidak bisa meneruskan Simulasi Ujian Nasional .

Mendengar laporan tersebut Danton Kom Letda Chb Johanson Silalahi memerintahkan anggotanya untuk segera berangkat ke sekolah tersebut dengan membawa genset guna menghidupkan listrik yang mati, agar anak-anak murid dapat melanjutkan Simulasi Ujian Nasional.

Baca Juga:  Kisah Yosef Tanu, Pejabat TTU yang Punya Kebun dan Tambak Ikan

Setibanya di SMA Mutis Eban, anggota Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif 132/BS, segera menghidupkan genset, setelah listrik hidup para murid dapat melanjutkan kegiatan Simulasi Ujian Nasional kembali di komputer.

“Ini juga merupakan kepedulian Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif 132/BS kepada anak-anak perbatasan untuk dapat melanjutkan pelajaran di sekolah, karena pendidikan mereka sangatlah penting untuk masa depan yang akan datang.” ucap Letda Chb Johanson Silalahi .

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Mutis Eban Dominicus Kono mengucapkan terima kasih banyak kepada Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif 132/BS, karena sudah membantu menghidupkan listrik di sekolah yang dipimpinnya.

Baca Juga:  Kasum TNI Didampingi Pangkogabwilhan II Tiba di Kupang

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif 132/BS karena dengan begini anak-anak murid dapat melanjutkan Simulasi ujian akhirnya di komputer.” ujar Kono. (edi.s/edi.s)