BNNP NTT Ringkus Pengedar Narkotika Asal Aimere, Welamosa, dan Surabaya

oleh -601 views
Dari kiri : Penyidik BNN Provinsi NTT, Bripka Yance Tedens. Dokter Daulat A. Samosir , AKP Yuli Beribe, SH, Kabid Rehabilitasi BNN Provinsi NTT, Stef Joni Didok, SH

KUPANG, suluhdesa.com – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) NTT berhasil membongkar jaringan peredaran narkoba jenis shabu atau metamfetamin di Kabupaten Manggarai Barat.

Hal ini disampaikan Plt. Kabid Pemberantasan BNN Provinsi NTT, AKP Yulie Beribe, SH pada awak media di Aula kantor BNNP NTT, Kamis (14/11/2019).

AKP Yulie Beribe mengatakan, pengungkapan kasus itu bermula tertangkapnya kedua tersangka di Kompleks pelabuhan laut Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat, saat sedang membawa shabu atau metamfetamin dengan menggunakan sepeda motor tanggal 21/6/ 2019 pukul 23.04 wita.

Berkat kejelian dan ketangkasan, anggota BNNP NTT berhasil mengejar dan menangkap satu orang tersangka lainnya di Surabaya Jawa Timur.

Ketiga tersangka tersebut, berinisial TAT, MT dan SL. Tersangka TAT alias A, seorang sopir bus berusia 36 tahun asal Aimere Kabupaten Ngada, KTP beralamat di Jalan A Yani Kelurahan Tetandara, Kota Ende.

Baca Juga:  Sulawesi Selatan Daerah Rawan Narkoba, Pengurus BNM Dilantik

Tersangka MT alias M, pengemudi sopir bus berusia 47 tahun, berasal dari Welamosa, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende.

Sementara tersangka SL adalah seorang ibu rumah tangga asal Banjar, Kecamatan Perak Timur, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur.

Yuli menjelaskan dalam penyidikan terhadap ketiga tersangka penyidik BNN Provinsi NTT berhasil menyita barang bukti (BB) berupa satu (1) paket narkotika jenis Shabu atau Metamfetamin dengan berat Netto 0,0078 gr sesuai hasil uji laboratorium, satu (1) bungkus rokok Sampoerna Mild putih, tiga (3) batang pipet kaca atau pirex, satu (1) jaket dengan motof bergaris cokelat-hitam, satu (1) buah handphone (HP) merk Nokia type 150 warna hitam dan satu (1) handphone (HP) Oppo.

Baca Juga:  Isap Sabu Karena Jenuh di Rumah, Dua Pria Ini Diamankan Polisi

Shabu atau metamfematin di peroleh dari tersangka SL alias M yang beralamat di Surabaya dan dikirim melalui jasa sopir ekspedisi, tersangka MT alias M yang memesan dan diserahkan kepada tersangka TAT alias A.

Menurut Yulie ketiga tersangka kasus peredaran gelap narkotika ini, telah dilimpahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Labuan Bajo dan telah disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat.

Persidangan yang digelar pada Selasa, (2/11/2019), Majelis Hakim PN Labuan Bajo menjatuhkan vonis lima (5) tahun penjara bagi tersangka/terdakwa TAT, enam (6) tahun penjara bagi tersangka/terdakwa MT dan hukuman 7 tahun penjara bagi tersangka/terdakwa SL.

Baca Juga:  BNN Provinsi NTT Menangkap 14 Tersangka Narkotika Selama 2019

Lebih lanjut Yulie mengatakan, bahwa kasus ini merupakan kasus narkotika yang kedua kalinya menjerat SL alias M seorang ibu rumah tangga dan sudah pernah dihukum.

Ia menambahkan, selama tahun 2019 ini pihaknya berhasil memperoleh 5 target dari 8 target yang diberikan BNN RI terhitung 21 September 2019.

“Kami bekerja keras melakukan pemutusan jaringan peredaran Narkotika di NTT walau dengan personil yang terbatas juga kondisi geografis yang luas, kami serius, kerja keras berusaha dengan segala kemampuan dalam penanganan narkoba,” jelasnya.

Yulie berharap kalangan media membantu menyampaikan dan melapor ke Badan Narkotika Nasional (BNNP)NTT jika menemukan orang di sekitar yang menggunakan atau menjadi pengedar narkotika. (vrg/vrg)