Leko Ena, Wisata Pantai Selatan Aimere-Inerie yang Indah

oleh -822 views
Pantai Leko Ena saat senja

BAJAWA, suluhdesa.com – Akhir pekan atau liburan tentu sering kalian manfaatkan untuk melepaskan penat usai bekerja. Tak sendiri, seringkali kalian membawa serta orang-orang terkasih. Baik itu pasangan, suami/istri, anak-anak, keluarga maupun sahabat-sahabat anda. Namun, terkadang tak jarang kalian dibuat bingung dengan destinasi yang akan dikunjungi bukan?

Melansir dari laman www.visitngada.com, masyarakat Indonesia diajak untuk mengunjungi destinasi wisata bahari yang satu ini. Namanya Wisata Bahari Pantai Pasir Leko Ena. Destinasi wisata ini terdapat di Desa Warupele I-Kecamatan Inerie-Kabupaten Ngada.

Keunggulan dari destinasi ini adalah keadaan alamnya yang sejuk karena di pesisir pantainya ditumbuhi oleh hutan waru yang rimbun dan pepohonan kelapa. Selain itu kalian juga bisa menikmati keindahan pemandangan piramida alam gunung Inerie yang sudah dikenal dunia.

Untuk kalian yang ingin menikmati kuliner lokal dengan nuansa seafood, kalian juga bisa dapatkan di destinasi wisata ini, kalian dapat menikmati beberapa menu makanan lokal masyarakat setempat, seperti ika lawa (ikan lawar), ikan bakar, ikan kuah, ra’a rete gurita, dan siput atau kerang laut, kalian juga bisa menikmati kuliner lokal hasil pertanian masyarakat setempat seperti umbi-umbian, lawar batang pisang, lawar daun pisang, dan lain-lain dengan cara memesan kepada masyarakat yang kalian temui di lokasi pantai tersebut.

Baca Juga:  Jajanan Tempoe Doloe, Kuliner di Desa Ngadiprono, Kedu

Nah, bagi kalian yang ingin mengisi akhir pekan untuk melepaskan penat di alam pantai bersama orang-orang tersayang, sekarang ini pantai Leko Ena bisa menjadi pilihan yang tepat untuk kalian kunjungi karena di sana pun ada hamparan pasir halus. Selain itu tempat ini menjadi pilihan para calon pengantin untuk melakukan foto sebelum nikah atau sekedar selfie.

Lokasi ini juga cocok untuk kalian yang menyukai keheningan. Di atas hamparan pasir kalian dapat duduk dan mengheningkan diri sambil menikmati angin segar diiringi deburan ombak putih.

Wisata pantai Leko Ena tidak terlepas dari pembentukan dan pengelolaannya.

Adalah Adrianus Dhawu Ketua Kelompok Sadar Wisata Leko Ena, Desa Warupele I, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada, Provinsi NTT, saat diwawancarai Media SULUH DESA pada Sabtu (19/10/2019) pukul 11.00 Wita di lokasi wisata pantai Leko Ena menjelaskan bahwa, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) ini dibentuk dengan struktur yang ada dan disahkan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Ngada serta berbadan hukum Nomor 556 sesuai dengan misi Presiden RI Joko Widodo tentang pariwisata sebagai lokomotif perekonomian bangsa.

“Kami memulai ini dengan keterbatasan namun dengan semangat dan tekad yang ada kami ingin menjadikan wisata pantai Leko Ena ini sebagai ikon wisata pantai selatan sepanjang Aimere dan Inerie. Dinas Pariwisata usai bertemu kelompok kami di sini mereka mengundang kami untuk memberikan pembekalan-pembekalan pada tanggal 17-19 Maret 2019,” tutur Adrianus.

Baca Juga:  Wisatawan Asal Perancis dan Swiss Belajar Menganyam Di Kurubhoko

Menurut Adrianus, usai pihaknya mendapat pelatihan di Dinas Pariwisata Kabupaten Ngada dengan instrukturnya dari Bali yang merupakan rekomendasi dari Kementerian Pariwisata, mereka diajarkan untuk mengelola tempat wisata yang baru saja dimulai di Leko Ena dan sebagai contohnya mereka belajar dari pengelolaan wisata pantai Pandawa.

Berangkat dari ciri khas yang sama antara wisata pantai Pandawa dengan Leko Ena maka ini perlu ditiru.

Ciri khas di Leko Ena adalah para nelayan yang selalu mencari ikan terbang. Namun ada yang lebih menonjol yakni program kerja yang akan Pokdarwis lanjutkan dengan Festival Perahu Layar, Festival Memancing Ikan, dan Festival Dayung Perahu. Ini akan dilakukan secara rutin dalam setahun.

“Kami sementara mendesain pintu gerbang masuk dengan logo ikan terbang sebagai kekhasan wisata pantai Leko Ena,” kata Adrianus.

Pokdarwis Leko Ena memiliki 7 seksi dengan jumlah keanggotaan 24 orang. Pokdarwis bekerja sama dengan Pemerintah Desa Warupele I beserta masyarakat dalam mengelola wisata pantai Leko Ena.

Ada dua elemen penting di Pokdarwis ini. Keduanya adalah organisasi dan nelayan.

Baca Juga:  Jajanan Sueg, Kuliner di Desa Penglipuran, Bangli

Adrianus menjelaskan jika mereka berupaya menyatukan kedua unsur ini sebab daerah ini adalah daerah nelayan. Sehingga antara Pokdarwis dan nelayan tidak dapat dilepaspisahkan. Sebab Warupele I memiliki jumlah nelayan terbesar di Kecamatan Inerie dan Kecamatan Aimere.

Ketika dipisahkan maka akan terjadi konflik. Sebagai contoh jika daerah ini adalah daerah wisata, para nelayan mau kemana. Ini sangat sulit.

“Oleh karena itu kita rangkul mereka menjadi satu bagian. Wisata pantai Leko Ena ini kita libatkan semua unsur untuk merawat dan menjaga dan baru berjalan 6 bulan,” jelas Adrianus.

Mengenai pengunjung, Adrianus mengakui jika sejauh ini sudah mulai banyak pengunjung yang datang baik itu wisatawan asing maupun wisatawan lokal.

“Ke depan kami bersama Pemerintah Desa Warupele I akan menyiapkan fasilitas untuk wisata pantai Leko Ena seperti MCK, tempat sampah, air bersih, listrik, dan infrastruktur. Ini disiapkan secepatnya mengingat jumlah pengunjung yang sudah mulai ramai setiap harinya,” tutup Adrianus.

Ayo bagi kalian yang ingin mengunjungi wisata pantai Leko Ena selain menikmati keindahan pantainya dapat juga membeli ikan-ikan segar hasil tangkapan para nelayan yang ada di sekitar lokasi pantai. (Frids Wawo Lado/fwl)